Al-Quran Kendaraan Sarana Pembinaan bagi Manusia

Al-Quran merupakan pedoman hidup dan sumber informasi bagi manusia untuk mengelola bumi yang Allah SWT titipkan, khususnya kepada Khalifah. Bukti kasih sayang-Nya kepada manusia adalah Al-Quran. Allah berfirman :

“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.” (QS. Al Hajj : 65).

Ayat diatas menerangkan bahwa Al-Quran itu adalah kendaraan bagi umat manusia mendapatkan rida Allah SWT. Dalam kitas suci umat muslim tersebut pelbagai hal diatur. K ita sebagai manusia hanya tinggal mengkajinya dengan baik, apalagi mencoba meretas arah dan tujuan ayat-ayat dan janji Allah tersebut tentunya segudang keberkahan dan manfaat akan kita dapatkan selama berjalan di dunia.

Terlepas dari penganalogian Al-Quran sebagai kendaraan,Allah SWT membina manusia untuk memudahkan manusia mengetahui esensi dan cara beribadah. Ketaatan kepada-Nya dengan menganalogikan melalui kendaraan dialami dan dicontohkan oleh para abi dan rasul. Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat bahtera (perahu besar) lalu nabi Nuh melaksanakan pembinaan yang Allah perintahkan untuk membuatnya maka berlayarlah bahtera tersebut atas izin-Nya.

Ada juga nabi Sulaiman yang dianugerahi kendaraan yang bergerak dilangit (udara) Nabi Sulaiman menggunakannya hanya atas dasar ibadah kepada-Nya. Nabi Muhammad saw dalam perjalanan yang agung yaitu isra dan mi’raj menggunakan kendaraan buraq untuk mencapai siddratulmuntaha dan bertemu dengan Allah. Semua pembinaan yang dianugrahkan itu hanya untuk menjalankan perintah Allah SWT.

Kendaraan disini bukan berarti kita yang hidup di era sekarang harus melakukan hal yang sama dengan para pendahulu. Dimana kita menganggap kendaraan yang kita miliki sebagai sesuatu yang bersifat kekal dan bisa menjadi jaminan atas kehidupan di akhirat nanti.

Memang di tengah-tengah masyarakat yang majemuk, pemahaman yang kurang kerap berujung pada salah tafsir. Sisi lain manusia menganggap kendaraan dapat membuat manusia terlupa akan hakekatnya beribadah.

Hal yang perlu kita cermati dengan baik adalah bagaiaman Al-Quran menjadi pemandu darinhiruk pikuk rutinitas dan dinamika yang di hadapi dalam kehidupan. ada banyak manfaat yang bisa diambil ketika mampu menjadikan Al-Quran sebagai kendaraan.

Dua di antara manfaat membaca al-Qur’an adalah hati menjadi tenang dan gembira, dan mendapatkan dua macam petunjuk dari Allah. Al-Qur’an adalah bacaan dzikir terbaik. Dengan kata lain, membaca al-Qur’an merupakan cara terbaik mengingat Allah. Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.

Allah memberikan ketenangan dan kegembiraan hati kepada para pembacanya dengan dua jalan. Pertama, Allah membuat hati para pembacanya menjadi tenang dan gembira secara langsung. Dan kedua, hati mereka menjadi tenang dan gembira setelah mengetahui berbagai informasi dari al-Qur’an meliputi cara menghadapi hidup dan janji-janji Allah bagi mukmin yang sabar dan tawakal.

Dengan membaca al-Quran para pembacanya juga akan mendapatkan dua macam petunjuk dari Allah. Jenis pertama adalah petunjuk yang langsung diberikan Allah berupa ilham yang dilhamkan ke dalam benak dan hatinya. Dan jenis kedua berupa berbagai ilmu dan informasi yang berharga, haq, valid, benar dan baik dari Al-Qur’an. Kedua petunjuk tersebut sangatlah penting dan bermanfaat dalam menghadapi kehidupan dengan segala problematikanya.

Oleh : Kang Toni, sumber foto : deviantart.com/ali-shobbar