Artikel Islami
‘Siapa Dia’ Adalah ‘Siapa Kita (Sebenarnya)’

‘Siapa Dia’ Adalah ‘Siapa Kita (Sebenarnya)’
Bagaimana bila guru kencing berlari? Kelakuan sang murid sudah pasti akan lebih parah lagi. Cairan najis itu sudah akan menyebarkan bau tak sedap ke mana-mana.

Sebuah pepatah lama mengatakan, “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”.
Bagaimana bila guru kencing berlari? Kelakukuan sang murid sudah pasti akan lebih parah lagi. Cairan najis itu sudah akan menyebarkan bau tak sedap ke mana-mana.
Perumpamaan tersebut memang untuk menggambarkan betapa harus berhati-hatinya orangtua dalam mendidik anak, karena anak adalah cermin dari orangtuanya. Anak akan memantulkan dengan jelas apa yang telah orangtuanya lakukan baik sembunyi atau terang-terangan.
Penulis pernah membaca sebuah kisah di sebuah majalah islam tentang seorang anak yang dikatakan durhaka oleh orangtuanya.
Seorang lelaki datang menghadap Amirul Mukminin, Umar bin Khattab ra. Ia meaporkan kepada Umar tentang kedurhakaan anaknya. Khalifah memanggil anak yang dikatakan durhaka itu dan menasehati tentang bahaya durhaka pada orangtua.
Saat ditanya sebab kedurhakaannya, anak itu mengatakan, “Wahai Amirul Mukminin, tidakkah seorang anak mempunyai hak yang harus ditunaikan orangtuanya?”
“Ya.” Jawab Khalifah.
“Apakah itu?” tanya anak itu.
Khalifah menjawab, “Ayah wajib memilihkan ibu yang baik untuk anak-anaknya, memberi nama yang baik, dan mengajarinya Al Qur’an.”
Lantas sang anak menjawab, “Wahai Amirul Mukminin. Tidak ada satu pun dari tiga perkara itu yang ditunaikan ayahku. Ibuku seorang Majusi, namaku Ja’lan (kuda tunggangan), dan aku tidak pernah diajarkan Al Qur’an.”
Umar bin Khattab ra lalu menoleh kepada ayah dari anak itu dan mengatakan, “Anda datang mengadukan kedurhakaan anak Anda, ternyata Anda lah yang telah mendurhakainya lebih dulu sebelum ia mendurhakaimu. Anda telah berlaku tidak baik terhadapnya sebelum ia berlaku tidak baik kepada Anda.”
Anak yang shalih akan menjadi penolong bagi orangtua. Tak hanya di dunia, namun juga di yaumul hisab kelak di akhirat. Semoga kita mampu mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalih,  jauh sebelum ia dilahirkan, yaitu dengan terus berusaha menempa diri kita menjadi calon orangtua yang shalih/shalihah. Karena, buah yang jatuh tak akan jauh dari pohonnya, dan cermin tak akan berbohong tentang bayangan benda seperti apa yang ada di depannya. Like father, like son. Wallahu a’lam. [Ats].

Penulis: Achmad Tuqo Syadid Billah
Santri PPM (Program Pesanten Mahasiswa) Daarut Tauhiid
Mahasiswa Pendidikan Biologi UPI

 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
LU'LU'UL MAKNUN
LU'LU'UL MAKNUN
27
Mungkin banyak di antara kita akan yang tertunduk malu pada mereka. Ketika banyak di antara kita amat sibuk memburu popularitas dalam topeng kepalsuan, tidak terbesit dalam jiwa mereka untuk dikenal banyak orang dan diketahui amal-amal mereka
Galeri
Lempar Jumroh

Ust. Abdul Wahab sedang memperagakan Lempar Jumroh kepa

DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar