Artikel Islami
Tiga Kiat Menahan Amarah

Tiga Kiat Menahan Amarah
“Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (HR. Ahmad)

1. Menahan Marah dengan Hati

  • Yakin bahwa semua kejadian terjadi atas izin Allah SWT. Pasti ada hikmah di balik kejadiannya.
  • Siapkan hati menerima kekurangan diri dan orang lain.
  • Yakin bila ‘SABAR dan RIDA’, maka Allah akan beri yang lebih baik.
  • Tetap berprasangka baik kepada Allah.
  • Berdoa agar diberi kesabaran oleh Allah.
  • Memberi maaf dan mendoakannya.
 2. Menahan Marah dengan Lisan
  • Menahan diri dari berkata keji atau kotor ketika marah.
  • Rasulullah saw bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR. Ahmad)
  • Berlindung kepada Allah ketika marah. Rasulullah bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan: ‘A’uudzubillah (aku berlindung kepada Allah SWT) niscaya akan reda kemarahannya.” (HR.Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil). 
3. Menahan Marah dengan Perbuatan
  • Tahan diri dari tindakan yang merugikan semua pihak.
  • Mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi. Rasulullah bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (HR. Ahmad)
  • Segera berwudhu dan mandi, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad dan Abu Daud)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
Shibghatallah: Jatidiri Terbaik Seorang Muslim
Shibghatallah: Jatidiri Terbaik Seorang Muslim
16
Celupan ini akan meresap ke seluruh sendi-sendi, memasuki setiap serat-seratnya, lalu muncullah penampakkan yang indah, warna yang memikat serta corak yang istimewa. Begitulah gambaran seorang muslim yang telah ter-shibghah oleh shibghah Allah.