Artikel Islami
Mencintai Kegiatan Usaha

Mencintai Kegiatan Usaha
Cermat dalam melihat peluang dari kegemaran yang mungkin dikembangkan, menjadi bagian dari upaya merintis usaha.

Nasihat lama yang masih cukup sering kita dengar kepada orang yang hendak merintis usaha adalah, rintislah usaha yang anda sukai. Cukup beralasan dan bijak. Mencintai kegiatan usaha, menjadi salah satu prasyarat agar seseorang dapat meraih kesuksesan dalam usahanya. Pada kenyataannya, tidak sedikit kita menemukan contoh sukses para pengusaha yang menggeluti usaha yang dulunya merupakan hobi atau kegemaran.

Hanyasaja, mencintai kegiatan usaha, hendaknya tidak diartikan secara sempit dan pasif, yakni kita merintis usaha yang kita cintainya. Sehingga, kita bersikeras untuk merintis usaha berdasarkan kegemaran dan hobi yang kitga miliki, tanpa mau melihat peluang usaha yang lain. Hobi atau kegemaran, memang bisa menjadi lading usaha yang memiliki peluang yang baik, namun tidak setiap hobi dan kegemaran memiliki peluang untuk dijadikan ladang usaha. Cermat dalam melihat peluang dari kegemaran yang mungkin dikembangkan, menjadi bagian dari upaya merintis usaha.

Peluang yang lebih memungkinkan, adalah kita berupaya mencintai kegiatan yang tengah kita laksanakan, tanpa memilih-milih selera dan kegemaran yang kita miliki. Sangatlah sulit untuk membedakan antara sebuah kegemaran dan kemalasan. Adakalanya orang-orang yang beralasan tidak melanjutkan usahanya karena bukan kegemarannya, adalah orang-orang malas yang mudah menyerah. Padahal, jika ia pun menggeluti kegemarannya, ia akan menemukan pula hambatan dan tantangan yang mungkin tidak kalah besarnya.

Sikap realistis dalam merintis usaha adalah mencintai semua kegiatan yang tengah kita jalankan, bukan menjalankan usaha yang kita cintai. Sikap pertama, jauh lebih banyak peluang dan kemungkinannya untuk berhasil, sebab akan menumbuhkan sikap usaha yang tidak memilih-milih dan terus berupaya keras dalam merintis usahanya. Setiap kegiatan, jerih payahnya, akan dinikmatinya sebagai “harga” yang harus dibayarnya untuk memperoleh kesuksesan.

Sedangkan sikap kedua, hanya mau merintis usaha berdasarkan apa yang dicintainya, membatasi peluang pada apa yang disukai dan dicintainya. Bukan berarti tidak mungkin berhasil, namun kemungkinan akan lebih besar apabila seseorang 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
Agar Istiqamah dalam Keimanan
Agar Istiqamah dalam Keimanan
14
Dengan shaum kita menekan nafsu dan membentengi diri dari maksiat, dan pada saat bersamaan kita memaksa diri untuk berbuat taat. Ketika shaum, jangankan tertinggal yang fardhu, terluput dari yang sunnat saja hati bisa menyesal.