Artikel Islami
Mengulik Beda Zakat, Infak, dan Sedekah

Mengulik Beda Zakat, Infak, dan Sedekah
Secara pengertian hampir sama, yakni infak dan sedekah sama-sama mengeluarkan yang baik. Lalu, apa perbedaannya?

Islam menganjurkan umatnya untuk mengeluarkan harta. Anjuran itu berupa ibadah yang lazim kita kenal sebagai zakat, infak, dan sedekah. Ketiga ibadah ini dilakukan dengan memberikan sesuatu yang bisa memberi manfaat bagi orang lain.
 
Namun, masih banyak kiranya yang bingung terkait zakat, infak, dan sedekah. Seringkali zakat dianggap sebagai sedekah biasa, atau sebaliknya. Padahal, ketiga ibadah itu memiliki perbedaan yang jelas.
 
Zakat secara definisi adalah pengambilan atau mengeluarkan harta tertentu dengan jumlah tertentu dan dalam waktu tertentu. Zakat itu hukumnya wajib. Karena wajib, maka Allah SWT menentukan takaran atau nisabnya. Misalnya, ketika kita memiliki harta yang sudah sampai nisab, maka wajib dikeluarkan zakatnya.
 
Lalu, zakat itu dikeluarkan dalam waktu tertentu. Zakat itu haulnya setahun. Kalau pun ada pendapat untuk mengeluarkan zakat profesi yang dikeluarkan sebulan sekali, itu adalah hasil ijtihad. Jadi, kalau zakat profesinya dikumpulkan setahun lalu dizakati, juga tidak masalah. Selain itu, zakat hanya dapat diberikan kepada orang tertentu. Yakni delapan asnaf yang disebutkan dalam surah at-Taubah [9] ayat 60.
 
Ada pun infak dan sedekah, itu memang tidak diwajibkan atau hukumnya sunnah. Secara pengertian hampir sama, yakni infak dan sedekah sama-sama mengeluarkan yang baik. Lalu, apa perbedaannya? Jika infak lebih spesifik terhadap materi atau harta, sedangkan sedekah bisa lebih dari sekadar harta. Seperti senyuman, menolong orang menyeberang jalan, dan beragam kebaikan lainnya.
 
Berangkat dari definisi zakat, infak, dan sedekah, maka bisa disimpulkan. Yakni saat harta kita sudah mencapai nisab, maka wajib untuk berzakat. Jika ada rezeki lebih, bisa sekaligus berinfak atau bersedekah. Sedangkan bagi yang hartanya belum sampai nisab, juga tetap bisa bisa mengeluarkan infak atau sedekah. 
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
Agar Istiqamah dalam Keimanan
Agar Istiqamah dalam Keimanan
14
Dengan shaum kita menekan nafsu dan membentengi diri dari maksiat, dan pada saat bersamaan kita memaksa diri untuk berbuat taat. Ketika shaum, jangankan tertinggal yang fardhu, terluput dari yang sunnat saja hati bisa menyesal.