Artikel Islami
Fakir Miskin, Prioritas Utama Penerima Zakat

Fakir Miskin, Prioritas Utama Penerima Zakat
Di antara yang delapan ini, yang pertama disebutkan adalah fakir dan miskin, sehingga kami berpikiran bahwa yang menjadi prioritas adalah fakir miskin.

Ketika berbicara tentang zakat, maka ada aturan-aturan yang sudah ditentukan oleh Allah SWT  berkaitan dengan besaran dan siapa yang berhak menerimanya. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat at-Taubah ayat 60, bahwa ada delapan asnaf yang berhak menerima zakat.
 
Di antara yang delapan ini, yang pertama disebutkan adalah fakir dan miskin, sehingga kami berpikiran bahwa yang menjadi prioritas adalah fakir miskin. Tapi bukan berarti mengesampingkan enam asnaf zakat lainnya.
 
Karenanya, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) DPU Daarut Tauhiid juga memprioritaskan pengalokasian dana zakat ini untuk fakir miskin. Hanya memang kalau di DPU Daarut Tauhiid, pola yang dilakukan adalah pemberdayaan, dan tidak charity.
 
Kita berupaya membantu fakir miskin ini dengan pemberdayaan. Jadi, bagaimana mengubah fakir miskin menjadi mandiri sehingga ke depannya mereka tidak lagi ketergantungan terhadap bantuan dari orang lain atau lembaga. Karena inti daripada zakat adalah mengentaskan kemiskinan.
 
Kami juga memberikan dalam bentuk charity, tapi tidak sebesar untuk program pemberdayaan. Seperti layanan kesehatan gratis, bantuan makanan untuk yang kelaparan, bantuan untuk bayar sekolah bagi mereka yang tidak mampu membayar biaya sekolah. Bantuan untuk enam asnaf lainnnya juga kami berikan. Tentu sekali lagi, tidak sebesar untuk program pemberdayaan.

Terakhir, semoga program-program dari DPU Daarut Tauhiid ini dapat membantu mengentaskan kemiskinan di negeri ini.[]






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
Agar Istiqamah dalam Keimanan
Agar Istiqamah dalam Keimanan
14
Dengan shaum kita menekan nafsu dan membentengi diri dari maksiat, dan pada saat bersamaan kita memaksa diri untuk berbuat taat. Ketika shaum, jangankan tertinggal yang fardhu, terluput dari yang sunnat saja hati bisa menyesal.