Artikel Islami
Madu Tidak Sehat bagi Bayi

Madu Tidak Sehat bagi Bayi
Madu yang murni (asli) sebenarnya baik untuk kesehatan, baik untuk orang tua maupun anak-anak. Namun menurut The American Academy of Pediatrics, menyarankan bayi usia di bawah satu tahun sebaiknya jangan diberikan madu terus-menerus, apalagi dalam takaran banyak,

Apakah bayi di bawah umur setahun sudah boleh mengonsumsi madu walau dosisnya sedikit? Ada yang mengatakan boleh-boleh saja. Ketika anak saya lahir, saya langsung memberikannya madu. Dan itu hanya dioles di bibirnya, tidak langsung diminumkan.

+6285796639xxx

“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.”(QS. an-Nahl: 69).

 

Madu yang murni (asli) sebenarnya baik untuk kesehatan, baik untuk orang tua maupun anak-anak. Namun menurut The American Academy of Pediatrics, menyarankan bayi usia di bawah satu tahun sebaiknya jangan diberikan madu terus-menerus, apalagi dalam takaran banyak, karena:

 

  1. Bayi belum memiliki pencernaan yang sempurna, enzim-enzim pencernaan yang mengolah makanan juga belum sempurna. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga belum sempurna untuk melawan kuman yang masuk melalui makanan.
  2. Madu kemungkinan besar mengandung spora botulisme yang bisa menyebabkan keracunan pada bayi. Kontaminasi spora botulisme bisa terjadi terjadi ketika lebah melakukan tugasnya, yakni menyebarkan putik sari ke tanah dan menghisap sari bunga.
  3. Sebaiknya bayi diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama.

 

Jadi, memberikan madu kepada bayi umur kurang dari 1 tahun berisiko menyebabkan penyakit botulisme. Sebenarnya bukan efek langsung madu yang tidak baik bagi tubuh, tapi dikarenakan adanya kemungkinan madu terkontaminasi dengan spora C. botulinum.

 

Kasus botulisme memang sangat jarang dijumpai dan TIDAK hanya dijumpai dikarenakan madu, tapi JUGA oleh makanan lainnya yang terkontaminasi. HANYA 5% kasus yg dijumpai botulisme dikarenakan madu. Kebanyakan kasus botulisme ditemui dari makanan kaleng yang tercemar. Kasus botulisme juga banyak ditemui di negara Amerika dikarenakan dari jenis tanah yang banyak mengandung spora ini. Adapun untuk bayi di atas 1 tahun dan orang dewasa pencernaannya sudah cukup kuat. Spora ini akan mati oleh asam yang dihasilkan lambung manusia.

 

Bagaimana dengan di Indonesia?

Kita ketahui di Indonesia kebanyakannya berkiblat pada pengobatan ala timur yang banyak menggunakan madu. Di Indonesia juga tidak sedikit ibu-ibu memberikan madu kepada bayinya dan memang belum pernah kasus botulisme terjadi di Indonesia.

 

Bagaimana sebaiknya?

Dalam rangka berhati-hati, tidak ada salahnya untuk tidak memberikan madu sebelum genap umur bayi 12 bulan. Ataupun jika terpaksa, pastikan madu yang diberikan diolah secara higienis sehingga madu tersebut aman dikonsumsi.

 

Gejala bayi yang terkena penyakit botulisme:

  • Sembelit (biasanya merupakan gejala yang paling awal).
  • Bayi terkulai, karena kelemahan otot dan kesulitan mengontrol kepala.
  • Tangisan yang lemah.
  •  
  • Ileran karena sulit menelan.
  • Kelopak mata yang sayu/seperti mengantuk.
  •  
  • Kesulitan menghisap saat nenen atau minum dari botol.
  •  

Solusi:

Salah satu solusi ketika kita ingin mengambil manfaat madu tanpa khawatir akan bakteri adalah konsumsi madu oleh ibu menyusui, sehingga bayi akan mendapatkan khasiat madu secara tidak langsung dari ASI. Bakteri penyebab botulisme akan mati oleh lambung orang dewasa. Atau kalau Anda yakin bayi Anda Insya Allah tidak apa-apa diberikan madu, malah menjadi semakin sehat, silakan Anda mencobanya.

 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Islami Lainnya
Berwakaf, Amalan Orang Cerdas
Berwakaf, Amalan Orang Cerdas
12
Aa Gym mengatakan, ada satu amalan yang menjadi bekal bagi mereka yang cerdas tersebut. Amalan itu merupakan amal jariyah yang terus mengalirkan pahala hingga hari kiamat.