Artikel Muslimah
Belajar Menjadi Teladan bagi Anak

Belajar Menjadi Teladan bagi Anak
Tentu saja sebagai orang tua yang bertanggungjawab akan memperhatikan dan mempersiapkan semua itu dengan bijak.

Oleh: Betty Y. Sundari*
 
Anak adalah amanah dari Alloh yang harus kita pertanggungjawabkan kelak.  Baik buruk anak tergantung kepada kita sebagai orang tuanya, bagaimana mendidik dan membimbing mereka saat berada dalam pengasuhan. 

Sudah selayaknya setiap orang tua menyadari betapa besar peran yang harus dimainkannya.  Orang tua memegang peran penting sebagai figur yang akan diteladani oleh anak-anaknya.  Karena yang pertama sekali dilihat dan ditiru anak tidak lain adalah orang tuanya sendiri, mereka yang pertama berinteraksi dalam kehidupannya di dunia. 

Anak belajar segala sesuatu yang dilihatnya sehari-hari.  Tentu saja yang lebih banyak berinteraksi dengan mereka adalah orang yang paling dekat dengannya, diantaranya orang tua, ayah dan ibu.  Mereka akan belajar banyak dari orang tuanya, seperti cara berbicara, keterampilan bersosialisasi, sampai dengan caara bagaimana menghadapi stress atau masalah. 

Tentu saja sebagai orang tua yang bertanggungjawab akan memperhatikan dan mempersiapkan semua itu dengan bijak.  Perlu adanya acuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.  Dalam hal ini kita tidak usah jauh-jauh untuk mencarinya, karena sudah jelas ada sosok teladan yang patut kita tiru, yaitu Rasululloh SAW. 

”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasululloh SAW itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang mengharap(rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Alloh.” (QS. Al-Ahzab : 21) 

Selain itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya :
1.Sikap menghargai
Menyadari bahwa tiap orang atau anak itu berbeda, sebagai orang tua harus mampu menunjukkan pada anak bahwa kita mampu menghargai perbedaan-perbedaan tersebut.

2.Sadar dan patuh hukum
Bersikap maksimal mematuhi aturan dan berusaha untuk mengenalkan pada anak, adalah bagian dari kewajiban orang tua.  Terutama aturan Alloh yang menjadi acuan dalam hidup.

3.Tegas
Menyayangi anak bukan berarti menjadi lemah dalam bersaikap.  Ketegasan sangat diperlukan agar anak faham  mana yang benar dan mana yang salah.

4.Penyayang atau baik hati
Setiap orang tua pasti memiliki sikap kasih sayang terhadap anak-anaknya.  Alangkah lebih baik lagi bila sikap ini diperluas untuk menyayangi semua ciptaanNya. 

5.Ramah dan sopan
Walaupun terhadap anak yang usianya jauh berbeda di bawah kita sebagai orang uta, tetap kita harus mampu menunjukkan sikap ramah dan sopan.  Mengapa? Sebab mereka akan tahu bersikap ramah dan sopan dari mana bila kita sebagai orang tuanya tidak mencontohkannya.

6.Perlihatkan minat
Adakalanya minat anak berbeda jauh dengan apa yang diminati orang tuanya.  Sebaga orang tua yang bijak, tetaplah menuntukkan perhatian dan minat untuk mendukungnya selam hal itu tidak melanggar aturan agama.

7.Bersikap positif
Sikap positif  dalam berbagai hal sangat diperlukan.  Mulailah menerapkan dalam diri kita sebagai orang tua di kehidupan sehari-hari.  Anak pun insyaAlloh dengan sendirinya akan terimbas dengan kebiasaan bersikap positif di kehidupannya. 

Pada akhirnya keberhasilan semua itu kembali pada orang tua, kesungguhan mereka untuk menerapkannya.  Tanpa contoh keteladanan, apa yang disampaikan pada anak-anak hanya akan menjadi teori belaka, hanya sebatas ilmu tapi tidak mampu merealisasikannya dalam kehidupan nyata.
Selain itu menjadi teladan bagi anak tidak cukup hanya melakukan hal-hal yang baik di hadapan mereka saja, tapi perlu adanya penguatan dengan bimbingan dan arahan melalui pembiasaan.  Wallohu’alam. Wallahu’alam.
 
*Ustadzah Pesantren Daarut Tauhiid Bandung
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Bersahabat, Kita Ke Surga
Bersahabat, Kita Ke Surga
18
Menurut islam, sahabat yang baik senantiasa membantu temannya untuk tetap menjaga iman dan ketaatannya kepada Allah SWT. Ia juga akan melarangnya melakukan dosa-dosa besar, membantu mempertebal keimanannya,
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por