Artikel Muslimah
Fatin Shidqia Lubis: Ayo... Ayo... Bersedekah!

Fatin Shidqia Lubis: Ayo... Ayo... Bersedekah!
Diakuinya bahwa selain bernyanyi, ketika Ramadan Fatin juga lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya, terutama kedua orangtuanya. “Biasanya selain nyanyi, kumpul sama teman, tapi kan kalau sekarng kan susah jadi mentok-mentoknya kumpul sama mamah dan ayah,” ungkapnya.

Ramadan tinggal menghitung hari. Tak terasa akhir Juni ini sudah masuk bulan Ramadan. Bulan istimewa yang dinantikan oleh seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Termasuk juga penyanyi imut yang satu ini, Fatin Shidqia Lubis.

 

Dara kelahiran Jakarta 30 Juli 1996 ini merupakan juara ajang pencarian bakat X Factor tahun 2013. Setelah dinobatkan menjadi juara, Fatin lantas mengeluarkan beberapa single terbarunya. Salah satunya adalah single berjudul ‘Cahaya di Langit Itu’ yang merupakan soundtrack dari film ‘Cahaya di Langit Eropa’.

 

Di sela-sela kesibukannya sebagai artis anyar, Fatin yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasioanal di SMA 97 Jakarta itu, meluangkan waktunya berbagi pengalaman dengan reporter Astri Rahmayanti dan Cristi Aningsih Sarif dari majalah Swadaya pada 23 April 2014.

 

Ramadan yang Lebih Baik

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, begitu juga dengan Ramadan. Tentunya Ramadan tahun ini juga harus lebih baik dari Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Tak terkecuali Fatin, anak sulung dari pasangan Bahari Lubis dan Nurseha tersebut merasakan bahwa Ramadan sebelumnya belum maksimal. Nah, pada Ramadan sekarang, Fatin ingin lebih baik dari Ramadan sebelumnya.

 

Diakuinya bahwa selain bernyanyi, ketika Ramadan Fatin juga lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya, terutama kedua orangtuanya. “Biasanya selain nyanyi, kumpul sama teman, tapi kan kalau sekarng kan susah jadimentok-mentoknya kumpul sama mamah dan ayah,” ungkapnya.

 

Padatnya kegiatan saat Ramadan tahun lalu, membuat Fatin harus pintar-pintar membagi waktu antara karir danibadah. Apalagi saat itu, Fatin masih berstatus sebagai seorang pelajar. Walaupun demikian, Fatin sangat bersyukur kedua orangtuanya selalu mengingatkan. Salah satunya adalah ibadah membaca al-Quran. “Mamah suka ngajakin khataman al-Quran sama ayah juga. Semoga tahun ini bisa lebih baik lagi dibanding mereka,” harapnya.

 

Fatin memiliki targetan untuk Ramadan tahun sekarang. Tidak muluk-muluk, tapi hal tersebut membuat Fatin ingin Ramadan kali ini lebih baik dari Ramadan sebelumnya. “Kalau saya sih yang simple-simple dulu saja. Saya ingin tarawehnya lebih baik dari Ramadan sebelumnya,” tuturnya.

 

Ramadan selalu membuat kesan tersendiri bagi setiap orang. Pengalaman yang berbeda dan penuh warna selalu dimiliki oleh siapapun. Tak sedikit orang yang memiliki kesan saat sahur, tarawih, menunggu buka puasa, sepuluh malam terakhir, atau bahkan sedang berbuka. Fatin memiliki kesan-kesan saat Ramadan, terutama ketika berbuka puasa. Terlihat sederhana tapi itulah yang membuat Fatin teringat dengan Ramadan.

 

“Aku jarang banget minum teh manis, tapi saat Ramadan selalu disediakan teh manis baru boleh minum air putih. Kurma juga pada bulan-bulan biasa gak terlalu suka. Tapi saat Ramadan, rasanya pengen terus makan kurma,” kata Fatin.

 

Bulan Berbagi

Ramadan sangat identik dengan berbagi karena saat itulah Allah membalas amalan kita dengan berlipat-lipat. Fatin pun sangat bahagia dengan adanya berbagai lembaga sosial/zakat. “Aku tuh percaya banget kalau kita berbagi, itu akan dibalikinnya berkali lipat. Jadi di luar sana banyak orang yang lebih membutuhkan dari kita, terus kalau rejeki kita sudah ada yang jamin,” ujarnya.

 

“Aku juga senang banget dengan adanya lembaga-lembaga sosial/zakat, soalnya itu pasti akan membantu banget. Itu seperti ngasi mereka harapan kalau mereka tidak sendirian. Ada yang masih peduli sama mereka,” lanjut Fatin.

 

Oke guys... menurut aku infak itu penting banget. Kalian ngasi ke orang yang benar-benar membutuhkan. Sisa uang yang menurut kalian bingung mau diapain, mending diinfakin. Terus kalau kita berinfak kepada orang yang membutuhkan, itu bakal ngerasa kayak ada yang masih perhatian dengan mereka. aku percaya banget, kalo kita ngasih itu pasti bakal dibalikkinnya berkali-kali lipat ,dan itu positif. Jadi udah nambah pahala, bikin hati tenang juga, itu rasanya pasti lega kalau kita bisa membantu sesama. Jadi, ayo.. ayo... bersedekah,” ujar Fatin mengakhiri perbincangan.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Merahasiakan Aib Keluarga
Merahasiakan Aib Keluarga
11
Seorang Muslimah harus menghiasi akhlaknya dengan keahlian untuk menutupi cacat (aib) orang lain. Ketidaksukaannya untuk mengorek-ngorek aib dan kekurangan orang lain, apalagi menyebarkannya, merupakan buah dari keimanannya terhadap Allah SWT.