Artikel Muslimah
Lisan yang Cantik

Lisan yang Cantik
Muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat, termasuk ghibah. Selalu waspada dari tergelincirnya lidah pada perkara ghibah yang sangat dibenci oleh Allah. Orang yang berghibah ibarat memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Suatu saat saya pernah bertanya kepada seorang bapak, “Pak, dulu saat Anda belum berkeluarga, muslimah dengan kriteria seperti apa yang dicari?” Bapak itu menjawab, “Oh tentu saja muslimah yang cantik luar dalam. Secara fisik memang awal penilaian, tapi ketika saat berbicara ternyata kata-katanya seperti sampah dan gak nyambung, wah langsung jatuh nilainya!”

Perbincangan tadi sepertinya klise dan tak berbobot. Namun jika direnungkan ada banyak hikmah yang bisa kita ambil. Bahwa kecantikan seorang muslimah memang tidak terhenti sampai di fisik saja. Cantik luarnya saja tidak cukup untuk menilai seorang perempuan, khususnya muslimah. Ini baru sebatas penilaian manusia. Apalagi penilaian Allah SWT yang Maha Segalanya? Dia Yang Maha Tahu hal-hal yang tersembunyi sekali pun.

Cantiknya seorang muslimah terletak pada cantiknya dia bertutur kata. Memiliki kecantikan lisan adalah sebuah keniscayaan bagi seorang muslimah. Allah dengan tegas menyatakan bahwa ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Jika dihina atau dicaci oleh orang jahil (tidak berilmu), mereka tidak membalasnya kecuali dengan perkataan yang baik dan lemah lembut.

“Dan hamba-hamba Rabb Yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang (mengandung) keselamatan.“ (QS. Al-Furqaan [25]: 63).

 Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk menjaga lisan kita, yaitu: 1) Tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia. 2) Berkata jika ada kebaikan di dalamnya dan manfaat bagi agamanya. 3) Berfikirlah dulu sebelum berbicara.

Muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat, termasuk ghibah.  Selalu waspada dari tergelincirnya lidah pada perkara ghibah yang sangat dibenci oleh Allah.  Orang yang berghibah ibarat memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

 “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat [49]: 12).
Mari percantik lisan kita karena kualitas lisan seseorang mencerminkan kualitas keimanannya.

Hal ini dapat diilustrasikan seperti sebuah teko yang hanya akan mengeluarkan apa yang ada didalamnya. Teko berisi air susu akan mengeluarkan air susu. Sebaliknya jika teko tersebut berisi air comberan maka yang dikeluarkannya pun air comberan.

Percantik lisan kita dengan cara selalu beramar ma’ruf nahi munkar. Mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran sekecil apa pun. Hiasi lisan dengan senantiasa tak lepas dari berdzikir kepada-Nya. Memohon ampunan dan selalu memuji Allah semata. Wallahu ‘alam.
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Mengikis Kebencian dan Dendam
Mengikis Kebencian dan Dendam
26
Salah satu efek buruk dari kebencian dan kedendaman adalah menghilangkan kejujuran kita melihat kelebihan dan kebaikan orang yang dibenci. Ketika kita sudah benci kepada seseorang, apa pun yang dilakukannya niscaya selalu buruk. Jangankan melakukan perbuatan tercela, salat sekali pun akan dipandang buruk.
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por