Artikel Muslimah
Utang Tak Kunjung Hilang

Utang Tak Kunjung Hilang
Saudariku, Rasulullah saw pernah mencontohkan untuk berdoa yang diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudhri ra. Dia mengatakan, “Pada suatu hari Rasulullah saw masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah ra sedang duduk di sana. Beliau bertanya,

Saudariku, kita seringkali merasakan hidup yang dijalani terasa amat berat, bahkan kita merasa tidak sanggup memikulnya. Nah, semua ini terjadi karena kita berhitung dalam kemampuan manusia yang terbatas dan lemah. Namun, apabila hitungannya sesuai dengan hitungan Allah Yang Mahakuasa dan Mahatahu, kita tidak pernah merasa berat menjalani kehidupan ini.
 
Memang, sangat wajar apabila manusia mengalami kepanikan, kerisauan, khawatir dengan kondisi yang sedang dan akan dihadapi. Namun jangan terlalu lama paniknya, segera bangkit dan kembalikan kepada Dia yang memberikan ujian dan pemilik solusi. Berdoalah dan terus mendekatlah kepada Allah Ta’ala dengan ketaatan yang utuh dan penuh terhadap aturan-Nya. Berharaplah agar Allah senantiasa menolong dan menunjukkan jalan yang terbaik.
 
Saudariku, rezeki yang kita dapatkan bukan hanya terpaku pada uang yang dihasilkan tiap bulannya atau dari pinjaman seseorang. Kesehatan, kebahagiaan, dan utuhnya keluarga pun termasuk rezeki yang tidak ternilai harganya.
 
Manusia seringkali hanya bisa melihat satu arah pandang saja bahwa yang dapat menolong adalah manusia, padahal Allah-lah sebenar-benarnya penolong. Manusia hanya sebagai sarana yang Allah Ta’ala hadirkan untuk mempermudah jalan kita. Kita seringkali hanya menggantungkan harapan hanya pada manusia yang belum tentu bisa menjamin. Namun kepada Allah, Zat Mahapenjamin seringkali jarang sekali kita harapkan.
 
Mari kita ubah posisinya bahwa hanya Allah sajalah tempat kita meminta, bergantung dan satu satunya harapan yang dapat menolong kita untuk  melewati setiap episode kehidupan ini. Maka, sebelum meminta tolong kepada manusia, semisal meminjam uang, pastikan agar kita “berkonsultasi” terlebih dahulu kepada Allah. Mohonlah jalan terbaik. Andaikan harus meminjam, kita melakukannya atas petunjuk Allah.
 
Saudariku, Rasulullah saw pernah mencontohkan untuk berdoa yang diriwayatkan oleh Abu Said al-Khudhri ra. Dia mengatakan, “Pada suatu hari Rasulullah saw masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah ra sedang duduk di sana. Beliau bertanya, “Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu salat?” Dia menjawab, “Aku bingung memikirkan utangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya, “Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah doa yang apabila kau baca, niscaya Allah Ta’ala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Dia menjawab, ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah doa: Allaahuma inni a'udzubika minal hammi wal hazan, wa a'udzubika minal ajzi wal kasal, wa a'udzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatid-daini wa qahrir rijaal.’”
 
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia.”
 
Abu Umamah ra pun berkata, ”Setelah membaca doa tersebut (dengan sepenuh keyakinan), Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas utangku.” (HR Abu Dawu, 4:353).
 
Doa ampuh yang diajarkan Nabi saw kepada Abu Umamah merupakan doa untuk mengatasi problem utang berkepanjangan. Di dalam doa tersebut terdapat beberapa permohonan agar Allah Ta’ala lindungi seseorang dari beberapa masalah dalam hidupnya. Dan segenap masalah tersebut ternyata sangat berkorelasi dengan keadaan seseorang yang sedang dililit utang.
 
Saudariku, solusi atas masalah ini sebenarnya lebih pada masalah keyakinan, yaitu bagaimana kita bisa semakin yakin pertolongan Allah; semakin dekat dan taat kepada-Nya. Kalau kita mantap dengan pertolongan Allah, seberat apa pun masalahnya pasti akan bisa diatasi. Ada pun caranya Allah pasti akan mengatur, boleh jadi ada yang memberi pinjaman, menangguhkan pembayaran, membebaskan, kita mendapatkan jalan rezeki untuk melunasi utang, dan banyak hal lain di luar perhitungan kita.
 
Nah, sebagai penguat, ada sejumlah amalan yang dapat membukakan pintu rezeki, antara lain:
1. Tobat dan perbanyak istighfar.
"... dan seorang hamba dicegah baginya rezeki karena dosa yang dibuatnya." (HR Tirmizi)
Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa dosa itu menghalangi turunnya rezeki. Jadi ada aktivitas-aktivitas maksiat yang apabila kita kerjakan ternyata menjadi penghambat turunnya rezeki. Oleh karena itu, tobat dan istighfar atas maksiat dapat membuka hambatan-hambatan aliran rezeki.
 
Ada pun secara khusus Allah dalam al-Quran menjelaskan perihal istighfar sebagai solusi rezeki dalam surat Nuh [71] ayat 10-12.
 
2. Mulai belajar berbisnis walaupun kecil-kecilan.
"Hendaklah kalian berdagang, karena di dalamnya terdapat 9 dari 10 pintu rezeki." (HR Ahmad)
 
Pada zaman sekarang, kini kita bisa berdagang, jualan atau bisnis dengan hanya sedikit modal, waktu dan tempat yang sangat fleksibel dengan memanfaatkan internet.
 
3. Jangan malas mendirikan salat Dhuha.
"Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (salat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (HR. Hakim, Thabrani).
 
4. Sering-seringlah bersedekah walaupun sedikit.
Nabi saw berpesan kepada Zubair bin Awwam, "Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu dibentangkan di Arsy, yang dikirim oleh Allah Azza wa Jalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya." (HR. Daruquthni dari Anas ra).
 
5. Tingkatkan bakti kita kepada orangtua.
"Barangsiapa yang berbakti kepada ibu bapaknya maka kebahagiaanlah buatnya dan Allah akan memanjangkan umurnya." (HR. Abu Ya'ala, Thabrani, Hakim).
 
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Cara Menjaga Lisan
Cara Menjaga Lisan
12
menjaga lisan termasuk amal yang sangat utama lagi dicintai Allah. Dia menjadi tolok ukur keimanan seseorang, menjadi jalan bagi teraihnya aneka kebaikan,