Artikel Muslimah
Menuju Muslimah Bertauhid

Menuju Muslimah Bertauhid
Ya Rabb, hamba yakin tiada Tuhan selain Engkau, ia pun terus mencoba memasukkan makna La ilaha ilallah ke dalam lubuk sanubarinya yang paling dalam, sampai ia merasakan ketenangan dan kesejukan. Ketika ia lafazkan dalam zikir di setiap helaan napasnya.

”Tidakah kamu memerhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya kuat, dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhan-Nya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat”
(QS Ibrahim [14] : 24-25)
Muslimah yang kuat adalah muslimah yang bisa menghadapi berbagai macam kesulitan hidup dengan selalu bersandar pada Allah. Keyakinannya kuat akan pertolongan Allah, sehingga ia selalu optimistis menghadapi hidup. Bukan berarti tidak membutuhkan teman untuk berbagi, namun dengan berbekal keyakinan yang kuat, ia menjadikan temannya dan apa pun yang ada disekelilingnya hanya sebagai syariat datangnya pertolongan Allah. Ia kembalikan hakikat kejadian yang yang menimpanya hanya atas izin Allah.
Suatu ketika seorang muslimah yang sedang dirundung kesulitan datang mengadukan masalahnya, tidak ada kata dan pemecahan kecuali disarankan untuk membuka Alquran dan memohon petunjuk Allah agar dibukakan pintu pertolongan-Nya. Seketika ia membuka Alquran dan dengan izin Allah Ia temukan satu ayat yang menggugah relung qolbunya.
”Tidakah kamu memerhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya kuat, dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhan-Nya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat” (QS Ibrahim [14] : 24-25). Yang dimaksud dengan kalimat yang baik adalah kalimat La ilaha ilallah.
Subhanallah, inilah ayat yang ia dapati dalam waktu sesaat ketika ia membuka Al-Quran, ia termenung sejenak memaknai kalimat La ilaha ilallah, tiada tuhan selain Allah. Ya Rabb, hamba yakin tiada Tuhan selain Engkau, ia pun terus mencoba memasukkan makna La ilaha ilallah ke dalam lubuk sanubarinya yang paling dalam, sampai ia merasakan ketenangan dan kesejukan. Ketika ia lafazkan dalam zikir di setiap helaan napasnya.
Seperti yang tercantum dalam ayat di atas, bahwa orang yang sudah teruji dan yakin dengan makna La ilaha ilallah, maka ia akan menjadi manusia yang dirasakan banyak manfaatnya oleh lingkungan di sekitarnya.
Salah satu hasil dari keyakinan kepada Allah adalah untaian kata-kata yang diucapkannya adalah kata-kata yang baik, karena Allah senantiasa menuntun setiap kata yang dituturkannya. Tidak ada kata yang sia-sia kecuali setiap kata mengandung makna zikir pada Allah, tidak ada kata yang menyakiti kecuali hanya berlindung pada Allah dari setiap perkataan yang mengandung ghibah. Semua itu adalah bentuk implementasi dari rasa takut dan cinta pada Allah.
Bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan dan menguatkan keyakinan, namun jangan menganggap sulit sejauh kita mau mencari ilmu, mengamalkan, dan melatih diri untuk dapat mencintai Allah. Ada beberapa hal yang dapat kita jadikan sarana berlatih menguatkan keyakinan dan kecintaan kita pada Allah di antaranya:
 
Selalu merasa dilihat Allah
Tidak semua orang yang dalam keadaan sadar merasakan kehadiran Allah saat melaksanakan aktivitasnya. Padahal, sekecil apa pun perbuatan kita tidak luput dari pengawasan Allah. Bukankah Allah telah menugaskan malaikat Rakib dan Atid untuk mencatat semua perbuatan yang kita lakukan.
Terkadang kita lebih “jaim” (jaga image) di hadapan manusia daripada di hadapan Allah. Sebagai contoh seorang ibu yang sedang berkunjung ke rumah mertuanya mendapati anaknya yang rewel, menangis tidak mau diam. Apa yang dilakukan ibu ini ketika di hadapannya ada mertuanya, dibelai lembut dan dininabobokanlah anaknya sampai terlelap.
Lain halnya dengan ketika kondisi ini ia hadapi tanpa kehadiran mertuanya, kebiasaan buruknya adalah mencubit dan memarahinya. Itulah kebiasaan buruk kita, padahal meskipun dalam keadaan tidak ada seorang pun, namun Allah tetap Mahamelihat.
 
Setiap selesai berbicara membiasakan evaluasi diri dengan Beristigfar
Terkadang dalam suatu pertemuan kita lepas kontrol dalam menyampaikan ide atau pendapat, sehingga secara tidak sadar banyak perkataan kita yang terucap karena nafsu dan kepentingan kita bukan karena semangat solusi memecahkan masalah. Hal ini mungkin oleh sebagian orang dianggap sepele, namun jika riyadhoh ini diamalkan, insya Allah akan menjadi pintu masuk kedekatan kita pada Allah.
 
Jangan berbicara ketika suasana hati kita tidak enak
Teko itu akan mengeluarkan isi teko. Jika berisi air jernih maka jernih pulalah minumannya, jika berisi air kopi maka keruhlah warna airnya. Itulah kiasan sederhana tentang kondisi hati kita. Untuk menjaga lisan dan perbuatan kita dari hal-hal yang dapat menyakitkan, maka berpikir sejenak dan renungi kondisi hati kita saat kita akan berbicara. Jika kondisinya sedang tidak enak sebaiknya menahan diri untuk berkata-kata. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Merahasiakan Aib Keluarga
Merahasiakan Aib Keluarga
11
Seorang Muslimah harus menghiasi akhlaknya dengan keahlian untuk menutupi cacat (aib) orang lain. Ketidaksukaannya untuk mengorek-ngorek aib dan kekurangan orang lain, apalagi menyebarkannya, merupakan buah dari keimanannya terhadap Allah SWT.
Galeri
HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka

Ditengah Kerumunan

Seorang anak dan bapaknya berdiri ditengah ribuan jamaa