Artikel Muslimah
Akhlak terhadap Orangtua

Akhlak terhadap Orangtua
Namun terkadang kita lupa dengan kewajiban-kewajiban kita terhadap orangtua yang telah sangat berjasa. Bentuk amaliah apa saja yang dikategorikan birulwalidain? Tentu banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap orangtua.

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya dalam tiga puluh bulan. Sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a: ‘Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhao; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri’.” (QS.Al-Ahqaaf [46] ayat 15)

Islam telah memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk senantiasa berbuat baik kepada orangtua (birulwalidain), sekalipun orangtua tersebut berlainan keyakinan. Tuntunan mengenai birulwalidain sudah jelas digambarkan di dalam Al-Quran Surat Al-Ahqaaf (46) ayat 15, merupakan ayat menegaskan bahwa Islam menghargai kedudukan orangtua.

Begitu pentingnya kedudukan orangtua, sehingga Allah SWT kemudian memberikan satu penghargaan khusus terhadap mereka. Sebagaimana yang diriwayatkan di dalam hadits riwayat Bukhari, “barangsiapa membuat hati kedua orangtuanya ridha, maka sesungguhnya ia telah membuat Allah ridha kepadanya. Barangsiapa membuat hati orangtuanya murka, maka ia berarti membuat Allah murka kepadanya.”

Sebagai seorang muslim, tentu kita ingin menjadi anak shalih yang mampu berbuat baik terhadap orangtua. Namun terkadang kita lupa dengan kewajiban-kewajiban kita terhadap orangtua yang telah sangat berjasa. Bentuk amaliah apa saja yang dikategorikan birulwalidain? Tentu banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap orangtua.

Pertama, menghormati kedua orangtua, baik dari segi ucapan maupun perbuatan. Tidak pantas kiranya jika seorang anak berbicara kasar kepada orangtuanya, terlebih melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menyakiti hati keduanya.
Ingatlah, ridha Allah ada pada keridhaan orangtua.

Kedua, mengasihi dan menyayangi kedua orangtua dengan mendoakan dan memintakan ampunan kepada Allah. Sebagaimana yang diperintahkan dalam surat Al-Israa [17] ayat 24, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan rasa kasih sayang dan berdo’alah kepada Allah:’Wahai Tuhanku, kasih sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memeliharaku semasa kecil (dengan kasih sayang)’.”

Ketiga, meminta maaf kepada orangtua. Hal yang seringkali dianggap sepele namun berat untuk dilakukan adalah meminta maaf kepada orangtua. Jangan sampai menunggu saat lebaran untuk meminta maaf. Sering-seringlah meminta maaf kepada orangtua, karena bisa saja kita melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat hari orangtua terluka.

Keempat, silaturahim. Karena silaturahim merupakan amalan yang dicintai Allah, maka sering-seringlah bersilaturahim kepada orangtua atau kerabat terdekat. Sempatkan mengunjungi saudara jauh dan orang-orang yang biasa dikunjungi orangtua.

Kelima, memberi hadiah. Tidak ada salahnya seorang anak memberikan hadiah bagi orangtuanya. Sesekali, belikan sesuatu yang disukai orangtua. Tidak harus mahal, yang penting ikhlas.

Keenam, yang paling penting adalah mencintai orangtua hanya karena Allah. Sebab segala sesuatu yang ada di bumi ini milik Allah, dan akan kembali pada-Nya. Jika orangtua sudah meninggal, maka berarti selesai sudah kewajiban kita terhadap mereka. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Apabila seorang anak Adam meninggal dunia, maka amalnya terputus, kecuali 3 macam, yaitu: harta yang diwakafkan atau ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akan dirinya” (HR.Muslim).

Hubungan darah antara anak dengan orangtua tidak bisa terpisah sampai ke alam kubur. Walaupun jasadnya terpisah dan menjadi tanah, tapi ikatan darah anak dengan orangtua tetap terjalin abadi, maka pangabdian anak terhadap orangtuanya pun tidak hanya terbatas semasa orangtuanya hidup. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Dendam, Selingkuh, dan Ingin Cerai
Dendam, Selingkuh, dan Ingin Cerai
17
Jadi, sambil bertobat karena pernah melakukan dosa besar, mohonkan pula kepada Allah Ta’ala agar istri diberi hidayah, dilunakkan hatinya, dan diberi kesadaran akan kesalahannya.