Artikel Muslimah
Berhijab tapi Banyak Cobaan

Berhijab tapi Banyak Cobaan
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’

Assalamualaikum Teteh, sekarang saya sedang belajar untuk berhijab, tapi banyak sekali cobaannya. Mohon solusinya ya Teh.
+62-815-4098-xxxx

Wa’alaikumussalam wr.wb. Saudariku yang dirahmati Allah, ketika kita berhijrah dari keburukan menuju kebaikan, dari gelap menuju terang, termasuk dari awalnya tidak berhijab untuk kemudian berusaha berhijab, kita akan dihadapkan pada aneka tantangan, berat ataupun ringan. Itu adalah kewajaran, kalau tidak dikatakan “keharusan”.

Jangankan untuk sesuatu yang besar, yang mana tujuan akhirnya adalah surga, untuk hal-hal yang bersifat duniawi saja, semisal saat melamar kerja, saat mau naik kelas, saat hendak naik jabatan, dan lainnya, kita mendapatkan ujian sebelum mendapatkan yang diinginkan. Tanpa ada ujian, sangat kecil kemungkinan bagi kita untuk bisa naik kelas, diterima kerja, naik jabatan, atau sekadar menurunkan berat badan.

Demikian pula untuk menunaikan sebuah ketaatan setelah sebelumnya kita ingin, tantangannya akan sangat kuat. Setan dan orang-orang jahil tidak menginginkan kita untuk berubah. Maka, Allah Ta’ala berfirman, Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.’” (QS al-Baqarah [2]: 214)

Inilah rumus Ilahi bahwa kita tidak bisa meraih surga (sebagai puncak kesuksesan) apabila kita tidak bisa melewati ujian dan aneka kesulitan. Ingin berubah, pasti ada ujiannya. Ingin menjadi orang baik lagi saleh, pasti banyak ujiannya. Itu pasti.

Lalu, bagaimana agar kita kuat menghadapi aneka ujian tersebut? Jawabannya ada di surah Ali ‘Imrân [3] ayat 142, Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Jadi, agar kita bisa istiqamah dalam kebenaran, bisa lulus menghadapi aneka ujian, sampai akhirnya bisa meraih surga-Nya Allah, kuncinya ada dua, yaitu berjihad dan bersabar. Ada beragam jenis jihad dan bertingkat-tingkat pula level kesulitannya. Satu di antara bentuk jihad adalah bersungguh-sungguh menjalankan ketaatan kepada Allah.

Berhijab adalah sebentuk ibadah yang sangat agung bagi seorang muslimah. Maka, bersungguh-sungguhlah menjaga perintah tersebut, cari ilmu tentang keutamaan berhijab sehingga hati kita semakin mantap menjalaninya, cari teman atau lingkungan yang bisa menguatkan, mulai tutupi diri dari maksiat sebagaimana kita menutupi tubuh dengan kain hijab, hiasi diri dengan amal saleh, dan tentunya perkuat dengan doa dan terus doa.

Semua ini tidak mungkin bisa dilakukan apabila kita tidak memiliki kesabaran. Maka, perkuat kesabaran diri. Kalau ada yang mencemooh lebih baik diam, balas keburukan dengan kebaikan. Beri bukti kalau dengan berhijab kita bisa lebih baik. Andai dengan hijab itu, kita dikucilkan atau dikeluarkan dari tempat kerja, terima saja. Allah Ta’ala pasti akan memberi tempat kerja atau lingkungan pergaulan yang jauh lebih baik. Insya Allah. ** 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Merahasiakan Aib Keluarga
Merahasiakan Aib Keluarga
11
Seorang Muslimah harus menghiasi akhlaknya dengan keahlian untuk menutupi cacat (aib) orang lain. Ketidaksukaannya untuk mengorek-ngorek aib dan kekurangan orang lain, apalagi menyebarkannya, merupakan buah dari keimanannya terhadap Allah SWT.
Galeri
HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka

Ditengah Kerumunan

Seorang anak dan bapaknya berdiri ditengah ribuan jamaa