Artikel Muslimah
Muslimah, Anugerah Terindah bagi Dunia

Muslimah, Anugerah Terindah bagi Dunia
Tentunya, siapa pun kita, laki-laki atau perempuan, merupakan salah satu bentuk kasih sayang dari Rabb kepada kita sebagai hamba-Nya.

Perhiasan yang paling indah
Bagi seorang abdi Allah
Itulah ia wanita salehah
Ia menghiasi dunia
 
Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab Al-Quran didaulahkan
suami mereka ditaatinya
Akhlak mulia yang ia hadirkan
(The Fikr)
                                                                                                                                                        
Sepenggal lirik sederhana itu mungkin membuat sebagian hati para muslimah bertanya-tanya akan sosok wanita salehah. Pikirannya mulai mengelana dan memikirkan siapa yang layak meraih “gelar” tersebut. Bahkan, sesekali ia pun bertanya pada nuraninya, “Mungkinkah aku sosok muslimah salehah itu?” Lantas, seperti apakah sosok muslimah salehah itu?
 
Menjadi seorang perempuan (muslimah) adalah hal yang harus disyukuri. Apalagi menjadi seorang perempuan yang dihatinya ada iman terpatri. Dialah muslimah, anugerah terindah dari kehidupan manusia.
 
Kita tidak pernah berpesan kepada Allah untuk dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau perempuan. Dari ibu yang mana dan dilahirkan di mana. Tentunya, siapa pun kita, laki-laki atau perempuan, merupakan salah satu bentuk kasih sayang dari Rabb kepada kita sebagai hamba-Nya.
 
Teramat beruntung jika Anda adalah seorang muslimah. Kedudukannya sama di mata Allah dengan laki-laki. Allah berfirman: “Hai manusia sesungguhnya telah kami jadikan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan, berbangsa-bangsa, berkelompok-kelompok agar saling mengenal. Dan sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling takwa.” (QS. Al-Hujuraat [49]:13).
 
Bahkan, dalam Al-Quran Allah telah menamakan sebuah surah dengan nama “An-Nisa” yang artinya adalah perempuan. Mengapa? Karena surah tersebut berkisah banyak mengenai perempuan dibanding surah lainnya. Surah An-Nisa memuat penerapan hukum, pemberdayaan, dan hak asasi manusia. Selain itu, terdapat pula pembelaan dan perlindungan hak-hak perempuan baik harta, karir, karya, dan berpendapat seperti yang dimiliki kaum adam (laki-laki).
 
Muslimah Itu Spesial
Neno Warisman dalam sebuah bukunya menjelaskan bahwa seorang ibu adalah sebuah bintang super raksasa bernama antares. Jika dikenali, dihargai, dan diapresiasi, maka ibu mampu menjadi bintang super raksasa Antares yang besarnya berjuta kali lebih besar dari bintang Arcturus yang besarnya juga berjuta kali lipat dari matahari.
 
Seorang ibu, bahkan muslimah pada umumnya mau tidak mau memikul “beban” berat di pundaknya. Sebuah amanah besar telah menjadi tanggungannya sejak pertama ia melihat dunia.
Menjadi seorang anak bagi kedua orang tuanya, istri bagi suaminya, dan seorang ibu bagi anak-anaknya. Ia memiliki peran yang amat vital dalam kehidupan bermasyarakat. Bagaimana tidak, dari rahimnya generasi demi generasi lahir ke dunia ini. Ada yang menjadi seorang pemimpin maupun yang dipimpin. Ada juga yang menjadi penjahat maupun seseorang yang membela kebenaran.
 
Muslimah itu spesial. Ia mempunyai kewajiban-kewajiban yang tidak boleh dilanggar. Salah satu kewajiban yang tidak boleh dilanggar adalah menutup aurat. Sama halnya dengan laki-laki. Namun, perempuan atau muslimah pada umumnya lebih kompleks lagi dalam menjalankan perintah yang satu ini. Dengan perintah itu, muslimah akan semakin spesial jika dibanding perempuan-perempuan yang belum melaksanakan perintah tersebut dan belum ada setitik pun iman di hatinya.
 
Muslimah memiliki kewajiban menyebarkan syiar-syiar Islam di lingkungannya. Itulah yang membuat muslimah semakin spesial dari yang lainnya. Kewajiban ini tentunya juga berlaku bagi laki-laki. Namun, betapa luar biasanya jika seorang muslimah mampu menjalankan perannya sebagai seorang anak, istri, dan ibu, termasuk menyebarkan syiar-syiar Islam. Tak harus berceramah atau memimpin pengajian. Dengan selalu berperilaku baik, menjaga hubungan baik dengan masyarakat, dan menjaga adab-adab yang islami, secara tidak langsung muslimah telah menyebarkan syiar-syiar Islam.
 
Muslimah Kemarin, Hari Ini, dan Esok
Hendaknya kita mampu belajar pada sosok muslimah-muslimah pengukir sejarah. Seorang muslimah masa kini pun juga mampu mengukir sejarah untuk masa depan. Siapa pun itu. Jika Khadijah Binti Khuwailid dikenal sebagai wanita terbaik seluruh dunia, maka muslimah saat ini dan sampai kapan pun bisa mencontohnya. Jika memang tidak bisa menjadi seperti beliau, minimal menjadi muslimah terbaik di keluarganya.
 
Asma binti Abu Bakar, muslimah berani dan kuat yang dapat dijadikan contoh. Dalam masa kehamilannya beliau berani melintasi padang pasir dan menaiki bukit terjal sambil membawa bekal bagi Rasulullah dan ayahnya Abu Bakar yang ketika itu bersembunyi di gua Tsur. Sedangkan contoh keberanian dapat diperoleh dari Sumayyah Binti Khayyat. Beliau berani menentang keinginan musuh Allah untuk meninggalkan Islam walau harus syahid di ujung sangkur musuh Allah.
 
Berani dan kuat tidak cukup. Muslimah pun harus tahu banyak hal dan aktif dalam membina masyarakat. Becermin pada Aisyah ra, beliau adalah muslimah yang amat pandai ilmu hadis, fiqih, dan ilmu kedokteran. Selain itu, beliau juga mengajarkan ilmu tersebut kepada muslimah lainnya sebagai salah satu bentuk keikutsertaannya dalam membina masyarakat.
 
Jika ketika jaman jahiliyah perempuan dikenal sebagai makhluk yang lemah dan tidak berdaya, maka untuk saat ini tidak! Muslimah tak mesti lemah, gampang dibujuk rayu, dan tidak tahu apa-apa. Muslimah mesti berani, kuat, dan tahu banyak hal. Muslimah juga harus faham bahwa hidupnya tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk orang lain (umat).

sumber foto : https://percikaniman.id






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Lisan yang Cantik
Lisan yang Cantik
22
Selalu waspada dari tergelincirnya lidah pada perkara ghibah yang sangat dibenci oleh Allah. Orang yang berghibah ibarat memakan daging bangkai saudaranya sendiri.