Artikel Muslimah
Ketika Calon Lebih Tinggi Status Ekonominya

Ketika Calon Lebih Tinggi Status Ekonominya
Sungguh, kesungguhan dalam menata niat akan menentukan keberkahan hidup berumah tangga. Orang yang menikah karena silau dengan kekayaan keluarga calon, dia akan diuji dengan kefakiran.

Teteh, saya lagi bingung dengan kondisi kejiwaan saya. Pada satu sisi, usia saya sudah cukup untuk membina rumah tangga, akan tetapi pada sisi lain saya belum siap mental untuk hidup berumah tangga. Saya menjadi seperti ini karena tidak mendapatkan perhatian orangtua. Sejak kecil sudah ditinggal bapak, sedangkan ibu bekerja. Bagaimana menyikapi hal ini sedang teman baik saya lagi menjodohkan saya dengan temannya. Dia dari keluarga yang ekonominya di atas ekonomi keluarga saya, sedang adik teman tersebut mendukung perjodohan ini. Mohon masukannya.
+62 8531xxxxxxx
Jawab:
Saudaraku, sangat tepat kiranya apabila kita tidak terus menyalahkan masa lalu. Kehidupan kita yang sebenarnya adalah sekarang. Oleh karena itu, gunakanlah saat sekarang sebaik mungkin. Tidak ada gunanya menyesali masa lalu karena hanya akan membuat diri semakin lemah, semakin sakit, dan membuang banyak energi dan waktu produktif. Hal yang diperbolehkan adalah melihat masa lalu sebagai cermin dan motivasi agar kita semakin baik, bukan dengan cara menyesalinya. Apabila dahulu orangtua menelantarkan kita, inilah peluang kita untuk membalas dengan yang lebih baik. Segeralah bangkit, jauhi keluh-kesah, perbaiki apa yang kurang, pertahankan dan tingkatkan hal-hal yang sudah baik.

Adapun tentang perjodohan dan pernikahan, itu termasuk sebuah kebaikan. Menikah adalah sunnah Rasulullah saw sehingga wajib untuk ditunaikan, terlebih bagi siapa saja yang sudah mampu melaksanakannya, atau takut terjerumus pada perbuatan maksiat. Nabi kita bersabda, “Menikahlah kalian karena aku bangga dengan banyaknya umatku. Siapa memiliki kemampuan untuk nikah, maka menikahlah. Siapa belum mampu, maka hendaklah berpuasa karena puasa memiliki kemampuan meredam (nafsu).” (HR Ibnu Majah)

Bagaimana dengan perbedaan status ekonomi? Hal itu bukan penghalang apabila kedua belah tidak menjadikannya sebagai tolok ukur dan memiliki kecocokan serta komitmen untuk membangun rumah tangga. Jangan sampai perbedaan status ekonomi menjadi penghalang bagi tertunaikannya perintah Allah Ta’ala.

Luruskanlah niat ketika hendak menikah. Sungguh, kesungguhan dalam menata niat akan menentukan keberkahan hidup berumah tangga. Orang yang menikah karena silau dengan kekayaan keluarga calon, dia akan diuji dengan kefakiran. Siapa yang menikah karena mengharapkan kedudukan terhormat, dia akan diuji dengan kehinaan.

Rasulullah saw mengingatkan, “Janganlah kamu menikahi seorang wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatnya hina. Janganlah kamu menikahi seorang wanita karena hartanya, mungkin saja harta itu membuatnya melampaui batas. Akan tetapi nikahilah seorang wanita karena agamanya. Sebab, sungguh seorang wanita yang salehah, meskipun hitam adalah lebih utama." (HR Al-Baihaqi)

Saran Teteh, ada baiknya Anda segera mengomunikasikan apa yang direncanakan dengan orangtua, teman yang menjodohkan, dan keluarga si calon. Perkuat keyakinan dengan doa dan ibadah. Dengan kuasa-Nya, Allah Ta’ala pasti akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Semoga Allah Ta’ala memudahkan. ***






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Dendam, Selingkuh, dan Ingin Cerai
Dendam, Selingkuh, dan Ingin Cerai
17
Jadi, sambil bertobat karena pernah melakukan dosa besar, mohonkan pula kepada Allah Ta’ala agar istri diberi hidayah, dilunakkan hatinya, dan diberi kesadaran akan kesalahannya.