Artikel Muslimah
Cara Menjaga Lisan

Cara Menjaga Lisan
menjaga lisan termasuk amal yang sangat utama lagi dicintai Allah. Dia menjadi tolok ukur keimanan seseorang, menjadi jalan bagi teraihnya aneka kebaikan,

Assalamu’alaikum, saya ingin bertanya bagaimana cara menjaga lisan dalam kondisi ketika bertemu saudara atau teman agar percakapan tersebut tidak terjadi ghibah atau ucapan terlalu memuji diri. Terima kasih Teh.

Jawab:
Wa’alaikumussalam wwb. Pada satu sisi, lisan bisa menjadi jalan bagi teraihnya surga. Namun, pada sisi lain, lisan bisa menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Maka, Rasulullah saw. memberikan panduan bagi umatnya tentang bagaimana memanfaat lisan sehingga mendatangkan manfaat dan menjauhkan mudharat.

Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadis ini, pilihan kita hanya dua, kalau tidak bisa berkata yang baik-baik, lebih baik kita diam.
Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menjaga lisan kala berinteraksi dengan orang lain, khususnya saudara atau teman?

Pertama, yakini menjaga lisan termasuk amal yang sangat utama lagi dicintai Allah. Dia menjadi tolok ukur keimanan seseorang, menjadi jalan bagi teraihnya aneka kebaikan, dan pengundang hadirnya ampunan Allah Ta’ala.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS.al-Ahzab [33]:70-1)

Kedua, pahami lisan yang tidak terjaga akan membawa aneka keburukan dalam hidup: menambah dosa, menghilangkan pahala, merusak persaudaraan, menjauhkan diri dari rahmat Allah, dijauhi malaikat dan dekat dengan setan, mengkufuri nikmat waktu, lisan, dan pendengaran, dan beragam akibat buruk lainnya. Lisan yang tidak terjaga, nikmatnya hanya sebentar akan tetapi bahaya panjang berkelanjutan.

Ketiga, setelah memahami keutamaan menjaga lisan dan keburukan dari lisan yang tidak terjaga, berlatihlah untuk hanya mengatakan yang baik-baik saja atau kalau tidak mampu lebih baik diam.

Hal ini tentu tidak mudah, terlebih saat kita berinteraksi dengan teman atau saudara. Namun, kalau tidak dimulai dari sekarang, sampai kapan pun akan sulit bagi kita untuk mendapatkan keutamaan dari Allah. Jangan takut dikatakan so’ suci atau so’ alim. Kalau kita serius dalam menjaga perkataan, orang pun lama kelamaan akan paham dan malu sendiri kalau dia mengatakan hal-hal yang tidak baik.

Keempat, sambil terus berproses, ingatkan teman atau saudara dengan cara yang baik kalau saat mengobrol mulai menjerumus pada ghibah. Alihkan obrolan yang baik-baik saja.

Kelima, mulai memilih pergaulan yang baik. Akan sangat sulit bagi kita untuk menjaga lisan kalau kita tidak memperbaiki lingkungan pergaulan. Bergaul dengan ahli ghibah akan menyeret kita menjadi ahli ghibah pula. Maka, kurangi atau hindari acara kumpul-kumpul yang tidak penting atau kurang bermanfaat. Acara semacam ini sangat berpotensi menyeret kita untuk melakukan dosa-dosa terkait lisan.

Keenam, gantilah aktivitas ngobrol tidak jelas dengan memperbanyak tilawah, zikir, doa, atau hal-hal bermanfaat lainnya. Apabila kita terbiasa dengan yang baik-baik, yang buruk-buruk (baik dalam sikap maupun ucapan) otomatis akan terjauh dari kita. Kalau sudah terbiasa dengan zikir, lisan pun akan berat kalau harus mengucapkan kata-kata yang mengandung dosa.

Ketujuh, mohonlah kepada Allah agar kita diberi lisan yang lurus, lisan yang penuh zikir, dan digabungkan dengan orang-orang yang baik lagi terjaga. ***






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Artikel Muslimah Lainnya
Membentengi Diri dari Sihir
Membentengi Diri dari Sihir
31
Rasulullah saw. pun banyak memberi penjelasan tentang sihir, termasuk sihir yang bisa mencerai beraikan suami istri. Bahkan, kalau kita membaca sirah, Rasulullah saw. pernah disihir oleh orang-orang Yahudi di Madinah.