Cerita Santri
Menggali Berkah dari Sedekah

Menggali Berkah dari Sedekah
Hidup berkah berarti hidup yang dijalani seperti tanpa beban. Kita mungkin tidak memiliki harta berlimpah, tapi karena keberkahannya, setiap kebutuhan kita senantiasa tercukupi.

Hidup bahagia itu adalah hidup penuh berkah. Berkah dalam harta, kedudukan, maupun usia. Mungkin kalimat ini terasa absurd di telinga kita. Apalagi ketika pandangan kekinian selalu mengaitkan kebahagiaan itu dengan kepemilikan harta berlimpah, prestise (martabat, gengsi) di masyarakat, atau usia panjang hingga ratusan tahun.
 
Hidup berkah berarti hidup yang dijalani seperti tanpa beban. Kita mungkin tidak memiliki harta berlimpah, tapi karena keberkahannya, setiap kebutuhan kita senantiasa tercukupi. Pun halnya dengan kedudukan dan usia yang berkah. Ditandai dari banyaknya manfaat yang bisa diberikan atau dirasakan banyak orang.
 
Bukan sebaliknya. Harta boleh berlimpah tapi karena ketidakberkahannya membuat kita selalu cemas dikarenakan keberadaan harta tersebut. Cemas karena khawatir hilang diambil/ditipu orang. Kedudukan dan usia yang tidak berkah pun bisa terlihat saat kita merasa hidup menjadi hambar. Setiap masalah yang datang terasa menghimpit. Solusi dari permasalahan seakan tertutup, dan kita pun selalu bergelut dengan masalah yang itu-itu saja. Jika hal ini kita alami, ayo instrospeksi. Mungkin ada ketidakberkahan dalam harta, kedudukan, maupun usia kita.    
 
Nah, terkait makna berkah, mengutip tulisannya Imam Nawawi di kitab Syarah Shahih Muslim, beliau menyebutkan berkah memiliki dua arti: (1) tumbuh, berkembang, atau bertambah; dan (2) kebaikan yang berkesinambungan. Jadi, makna berkah ialah “kebaikan yang banyak dan abadi”.
 
Sedekah, Pintu Berkah
Ada banyak pintu untuk mengundang keberkahan dalam hidup. Salah satunya dengan bersedekah. Allah SWT berfirman, “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipatgandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 261)
 
Ayat ini secara jelas mengabarkan kepada kita jika bersedekah itu membuka pintu-pintu kebaikan lainnya. Sedekah mengundang keberkahan (kebaikan yang berkesinambungan) untuk hadir mewarnai hidup kita sehari-hari. Bahkan kebaikan itu tidak hanya berhenti di dunia ini saja, namun terus berlanjut meski kita telah meninggal dunia. Masya Allah!
 
Rasulullah bersabda, “Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Bukhari)
 
Mudahnya Bersedekah
Boleh jadi, kita pernah terpikir bagaimana mungkin bersedekah jika harta saja minim jumlahnya. Bahkan boro-boro untuk bersedekah, kita malah sering menerima sedekah dari orang lain. Jika ini yang tersirat dalam pikiran, maka itu keliru. Sedekah itu mudah. Siapa saja bisa bersedekah, tanpa melihat apakah ia kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, dan lain-lain.
 
Kiranya hadis berikut ini sudah cukup menjawab dan menjelaskannya. Diriwayatkan dari Abu Musa disebutkan, Rasulullah saw bersabda, “Setiap muslim harus bersedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Nabi, bagaimana jika dia tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan?” Rasulullah menjawab, “Hendaklah ia bekerja, kemudian hasilnya untuk diri sendiri dan untuk bersedekah.”
 
Para sahabat bertanya lagi, “Bagaimana jika ia tidak mampu bekerja?” Rasulullah saw menjawab, “Hendaklah ia memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan pertolongan.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana jika itu pun tidak bisa ia lakukan?” Rasulullah menjawab, “Hendaklah ia memerintahkan suatu kebaikan.” Mereka bertanya lagi, “Jika itu pun tidak sanggup ia lakukan?” Rasulullah menjawab, “Hendaklah ia menghindari dari berbuat kejelekan maka demikian itu merupakan sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Musim)
 
Luar biasa! Sungguh begitu luas kesempatan kita untuk bersedekah. Hampir tidak ada alasan sebenarnya bagi kita untuk tidak bersedekah. Tidak punya harta, atau bahkan tidak mampu bekerja pun, bersedekah tetap bisa dilakukan.
 
Apagi saat kita menyadari ada banyak hikmah dari bersedekah, yang di antaranya mengundang keberkahan dalam hidup. Saat hidup kita berkah, insya Allah kebahagiaan pun akan diraih.  






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Menjaga Amanah
Menjaga Amanah
19
Mengingat pentingnya menjaga amanah, penulis mengajak kepada siapa saja yang telah diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.