Cerita Santri
Pemuda, Guncangkanlah Dunia

Pemuda, Guncangkanlah Dunia
Sudah menjadi sunatullah, akan ada umat yang senantiasa menjunjung tinggi nilai islam. Pun dalam suatu negara, akan ada pemuda generasi bangsa yang menjadi penerus risalah para pendahulu.

“Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, senantiasa bertasbih kepada Allah SWT. Maha raja, yang Mahasuci, yang Maha perkasa, Maha bijaksana.” (QS. al-Jumu'ah [62]: 1)

Jadi, tidak ada yang lebih memiliki kekuatan selain Allah SWT. Tidak ada yang patut disembah selain daripada Allah. Sejatinya, siapa pun yang berkuasa dibumi tetap tidak melampaui batas dan masih dalam rambu- rambu Quran.

Ungkapan yang sangat fenomenal dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno adalah "Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia".

Luar biasa kekuatan pemuda generasi bangsa, seorang pemimpin sendiri pun mengakuinya. Namun, pemuda seperti apa yang dapat mengguncangkan dunia? Tentu bukan sembarang pemuda yang menjadi kriteria tersebut.

Ditengah hiruk pikuk dan gemerlapnya dunia sekarang ini, kemudahan akses media elektronik dan sosial, menjadi tantangan besar bagi pemuda Indonesia. Informasi negatif sangat mudah diakses hanya dengan menggunakan internet dari telepon genggam yang ada.

Menyaring informasi, memilih teman dalam bergaul dan memilih kegiatan positif dan prestatif tidaklah mudah bila landasan dalam keluarga tidak optimal. Peran orangtua, guru dan lingkungan sangat besar dalam tumbuh kembang anak dan generasi muda.

Langka, namun ada disetiap masa, para pemuda yang memiliki militansi yang besar untuk bangsa dan negara, bermental sekuat baja. Tak mudah tergoda dengan suguhan gempita dunia.

Seperti bunyi salah satu hadist berikut ini, "Mugirah bin Syu'bah r.a berkata bahwa Nabi Saw bersabda" senantiasa akan ada sekelompok dari umatku yang tegar membela kebenaran hingga mereka meninggal, dan mereka selalu tegar dalam kebenaran." (HR. Bukhari)

Sudah menjadi sunatullah, pada tiap belahan bumi ciptaan-Nya, akan ada umat yang senantiasa menjunjung tinggi nilai islam. Pun dalam suatu negara, akan ada rakyat khususnya pemuda generasi bangsa yang akan menjadi penerus risalah para pendahulu. Yaitu pionir dalam mewujudkan kemerdakaan bangsa.

Tertanamnya nilai keimanan, kebangsaan dilalui dengan dinamika dan tantangan dari suguhan dunia yang bisa terjinakan. Sehingga menjadikan sabar dan solat sebagai teman seperjuangan.

Pemimpin pun tentu memiliki fungsi dan peran yang kuat dalam mewujudkan pemuda generasi bangsa. Dapat memberikan solusi yang tepat, serta rendah hati mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Abu Hurairah r.a mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda, jika amanat telah di sia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi. " Bagaimana maksud amanat di sia-siakan?" Nabi menjawab, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran nya. (H.R Bukhari).

Telah dicontohkan siapa sosok pemimpin islam yang mulia, yaitu Nabi Muhammad Saw, beliau dapat mencetak generasi yang unggul, seperti Ali bin Abu Thalib, Bilal bin Robbah dan Ammar bin Yasir. Para pemuda yang sudah teruji keimanan dan militansi nya terhadap islam dan negaranya. Dari berbagai suku, golongan dan kasta. Semua sama di hadapanNya.

Semoga Indonesia memiliki korelasi yang harmoni, antara pemuda dan pemimpinnya, sehingga tercipta negara yang rahmatan lilalamin. Generasi muda yang memegang teguh keimanan, dan pemimpin yang senantiasa mengayomi. Karena tantangan akan terlewati dengan landasan keimanan demi terwujudnya Indonesia yang bertauhid. Amiiin Ya Rabbal Alamin.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Menjaga Amanah
Menjaga Amanah
19
Mengingat pentingnya menjaga amanah, penulis mengajak kepada siapa saja yang telah diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.