Cerita Santri
Menjadi Pribadi Yang Bersyukur

Menjadi Pribadi Yang Bersyukur
Menurut catatan kependudukan dunia, bumi sekarang ini sudah dihuni oleh sekitar 70 miliar manusia dari seluruh negara.

 
Setiap manusia berawal dari sebuah sperma yang mampu bersaing dengan ratusan juta sperma lainnya yang diproduksi oleh alat reproduksi ayah. Alhasil, sperma yang mampu terlebih dahulu menemui sel telur yang ada di rahim ibu lah yang akan dibuahi untuk selanjutnya tumbuh kembang menjadi janin. Setelah sembilan bulan, sang janin akan hadir di dunia melalui proses kelahiran.
 
Menurut catatan kependudukan dunia, bumi sekarang ini sudah dihuni oleh sekitar 70 miliar manusia dari seluruh negara. Dan yang menjadi hal unik untuk dibahas adalah bahwa dari semua manusia yang ada tersebut, masing-masing memiliki perbedaan mutlak yang bisa diidentifikasi sehingga satu sama lain tidak akan tertukar. Subhanallah.
 
Keunikannya tidak berhenti di situ. Selain keunikan masing-masing, ternyata Allah juga menyempurnakan dan menganugrahkan ratusan tulang dengan arsitektur yang kompleks dilengkapi otot-otot yang terkoodinasi dengan otot lainnya beserta serabut saraf yang berfungsi dan berpotensi untuk untuk menghadirkan daya gerak dan kepekaan terhadap nyeri dan rasa. Semakin luar biasa karena ditopang juga oleh kerja jantung yang akan berdenyut sebanyak 36.000.000 kali per tahun dengan daya dan kapasitas memompa sebanyak 2,7 juta liter darah yang akan dialirkan ke saluran arteri, vena, dan kapiler sepanjang 90.000 kilometer.
 
Informasi di atas merupakan catatan mengesankan bagi kita sebagai makhluk-Nya tersebut sekaligus memberikan gambaran kepada kita betapa Allah telah memberikan kesempurnaan dan anugrah yang sangat besar yang bisa kita temui dalam diri  yang paling dekat dengan kita, yaitu diri kita sendiri.
 
 
Baginda Rasulullah meneladankan sebuah sikap yang sederhana namun sangat mendalam sebagai penghargaan atas semua itu. Yaitu, sebuah sunnah berupa do’a, "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah membaguskan rupaku maka baguskanlah akhlakku" yang kita lakukan saat bercermin. Ada kedalaman apa antara do’a tadi dengan dengan aktifitas bercermin?
 
Saat bercermin kita akan melihat diri kita sendiri, yaitu makhluk Allah yang telah disempurnakan dan dianugrahkan tadi. Dan saat bercermin, makhluk itu sedang berhadapan dengan kita, tepat di depan kita. Semestinya kita teringatkan terus akan kemahaan-Nya. Namun sayang, kita seringnya lupa terhadap kesempurnaan dan anugrah Allah tersebut. Padahal, Allah telah mengukur dan menakar manusia dengan takaran yang tepat dan seimbang sehingga manusia akan mampu aktif dan produktif sepanjang masa hidupnya. Dan atas kemampuan ini maka Allah akan mengabil pertanggung jawabkan atas amal kita di dunia ini.
 
Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang yang mendustakan nikmat-Nya. Mari kita tadaburi seluruh nikmat Allah dengan jalan tadzakur dan tafakur agar hari-hari kita terkoneksi dengan-Nya semata. Dan semoga juga tulisan ini bisa menjadi alarm bagi kita untuk menumbuhkan buah rindu yang didedikasikan untuk-Nya semata. Aamiin.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Sedekah Is Good
Sedekah Is Good
20
Kita tidak tahu akan ada kesulitan seperti apa yang akan menimpa kita. Tapi jika kita senang melakukan kebaikan, itulah yang akan kembali kepada kita.