Cerita Santri
Pantang Zhalim

Pantang Zhalim
Perbuatan yang merugikan orang lain itu tidak selalu berbentuk perbuatan yang secara langsung menyangkut pada orang lain, seperti memaki dan memukul.

Sesungguhnya Islam jika hadir dalam hati seseorang, maka akan tercermin dalam akhlaknya sehari-hari. Islam adalah kedamaian dan keselamatan, maka setiap muslim adalah orang yang memancarkan kedamaian dan keselamatan itu melalui akhlaknya. Sehingga seorang muslim yang sejati akan memiliki akhlak mulia; menjaga, memelihara lingkungan di sekitarnya dari kezhaliman dirinya sendiri.
 
Maka dari itu, muslim yang sejati akan bertetangga dengan rukun, berteman dengan akrab, bermitra dengan penuh tanggungjawab dan rasa amanah. Tidak pernah terbersit dalam hatinya untuk menyakiti atau menghianati. Karena baginya berinteraksi dengan orang lain merupakan ladang amal ibadah kepada Allah SWT.
 
Mari kita perhatikan setiap kali kita mengakhiri shalat kita, kita menutupnya ke arah kanan dan kiri, “Assalamualaikum warahmatullaahi wa barakaatuh!” Yang artinya, “Semoga Allah memberikan keselamatan bagimu dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan keberkahan bagimu.”
 
Dari ucapan salam saat menutup salat ini, sesungguhnya kita sedang memberikan jaminan kepada orang-orang di sebelah kanan, di sebelah kiri, dan di sekitar kita, bahwa setiap tutur kata dan perbuatan kita tidak akan menyakiti apalagi membahayakan mereka.
 
Oleh karena itu, sebelum kita membahas urusan-urusan yang lain, urusan pertama yang kita perhatikan adalah apakah kita mengganggu orang lain atau tidak? Setiap kita melakukan sesuatu, pastikan dulu apakah perbuatan kita itu akan mengganggu, merugikan, melukai, menyakiti, membahayakan orang lain atau tidak. Semakin kita terampil bertanya dulu kepada diri sendiri sebelum bertindak, maka akan semakin terpelihara kita.
 
Ada orang minum minuman kemasan sambil berjalan kaki. Kemudian, setelah minuman itu habis, ia lemparkan begitu saja kemasan plastiknya ke selokan. Tidak ada sama sekali raut wajah bersalah di dirinya, ia lakukan hal itu tanpa beban sedikitpun.
 
Padahal, sangat mungkin sampah yang ia buang sembarangan itu menjadi penyebab dari tersumbatnya aliran air, lalu menyebabkan banjir. Sedangkan banjir bisa menimbulkan berbagai macam kerugian bagi orang lain. Mulai dari timbulnya berbagai macam penyakit, sampai mengancam jiwa orang lain.
 
Jika ada orang berbuat demikian, maka bisa dipastikan akhlaknya belum baik. Dan, boleh jadi dalam urusan lain yang lebih besar pun ia cenderung berbuat menuruti hawa nafsunya, tanpa memikirkan apakah merugikan orang lain atau tidak.
 
Perbuatan yang merugikan orang lain itu tidak selalu berbentuk perbuatan yang secara langsung menyangkut pada orang lain, seperti memaki dan memukul. Pebuatan membuang sampah sembarangan juga termasuk, karena dampak yang ditimbulkannya bisa sangat merugikan.
 
Apalagi, sebelum terkena dosa karena merugikan orang lain, perbuatan seperti ini juga sudah terkenai lebih dahulu dengan dosa merusak lingkungan. Padahal Allah SWT berfirman, “….Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi…” (QS/ al-Baqarah [2] : 11). Jika saja setiap orang berpikir dahulu apa yang akan terjadi akibat dari perbuatannya, maka sungai akan bersih dari sampah, gunung dan hutan akan selamat dari penebangan liar.
 
Demikian juga untuk berprestasi di tempat kerja, bukanlah dengan cara menjatuhkan rekan kerja, melainkan dengan meningkatkan kemampuan dan kualitas kerja kita. Berlomba-lomba dalam kebaikan itu baik, sedangkan berbuat zhalim itu sumber malapetaka. Karena perbuatan zhalim pasti akan kembali kepada pelakunya.
 
Semoga Allah SWT melindungki kita dari hawa nafsu yang tak terkendali, yang bisa menjerumuskan kita pada perbuatan zhalim. (Cristi Az-Zahra)

Sumberbenarnews.org
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Sedekah Is Good
Sedekah Is Good
20
Kita tidak tahu akan ada kesulitan seperti apa yang akan menimpa kita. Tapi jika kita senang melakukan kebaikan, itulah yang akan kembali kepada kita.