Cerita Santri
Mengenang Ramadan Kita

Mengenang Ramadan Kita
Saudaraku, ditinggalkan Allah SWT maknanya adalah kehancuran dunia dan akhirat. Barangsiapa yang mendapati Ramadan dan tidak diampuni dosanya, maka kehancuran untuknya di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa yang tidak memanfaatkan momentum Ramadan dengan baik, apakah ada waktu lain

Hampir semua peristiwa dalam hidup ini memiliki musimnya sendiri. sebagaimana cuaca yang memiliki musim panas, dingin, hujan, dan semacamnya. Peredaran bumi yang mengelilingi matahari hingga memunculkan waktu pagi, siang, dan juga malam.

Binatang mempunyai masa kawin, musim perpindahan dari tempat satu ke tempat lainnya, musim perburuan makanan dan semacamnya. Manusia juga melewati musim-musim tertentu dalam hidupnya dengan menyesuaikan kondisi (hati) mereka. Maka, ketaatan pun memiliki musimnya sendiri, termasuk bulan Ramadan yang sebentar lagi akan dijumpai.

“Orang-orang pandai dalam umat ini sepakat bahwa ketikmatan tidak bisa didapatkan dengan cara yang nikmat. Ketentraman tidak bisa didapat melalui cara yang tentram.”(Ibn Qayyim).

Saudaraku, Mari kita ingat-ingat kembali Ramadan kita. Duduk termenung dalam hening dan sepi. Di sini. Tentang apa saja yang pernah kita lakukan di bulan itu. Tentang ruang-ruang waktu saat sahur, ketika kaki mengetuk jalanan menuju masjid, ketika membaca huruf demi huruf al-Quran yang lebih banyak dari biasanya.

Keteduhan hati, ketenangan jiwa, dan ketenangan yang menyergap segenap tubuh kita dalam menjalani saat-saat puasa di siang hari yang menyebabkan bibir dan tenggorokan kita kering. Dan kita ikhlas melakukannya karena Allah SWT semata.

Juga, tentang apa yang lalai kita lakukan di bulan itu. Tentang sikap membuang-buang waktu dalam urusan yang tak ada hubungannya dengan kemuliaan Ramadan. Tentang perilaku menunda-nunda amal salih. Juga tentang kemalasan yang ada dalam menjalani ketaatan.

Saudaraku, kita yang selama berbulan-bulan menapaki perguliran pagi, siang, petang, dan malam-malam tanpa kehadirannya, kini tinggal hitungan hari saja. Kita akan menjumpainya kembali, tamu mulia yang kedatangannya selalu dirindukan, Ramadan al Kariim. Lantas, sudahkah kita mempersiapkannya sedari dini?

Saudaraku, Coba kita ingat-ingat lagi bagaimana bunyi sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Al Hakim, dan dishahihkan oleh Al Hakim. Ketika, Rasulullah saw mengatakan “Aamiin” tiga kali sebelum beliau naik mimbar. Ketika kemudian Rasulullah Saw menjelasknan bahwa Malaikat Jibril As hadir di hadapannya dan mengatakan, “Barangsiapa yang merasakan bulan Ramadan, tapi tidak diampuni dosanya, maka ia masuk neraka dan ditinggalkan Allah SWT…” itulah kalimat yang diaminkan oleh lisan Rasullah Saw yang suci dari dosa.

Lalu Jibril As melanjutkan lagi, “Barangsiapa yang mengenal kedua orangtua atau salahsatu dari mereka lalu ia tidak berbakti kepadanya hingga meninggal, maka ia masuk neraka dan ditinggalkan Allah SWT.” lalu Rasulullah mengaminkannya untuk kedua kalinya.

Kemudian Jibril As kembali melanjutkan, “Barangsiapa disebut nama Rasulullah di sisinya lalu tidak mengucapkan doa dan shalawat atasmu dan ia meninggal, maka ia masuk neraka dan ditinggalkan Allah SWT.” Lalu Rasulullah Saw mengaminkannya lagi.

Saudaraku, ditinggalkan Allah SWT maknanya adalah kehancuran dunia dan akhirat.  Barangsiapa yang mendapati  Ramadan dan tidak diampuni dosanya, maka kehancuran untuknya di dunia maupun di akhirat. Barangsiapa yang tidak memanfaatkan momentum Ramadan dengan baik, apakah ada waktu lain baginya untuk mendapatkan ampunan dan limpahan pahala sebagaimana di bulan Ramadan? Merenunglah sejenak, dan berkatalah pada diri kita sendiri yang tahu jawabannya. Bagaimana kondisi dan persiapan kita pada hari ini?

Mari kita menilai diri kita sendiri, apakah kita termasuk orang-orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan di bulan-bulan yang telah kita lewati? Apakah dosa-dosa kita sejak Ramadan tahun kemarin telah Allah ampuni?

Ya Allah, hindari kami dari termasuk golongan orang-orang yang digolognkan dalam doa Jibril yang diaminkan oleh Rasul kami Saw.

Saudaraku, mari kita hadirkan lagi sabda Rasululah Saw tentang orang-orang yang terhalang dari kebaikan di bulan Ramadan.
Saat awal memasuki Ramadan, Rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya bulan ini telah datang pada kalian. Di dalamnya ada mala yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang darinya, maka ia terhalang dari kebaikan semuanya. (Hadis Hasan riwayat Ibnu Majah).






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Mengenal Sosok Guru Kehidupan
Mengenal Sosok Guru Kehidupan
22
Setiap hari, Een membimbing para anak didiknya untuk mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah dan mengajar banyak hal. Terkadang, Een minta dibacakan surat kabar dan televisi oleh anak-anak, hingga kemudian
Galeri
Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por

Kompetesi Roket Air Regional (KRAR) Jabar 2016

Kompetesi Roket Air Regional (KRAR) Jabar 2016 diadakan