Cerita Santri
Zakat, Solusi Kebodohan dan Kemiskinan Umat

Zakat, Solusi Kebodohan dan Kemiskinan Umat
Namun sangat disayangkan karena keterbatasan ekonomi, pendidikan menjadi barang langka bagi sebagian orang. Berdasarkan data UNICEF tahun ini, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia

Pendidikan merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap manusia. Pendidikan memberikan efek penting dalam berbagai sisi kehidupan. Mulai dari pola pikir, keyakinan, dan sikap hidup yang bermuara pada peningkatan kualitas hidup.
 
Dari sisi agama, perintah menuntut ilmu juga bisa ditemui dalam al-Quran. Bahkan, ada hadis yang mengatakan, apabila kita ingin selamat di dunia dan akhirat maka harus punya ilmu. Ada pun ilmu tersebut bisa diperoleh melalui proses pendidikan.
 
Namun sangat disayangkan karena keterbatasan ekonomi, pendidikan menjadi barang langka bagi sebagian orang. Berdasarkan data UNICEF tahun ini, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan. Kelompok anak-anak ini sebagian besar berasal dari keluarga miskin, sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.
 
Jauh sebelum teori-teori Barat membahas tentang cara mengatasi kemiskinan, Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin terlebih dahulu menegaskan konsep pengentasan kemiskinan. Zakat. Ya, zakat merupakan solusi untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi.
 
Masih ingatkah kita dengan kisah Umar bin Abdul Aziz? Pada zaman kekhalifahan beliau, tidak ada lagi masyarakat yang berhak menerima zakat. Betapa sejahteranya umat pada masa itu dengan pemberdayaan dana zakat.
 
Zakat yang merupakan salah satu dari rukun Islam ini memiliki dua dimensi ibadah. Pertama, dimensi vertikal. Zakat menjadi bagian ibadah yang harus dilakukan seorang hamba sebagai perwujudan taat terhadap perintah Rabb-nya. Kedua, zakat memiliki dimensi horizontal yang berarti, zakat merupakan bentuk tanggung jawab sosial kita terhadap lingkungan sekitar.
 
Zakat untuk pendidikan memiliki nilai lebih pada harta yang disalurkan. Karena dengan zakat yang kita keluarkan untuk program pendidikan, memacu semangat anak-anak untuk bersekolah dengan giat. Dana tersebut produktif, walaupun hasilnya tidak bisa langsung terlihat.
 
Dengan adanya program-program pendidikan yang digulirkan oleh lembaga amil zakat terutama DPU Daarut Tauhiid, sedikit banyak telah mengurangi angka putus sekolah kalangan masyarakat yang tidak mampu. Bila zakat dapat diimplementasi secara optimal, ia memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan generasi cerdas dan berakhlakul karimah. [ↄ]  






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Remaja Hebat, Siap Memimpin dan Dipimpin
Remaja Hebat, Siap Memimpin dan Dipimpin
18
Masa anak-anak adalah masa penanaman. Keberhasilan proses penanaman pada anak akan ditandai dengan kondisi mumayyiz, yaitu mampu menangkap hal baik dan siap melaksanakannya.
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por