Cerita Santri
AKHLAK PLUS WIRAUSAHA ANGKATAN 28

AKHLAK PLUS WIRAUSAHA ANGKATAN 28
Masa orientasi, saat dimana mulai saling menatap dan menebar senyum dengan saudara saudara baru seraya saling menilai dan memperkenalkan diri satu sama lain.

Masa orientasi, saat dimana mulai saling menatap dan menebar senyum dengan saudara saudara baru seraya saling menilai dan memperkenalkan diri satu sama lain. Dari ujung  timur sampai ujung barat dan dari latar belakang yang berbeda Allah mempertemukan kami dalam lingkungan yang baik yang mungkin banyak orang yang berharap berada disini, ya Pesantren Daarut Tauhiid.

Masa orientasi yang banyak menguras tenaga, mental, fisik, dan kesabaran, kepasrahan dan kejujuran. Malam yang dingin, gelap dan sunyi dengan berjalan bersama melewati jalan terjal disertai dengan dzikir yang terus terucap. Disana sempat terlintas dalam benak, mampukah saya melewati ini semua sampai akhir? Namun melihat kegigihan teman-teman lain, semangat itu kembali bergejolak. Dan proses ini menyadarkan saya bahwa memang kita tidak akan bisa hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain baik itu untuk saling tolong menolong, saling berbagi ketika orang lain kekurangan, saling memberi support, dan proses ini juga memberi pelajaran tentang kekeluargaan, kesetiaan, dan kekompakan.

Tiba saat solo bivak, sendiri dalam gelap sunyi dan sepi. Terasa sekali kebesaran dan keesaanMu yaa Rabb, sepanjang malam engkau lindungi kami tanpa ada satupun makhluk lain mengganggu. Dan saat itulah saya benar-benar merasa pasrah dan berserah serta tunduk pada kasih sayangMu yaa Rabb. Saat dimana saya merasa hanya berdua denganMu dengan pertolonganMu dan dengan lindunganMu. Engkau begitu dekat dan sangat dekat,  sungguh tidak ada yang patut disembah kecuali engkau.

            Marhalah 1, dimana saat kita diajarkan banyak hal yang mungkin tidak semua kita dapatkan diluar pesantren ini. Dari proses ini saya dapat pelajaran banyak tentang kehidupan akhir zaman yang sedang kita jalani. Terutama tentang wirausaha yang baik dan benar menurut agama dan ajaran Rasulullah saw.
Pada proses ikhtiar banyak sekali keajaiban dan kekuasaan Allah saat itu. Betapa baiknya Allah betapa sayangnya Allah terhadap saya, walaupun tidak memegang uang 1(satu) rupiah pun tetapi Allah tidak membiarkan umatnya kelaparan. Hari pertama dengan pakaian rapi dan langkah kaki yang pasti tangan yang kosong dengan sendirinya kaki menyusuri setiap sudut daerah gegerkalong dan sekitarnya, namun sampai tiba saatnya adzan dzuhur berkumandang tidak sepeserpun uang yang didapat. Hati yang cemas meliputi diri karena melihat teman-teman begitu cepat mendapatkan uang walau hanya Rp. 35.000 besarnya. Disana saya sadar bahwa setiap manusia diberi kemampuan dan kelebihan masing-masing tergantung kita menyadarinya atau tidak apa kelebihan kita, jika kita mampu berjalan sendiri maka berjalanlah tanpa berkelompok namun tidak selamanya sendiri itu bisa berhasil dan ketika kita tidak mampu berjalan sendiri maka berkelompok dan bekerjasamalah. Dan saat itulah saya merasakan ketetapan itu.

Betapa baiknya Allah kepada umatnya, setiap manusia sudah Allah beri rezeki baik itu rezeki yang Allah kasih langsung ataupun rezeki yang Iya gantungkan. Saya baru menyadarinya bahwa semua kembali pada manusia tersebut tergantung bagaimana kita ikhtiarnya dalam menjemput rezeki itu sendiri sudah maksimal atau belum, sudah yakin atau belum terhadap pemberianNya. Saat marhalah 3 ini saya diuji untuk yakin terhadap pemberianNya dan hanya berharap pada-NYa bukan pada pembeli atau siapapun.
          
Banyak hal terjadi dan banyak ilmu yang didapat di Pesantren yang saya cintai ini, terutama bagaimana mengenal Allah dan yakin terhadap segala sesuatu yang Ia gariskan. Dari sini saya banyak belajar tentang kebiasaan, kebersihan, kerapihan, ketaatan waktu, ketidak tergantungan terhadap orang lain, bagaimana menghargai orang lain(teman, orangtua, guru). Dari yang tadinya jarang sholat malam, sekarang lebih sering bangun malam. Dari yang tadinya jarang dzikir lebih banyak mikirnya sekarang lebih banyak dzikirnya karena guru besar kita selalu mengajarkan hal itu. Terima kasih ya Allah terima kasih Daarut Tauhiid telah memberi saya kesempatan untuk menimba ilmu di pesantren ini. Terima kasih mudaris dan mudarisah yang selalu membimbing saya dan terima kasih teman-teman APW. (Aep  Saepudin)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Pengalaman Meliput Aksi Super Damai
Pengalaman Meliput Aksi Super Damai
05
Semua mempunyai pengalaman yang menarik tentang aksi super damai 212 kemarin, kejadian yang serasa tidak mungkin terjadi menjadi suatu keajaiban seperti mujizat....