Cerita Santri
Dibalik Aktifitas Memanah, Berkuda, dan Berenang

Dibalik Aktifitas Memanah, Berkuda, dan Berenang
jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, olahraga ini melatih manusia untuk tenang dan menstabilkan emosi.

Lima belas abad lalu, Rasulullah pernah bersabda, ”Segala sesuatu yang tidak berkaitan dengan zikir (menyebut) nama-nama Allah, maka itu adalah senda gurau belaka, kecuali empat perkara, yakni berjalannya seseorang antara dua tujuan (untuk memanah), latihan menunggang kuda, bermain dengan keluarganya dan belajar berenang.” (HR ath-Thabarani)
 
Bahkan, ungkapan ini semakin diperkuat oleh perkataan sahabat Beliau, Umar ra, ”Ajarilah anak-anak kalian berenang dan memanah, dan perintahkanlah mereka melompat ke atas punggung kuda.”
 
Jika ditilik, dua aktiftas pertama (memanah dan berkuda) memang relevan dengan masa dan tempat ketika anjuran tersebut diucapkan. Namun, aktifitas ketiga (berenang) tentunya terasa janggal. Pada masa itu, orang Arab bukanlah masyarakat yang terbiasa dengan air yang melimpah. Peradaban mereka bukanlah dari budaya maritim atau bahari. Laut, sungai, atau pun kolam renang adalah hal yang sulit ditemukan. Kalau pun ada, itu berbentuk oase atau wadi untuk sumber minum.
 
Jadi, ada apa dengan tiga aktifitas olah tubuh yang teramat disarankan oleh Rasulullah dan sahabatnya itu? Pastilah ada manfaat tersembunyi yang bersifat lintas masa, dan lintas tempat.
 
Berikut manfaat memanah, berkuda dan berenang, disarikan dari sumber: mimiracle.blogspot.com dan nasyahidah.multiply.com. Sahabat bisa menelaahnya, bagaimana ketiga aktifitas itu mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, dan pembentukan karakter.
 
Memanah
Bermanfaat melatih kepercayaan diri serta jiwa kepemimpinan seseorang sejak dini. Seorang pemimpin haruslah bersifat visoner dan fokus pada tujuan. Makna filosofis ini ada dipelajaran memanah, dimana seseorang harus melatih aspek visualnya dalam membidik sasaran panah. Selain itu, pemimpin yang elegan haruslah memiliki strategi dalam mencapai tujuan organisasinya. Saat ia mengeker anak panah ke arah sasaran, mental menata strategi terbentuk.
 
Memanah juga bermanfaat melatih emosi dan fisik untuk meletakkan target pada sasaran. Memanah sangat menitik beratkan keseimbangan tubuh. Maka, jika pemanah emosinya tertekan, maka panahan amat mudah tersasar. Secara tidak langsung, olahraga ini melatih manusia untuk tenang dan menstabilkan emosi.

Individu yang tidak tenang, ceroboh, pemarah, kurang sabar atau kurang sehat mentalnya tidak akan menjadi pemanah yang baik. Lalu, aktifitas melenturkan anak panah dibusurnya, kemudian melepaskannya, perlu satu kekuatan fisik. Sehingga olahraga ini merupakan suatu
latihan holistik terhadap diri seseorang dari segi fisik dan mental.
 
Berkuda
 
Berkuda amat baik untuk kesehatan. Seluruh anggota tubuh dari kepala hingga ke kaki, dari fisik mau pun mental akan mendapat manfaatnya. Bentuk lekuk badan belakang kuda—tempat ditunggang—baik untuk merawat segala masalah tulang belakang manusia.

Semasa pergerakan galloping yaitu cara rentak kuda melompat dan berlari, menyebabkan tulang belakang manusia bergesek antara satu sama lain dalam keadaan harmoni. Merangsang saraf-saraf tulang belakang, seolah-olah diurut.

Seluruh anggota tubuh: tulang rangka, otot-otot, organ-organ viseral (termasuk sistem pencernaan), sistem saraf, sistem voluntary maupun involuntary, organ kemih, dan organ-organ seksual akan terangsang secara optimum untuk menjadi semakin sehat. Penunggang kuda yang hebat selalu bebas dari mengalami sakit tulang belakang. Selain itu, menunggang kuda turut mencerahkan mata sebab terdapat rangsangan terhadap saraf kranial semasa gerakan galloping.
Ada pun dari aspek psikisnya, berkuda dapat membentuk karakter kepemimpinan, kepercayaan diri, jiwa pemberani, ketangkasan, pengendalian diri, dan menyayangi makhluk Allah lainnya yaitu kuda.
 
Berenang
Berenang bermanfaat bagi ketahanan fisik. Seseorang yang mahir berenang akan kuat pernapasannya, dan akan berpengaruh terhadap kecerdasan ketika asupan oksigen ke otak terdistribusi dengan cukup.
 
Selain itu, seseorang yang rutin berenang akan terkoordinasi gerakannya. Olahraga berenang melibatkan hampir seluruh otot, dan ini akan meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina sehingga tetap bugar. Berenang juga memberi peluang untuk menguasai air serta menjadi berani. 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Kasih Sayang Ibu
Kasih Sayang Ibu
12
Namun mari kita kembali memaknai ulang inti dari “membesarkan” anak. Anak-anak tidak hanya sekadar membutuhkan fasilitas saja, namun yang jauh lebih penting adalah perhatian kita, kasih sayang ibunya!