Cerita Santri
Belajar Takut kepada Allah

Belajar Takut kepada Allah
Ternyata, takut ada dua macam, yaitu takut yang dilarang dan takut diharuskan. Takut dilarang itu seperti takut miskin, takut tidak dapat jodoh, takut tidak

Suatu saat ke Ciamis, Teteh melewati tempat yang sangat berjasa ketika Teteh masih sekolah Aliyah (setara SMU) dahulu. Tempat itu adalah rumah saudara jauh Teteh, seorang dosen yang sangat dicintai mahasiswanya. Teteh pun berniat ‘kuliah’ kepada beliau.
 
Lalu, silaturahimlah kesana. Subhanallah, sebelum Teteh datang beliau sudah siap,  menyambut dengan buku yang ditumpuk rapi. Ada buku Asmaul Husna, buku Penyucian Jiwa dan ada pula kitab berbahasa Arab gundul. Sejenak Teteh bertanya ke diri sendiri, pilih yang mana ya? Ehm, buku Asmaul Husna relatif sering dibahas di pengajian malam Jum’at. Kalau kitab penyucian jiwa juga pernah dibaca. Akhirnya, Teteh pilih belajar buku berbahasa Arab gundul. Ternyata judul kitab Arab gundul itu tentang bagaimana mencapai terbukanya hati. Bismillah, lalu mulailah Tetah belajar.
 
Yang pertama kali disampaikan buku itu adalah bagaimana cara seseorang bisa mendekat kepada Allah. Sahabat Muslimah, ternyata seseorang akan terbuka hijabnya (dinding pembatas) ketika diawali dengan rasa khauf atau takut. Jadi, bila kita ingin mendekat kepada Allah, awalilah dengan perasaan khauf kepada Allah.
 
Nah, Akhwat kira-kira apa sih yang sering ditakutkan?  Ternyata, takut ada dua macam, yaitu takut yang dilarang dan takut diharuskan. Takut dilarang itu seperti takut miskin, takut tidak dapat jodoh, takut tidak dapat rezeki, dan masih banyak lagi takut lainnya. Kadang kita tidak sadar bahwa takut itu salah, makanya diiikuti terus. Bila awalnya memang masih takut, ya tidak apa-apa. Tapi kemudian harus ada kesadaran bahwa yang ditakutkan tadi salah. Apalagi kebanyakan takut yang dilarang dominannya adalah takut yang berhubungan dengan dunia. Maka, ada takut yang awalnya fitrah manusiawi tapi tidak boleh diikuti, harus segera dipasrahkan total kepada Allah. Bagaimanapun bila rasa takut dengan urusan dunia ini masih ada pada diri kita, tentunya harus segera dihilangkan.  
 
Sebaliknya, takut yang dianjurkan adalah takut tidak diampuni Allah, takut tidak ditolong Allah, takut masuk neraka, dan yang lainnya. Yaitu segala rasa takut yang berhubungan dengan akhirat.
 
Dan salah satu cara mendekat kepada Allah, dapat bermula dari merasa takut bila anggota tubuh yang Allah amanahkan, tidak mampu kita pelihara dan tidak dipergunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah. Coba mulai identifikasi anggota tubuh yang dititipkan Allah ini. Misalnya, takut bila mata kita tidak dipergunakan dengan amanah. Takut melihat yang bukan haknya. Bila sudah bersuami, tentu halal menatap dari ujung kaki hingga ujung rambut. Bila selain itu, tentu bukan hak kita. Maka, akhwat tetaplah berhati-hati dengan senantiasa menjaga pandangan.  
 
Lalu, takutkan pula bila mata ini digunakan memandang yang tidak baik, seperti sinetron atau film yang tidak pantas. Takut bila sering memandang sinis kepada teman, atau takut bila mata ini jarang membaca al-Qur’an atau membaca ilmu Allah.
 
Setelah mata, takutlah dengan tangan kita. Takut kalau-kalau pernah mengambil milik orang lain. Akhwat yang diamanahkan dibagian keuangan, harus sangat berhati-hati. Kelak diakhirat, tangan kita akan bicara. Karena itu, upayakan sekuat tenaga untuk menghilangkan peluang mengambil sesuatu yang bukan milik kita.
 
Berikutnya, yang harus dijaga adalah hati. Hati seperti raja, kata Imam Ghazali. Bila raja memerintahkan hal baik, pasti akan baik pula pasukan atau anggota tubuhnya. Bila hatinya bersih, mata akan terjaga, takut melirik yang bukan haknnya, atau tangan mengambil yang bukan milknya. Tanamkan selalu bahwa amalan hati kita dalam upaya takut kepada Allah. Diantaranya takut tidak ikhlas, takut dengki kepada teman, takut sombong, takut berbuat maksiat, serta banyak lagi takut yang semuanya bersumber dari kebersihan hati. Wallahu a`lam bisshawab.   
 
 
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
ATM Sedekah
ATM Sedekah
26
Perilaku bersedekah sering kali berbalas kejadian berupa pelipatgandaan rezeki dari jumlah yang disedekahkan. Maka pada hari itu, balasan berlipat ganda pun Allah berikan
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por