Cerita Santri
Sepuluh Kiat Sikapi Masalah

Sepuluh Kiat Sikapi Masalah
“Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

  1. “Sungguh sangat menakjubkan perkaranya seorang mukmin itu, semua perkaranya baik, dan tidak ada pada seorang pun melainkan hanya seorang mukmin. Jika dirinya mendapat rezeki dia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika dirinya ditimpa musibah lalu bersabar itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)

 

  1. Rida/Menerima dengan lapang hati.

“Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia rida dengan bagian yang diterimanya, maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberian-Nya. Kalau dia tidak rida dengan pemberian-Nya, maka Allah tidak akan memberinya berkah.” (HR. Ahmad)

 

  1. Tidak mempersulit diri (tidak membesar-besarkan masalah).

“Permudahlah dan jangan persulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.” (HR. Bukhari)

 

  1. Cari penyebab masalah.

“Tidaklah orang mukmin tesengat dua kali dari lubang yang sama.” (HR. Muslim)

 

  1. Ikhtiar mencari solusi dengan cara terbaik.

Seorang sahabat berkata kepada Nabi saw, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi saw berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi saw tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Bukhari)

 

  1. Baca dan tanya untuk dapat ilmu untuk solusi.

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya.” (QS. Ali Imran [3]: 159)

 

  1. Berpikir positif atau proporsional.

“Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

 

  1. Evaluasi diri.

“Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang lain.” (HR. Muslim)

 

“Barang siapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah.” (HR. al-Baihaqi)

 

  1. Banyak berbuat baik/bantu orang lain.

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR. Muslim)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
ATM Sedekah
ATM Sedekah
26
Perilaku bersedekah sering kali berbalas kejadian berupa pelipatgandaan rezeki dari jumlah yang disedekahkan. Maka pada hari itu, balasan berlipat ganda pun Allah berikan
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por