Cerita Santri
Berbisnis Ala Rasulullah Saw

Berbisnis Ala Rasulullah Saw
Rasulullah Saw tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para pelanggannya. Rasulullah Saw selalu menjelaskan apa adanya dari barang jualannya. Mulai dari keunggulan hingga kelemahan dari barang dagangannya.

Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya adalah pedagang yang sukses. Tidak hanya sukses di Negara Arab, tetapi juga sukses berbisnis di luar negeri. Menurut sejarah, Rasululllah Saw berbisnis di enam kota. Diantaranya adalah Syam (Syuriah), Bahrain, Yordania dan Yaman. Semuanya dijalani oleh Rasulullah Saw dengan hasil yang memuaskan.

Walaupun Rasulullah Saw adalah seorang nabi yang harus menyampaikan perintah Allah. Tetapi Rasululullah Saw tetap berdagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Berikut cara-cara berdagang ala Rasulullah saw:

Pertama, jujur.

Rasulullah Saw mendapatkan gelar al-Amin atau yang terpercaya. Dalam menjalankan bisnisnya, Rasulullah Saw selalu mengutamakan kejujuran. Pada waktu zaman Rasulullah Saw berdagang, beliau mendapatkannya dari konglomerat bernama Siti Khadijah. Kemudian, Siti Khadijah menjadi isterinya, karena terpikat dengan kejujurannya.

Rasulullah Saw tidak hanya jujur kepada rekan bisnisnya, tetapi juga kepada para pelanggannya. Rasulullah Saw selalu menjelaskan apa adanya dari barang jualannya. Mulai dari keunggulan hingga kelemahan dari barang dagangannya.

Bahkan, kejujuran dari Rasulullah Saw itulah yang menjadi cirri khas atau brand bisinisnya tersebut. Banyak orang yang tertarik dengan bisnis Rasulullah Saw karena kejujurannya. Jadi, kalau ditanya apa yang menjadi keunggulan dari bisnis Rasulullah Saw? kejujurannya. Sebagai pembeli, kita tentu akan memilih pedagang yang sudah terkenal jujur, karena merasa aman dan tidak akan ditipu.

Kedua, tepati janji.

Rasulullah Saw dalam berdagang selalu menjaga kepercayaan pelanggan, diantaranya adalah selalu menetapi janji. Beberapa pelanggan yang meminta barang atau memesan barang selalu ditepati janjinya oleh Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw selalu mengedepankan tanggung jawab kepada pelanggan dan integritas yang tinggi. Barang-barang yang dipesan oleh pelanggan akan disiapkan dan dikirimkan tepat waktu oleh Rasulullah Saw.

Inilah yang juga harus kita lakukan, ketika sudah ada perjanjian kepada partner atau pelanggan, usahakan selalu menaatinya. Walaupun perjanjian tersebut tidak ada hitam diatas putih, kita harus selalu menataai janji tersebut. Ingat, kepercayaan pelanggan yang hilang akan sulit didapatkan kembali.

Ketiga, jangan jual produk yang buruk

Rasulullah Saw selalu mengajarkan untuk memilah mana produk yang baik dan produk yang buruk. Bahkan, Rasulullah Saw tidak pernah menjual produk yang kualitasnya rendah atau tidak pantas dijual. Dengan begitu, Rasulullah Saw dapat selalu menjaga mutu barang-barang yan dijualnya.

Disamping itu, Rasulullah selalu mengelompokkan harga barang sesuai dengan kualitasnya. Harga barang yang kualitasnya baik akan dihargai lebih mahal dibandingkan dengan kualitas yang biasa saja.

Dalam suatu kisah, Rasulullah Saw pernah marah kepada seorang pedagang karena menyembunyikan jagung yang basah diantara jagung yang bagus. Jagung basah tersebut seharusnya diletakkan diatas karena pelanggan harus tahu. Trik ini sangat dihindari oleh Rasulullah karena bisa menipu pembeli.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Meraih Kelezatan Iman
Meraih Kelezatan Iman
11
Cukuplah Dia sebagai tempat bergantung dan memohon. Cukuplah Dia satu-satunya dzat yang menolong kita, dan tidak perlu kita mencari tandingan selain Allah. Laa Ilaaha Illallah.
Galeri
Lempar Jumroh

Ust. Abdul Wahab sedang memperagakan Lempar Jumroh kepa

DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar