Cerita Santri
Jenis Akad Simpan - Pinjam Syariah

Jenis Akad Simpan - Pinjam Syariah
Salah satu ciri utama dari LKS adalah peruntukkan penggunaan dana pembiayaan atau pinjamannya harus kepada kegiatan-kegiatan yang dibolehkan oleh syariah.

”Kelompok jenis akad syariah yang keempat adalah jasa. Secara proses, jenis kelompok akad ini sama dengan jenis kelompok akad jual beli. Hanya saja yang diperjualbelikan adalah hal-hal yang tidak bisa diraba atau dilihat. Sebagai contoh, Lembaga Keuangan Syariah (LKS) menyewa sebuah rumah yang memiliki 4 kamar seharga 10 juta rupiah per tahun. Kemudian disewakan per kamar seharga 3 juta per tahun yang dapat dibayar secara mencicil per bulan. Dengan demikian, hakikatnya LKS melakukan suatu jual beli hanya saja yang diperjualbelikan bukan barang namun manfaatnya, yakni ‘sewa kamar’ sesuatu yang tidak teraba atau tidak dapat dipegang.” jelas Hemri.  

“Jadi, Bank Syariah atau LKS boleh mengambil keuntungan dari nasabahnya?” tanya Pak Azhar, salah seorang anggota pengajian.

“Boleh pak. Mengambil keuntungan dibolehkan dalam Islam. LKS tidak harus merupakan lembaga sosial yang tidak boleh untung. Hanya saja, cara mengambil keuntungannya harus dengan cara-cara yang halal, yakni menggunakan akad-akad yang tadi saya sebutkan dan tidak dengan cara riba. Mengambil keuntungan dengan ikhlas dan cara halal, merupakan bagian dari ibadah pula. Dari keuntungan itulah, LKS mempunyai cukup dana untuk membiayai operasionalnya, seperti membayar gaji karyawan, sewa kantor, perlengkapan kantor dan sebagainya. Kita tentu berharap bahwa beroperasinya LKS tidak sementara tetapi dapat berkelanjutan.” jawab Hemri.

“Selain dari sisi proses transaksi dan cara pengambilan keuntungan, apa lagi yang membedakan antara lembaga keuangan syariah dengan yang bukan syariah?” Pak Suparto pun tak ketinggalan bertanya.

“Salah satu ciri utama dari LKS adalah peruntukkan penggunaan dana pembiayaan atau pinjamannya harus kepada kegiatan-kegiatan yang dibolehkan oleh syariah. Dengan demikian, peruntukkan dananya tidak boleh untuk membiayai perjudian, usaha yang ada minuman kerasnya, dan lain-lain.” jawab Hemri. 

“Bapak-bapak dan ibu-ibu yang saya muliakan, Insya Allah penjelasan lebih detil tentang masing-masing akad akan saya sampaikan pada waktu pengajian selanjutnya.” lanjut Hemri sekaligus mengakhiri pengajiannya kali ini.

sumber foto : https://magazine.job-like.com






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Kasih Sayang Ibu
Kasih Sayang Ibu
12
Namun mari kita kembali memaknai ulang inti dari “membesarkan” anak. Anak-anak tidak hanya sekadar membutuhkan fasilitas saja, namun yang jauh lebih penting adalah perhatian kita, kasih sayang ibunya!
Galeri
HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka

Ditengah Kerumunan

Seorang anak dan bapaknya berdiri ditengah ribuan jamaa