Cerita Santri
Konsisten Mencatat Keuangan Keluarga

Konsisten Mencatat Keuangan Keluarga
Sehingga setiap bulan kita tidak harus menulis satu-persatu butir mata anggarannya namun hanya tinggal mengisi angka dan menjumlahkan totalnya saja.

Dalam perjalanan pulang mudik dari Tasik ke Bandung, saat dzuhur tiba, Hemri dan keluarganya singgah di Masjid al-Mahdiyin untuk salat yang dilanjutkan dengan makan siang bersama. Saat menyantap makanannya, Hemri dikejutkan dengan sebuah tepukan dibahunya.
 

Dimyati : “Assalamu‘alaikum Kang Hemri, Alhamdulillah bisa ketemu. Boleh gabung gak? Sekalian nih ada yang mau didiskusikan.”
 
Hemri : Mangga, silakan gabung. Alhamdulillah bisa silaturahim meski di tengah perjalanan.”
 
Dimyati : Punteun bila mengganggu istirahatnya, namun mumpung ketemu, saya mau minta nasihatnya. Dari tulisan Kang Hemri yang saya baca, merencanakan keuangan itu harus dicatat. Permasalahannya, saya tidak konsisten dalam mencatat perencanaan keuangan keluarga. Nah, bagaimana solusinya kang?”
 
Hemri : “Secara umum ada dua solusi.  Pertama adalah dengan membuat sistem pencatatan yang mudah sehingga tidak memberatkan untuk dilaksanakan secara konsisten dan yang kedua adalah mengganti cacatan dengan sistem yang lain.
Baiklah, kita mulai dengan pilihan solusi yang pertama. Cara mempermudah pencatatan diantaranya adalah dengan adanya format baku, untuk setiap bulannya format tersebut bisa kita fotocopy. Sehingga setiap bulan kita tidak harus menulis satu-persatu butir mata anggarannya namun hanya tinggal mengisi angka dan menjumlahkan totalnya saja. Selain itu, kita pun bisa menulis angka dalam bentuk ribuan, sehingga angka yang harus ditulis menjadi lebih sedikit. Maklum mata uang kita kan banyak nolnya. Bila kita memiliki komputer, akan lebih mudah lagi. kita bisa membuat dalam format excel misalnya, sehingga menjadi lebih mudah, dan bila ada pengulangan tinggal meng-copy-nya.”
 
Dimyati : “Lalu, yang dimaksud dengan mengganti sistem pencatatan?”
 
Hemri : “Salah satu cara paling mudah dan baik adalah dengan sistem amplop. Sistem ini tidak sepenuhnya menggantikan sistem pencatatan, namun sudah cukup memadai sebagai proses perencanaan keuangan keluarga. Sistem amplop merupakan perencanaan keuangan keluarga yang langsung dengan fisik uangnya.”
 
Dimyati : “Wah, terima kasih kang atas sarannya.”
 
Hemri : “Sama-sama. Yang perlu diingat bahwa dua hal itu hanyalah contoh solusi, mungkin masih banyak solusi lain. Selama kita memiliki niat dan kemauan yang kuat untuk melaksanakan yang baik, insya Allah solusinya selalu ada.” 

sumber foto : https://www.lilkuya.com






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Kisah Hikmah Dari Masjid Nabawi
Kisah Hikmah Dari Masjid Nabawi
28
''Aku teringat ada beberapa keping emas di tangan kami. Aku tak suka terus memikirkannya, sehingga kusuruh segera dibagikan saja kepada yang berhak.'' (HR Bukhari).