Cerita Santri
Allah Mensyukuri Kebaikan Hamba-Nya

Allah Mensyukuri Kebaikan Hamba-Nya
Saudaraku, kita memang tidak bisa menjamin segala amal kebaikan itu bisa menjadi penyelamat kelak di hari perhitungan. Boleh jadi dosa-dosa kita jauh lebih banyak dari kebaikan kita.

Saudaraku, salah satu dari asma Allah adalah asy-Syakur, Dzat Yang Maha Mensyukuri kebaikan hamba-Nya. Ilustrasi sederhananya adalah kerbau makan rumput, yang dimakan sedikit, tapi badannya menjadi besar dan kuat. Atau kuda nil yang hanya memakan ganggang air yang sangat kecil, namun tubuhnya dibuat besar. Atau pohon yang rindang, hanya dari tetesan air yang diserap akarnya, menjadi pohon yang kokoh, rindang, dan berbuah manis. Demikianlah gambaran sesuatu yang sedikit namun dibesarkan manfaatnya oleh Allah SWT.
 
Allah adalah asy-Syakur, menerima kebaikan sekecil apa pun dari hamba-Nya. Allah melipatgandakan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya secara tulus ikhlas. Contoh,  sekali seorang hamba berwakaf untuk kepentingan agama Allah, maka pahalanya mengalir terus sekali pun dia telah meninggal dunia. Sekali kita mengamalkan wakaf, maka selamanya kita ditemani oleh kebaikan dari amal kita itu. Kebaikan akan menemani kita di alam kubur hingga sampai di yaumil hisab dan kehidupan di akhirat. Masya Allah!
 
Nah, salah satu karunia Allah itu adalah dipertemukannya kita dengan banyak kesempatan berbuat kebaikan. Dipertemukannya kita dengan berbagai ladang-ladang amal. Kesempatan berbuat baik sekali pun tampak kecil dalam pandangan kita, maka ambillah. Jangan sibuk dengan pandangan besar kecilnya suatu amal, karena dalam pandangan Allah semua itu sama saja. Yang membedakan adalah keikhlasan mengamalkannya.
 
Saat memasuki masjid, tiba-tiba kita berada di dekat kotak amal jariyah, maka ambil kesempatan itu untuk beramal. Ada kesempatan jihad harta (sedekah), maka segerakan. Ada kesempatan untuk menolong orang yang butuh pertolongan, maka bantulah.
 
Saudaraku, kita memang tidak bisa menjamin segala amal kebaikan itu bisa menjadi penyelamat kelak di hari perhitungan. Boleh jadi dosa-dosa kita jauh lebih banyak dari kebaikan kita. Namun, yakinlah bahwa Allah Maha Menyaksikan setiap kesungguhan hamba-Nya, dan yakinlah bahwa tidak ada amal yang sia-sia di hadapan-Nya.
 
Boleh jadi upaya kita menjadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari, pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan, ternyata mendapat tanggapan bermacam-macam dari orang-orang di sekitar kita. Mungkin ada yang suka dan tidak suka. Ada yang menyebut kita punya maksud tersembunyi atau kemungkinan-kemungkinan lainnya. Namun, tetaplah istiqamah meluruskan niat lillaahi ta’ala. Tetaplah menjadi manusia yang menebar rahmat bagi sekeliling kita.
 
Setiap hati hanya akan tersentuh oleh hati. Dan, setiap kebaikan akan kembali kepada pelakunya. Allah SWT berfirman, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri.. (QS. al-Isro [17]: 7)
 
Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita hidayah, sehingga kita mampu menjadi hamba-hamba-Nya yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Dan, semoga kita digolongkan menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa beramal dengan penuh keikhlasan. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.  






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Cerita Santri Lainnya
Menjaga Amanah
Menjaga Amanah
19
Mengingat pentingnya menjaga amanah, penulis mengajak kepada siapa saja yang telah diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.