Inspirasi
Peran Muslimah untuk Agama, Keluarga, dan Negara

Peran Muslimah untuk Agama, Keluarga, dan Negara
Seorang ibu tidak harus kuliah yang tinggi. Tapi paling tidak, dia harus rajin membaca, termasuk bagaimana dia bisa menciptakan pola asuh terhadap anak, sehingga anak nyaman kepada kita,

Seorang ibu adalah ujung tombak keluarga. Ia harus memiliki wawasan yang mumpuni dalam segala hal. Ia harus bisa menciptakan lingkungan yang kondusif di ranah domestik. Ibu berperan agar rumah tangganya tetap utuh, selalu sejuk, dan dapat menciptakan generasi penerus yang berakhlak.
 
Ingrid Kansil, seorang istri, yang juga seniman ini menyatakan, tugas istri dan ibu tidak bisa dipandang enteng. Menurutnya, seorang ibu harus memiliki wawasan yang luas, mumpuni, dan memahami segala sektor yang ada untuk menciptakan generasi penerus yang baik.
 
“Seorang ibu tidak harus kuliah yang tinggi. Tapi paling tidak, dia harus rajin membaca, termasuk bagaimana dia bisa menciptakan pola asuh terhadap anak, sehingga anak nyaman kepada kita,” katanya membuka pembicaraan, saat ditemui di lokasi shooting, di Depok, Jawa Barat.
 
Sebelum mempelajari beberapa ilmu, Ingrid menyarankan untuk meyakini pondasi dari sebuah kehidupan adalah agama. Indonesia adalah Negara yang beragama, bahkan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
 
“Maka, wawasan yang mutlak harus dikuasai adalah ilmu agama Islam. Salah satu contohnya adalah mendorong anak menutup aurat. Nah, kalau kita sendiri belum ada ilmunya, bagaimana kita mau berargumen?” kata perempuan yang juga Ketua dan Founder Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) ini.
 
Ingrid selalu meluangkan waktu untuk hadir ke majelis taklim tiga kali dalam seminggu. Lama-lama, Ia pun termotivasi untuk mendirikan taklim sendiri yang diberi nama Majelis taklim al-Fatimah pada 2013. Pada tahun itu pula lah ia mantap untuk menutup auratnya karena mengikuti perintah Allah SWT dalam al-Quran.
 
Niatnya untuk istiqamah berjilbab pun mendapat banyak ujian. “Banyak yang bilang, sayang sekali berjilbab. Ingrid rambutnya kan tebel, cantik kalau rambutnya tergerai, atau disanggul saat pakai kebaya, dan lain-lain. Tapi karena nawaitunya untuk Allah, Alhamdulillah tidak  tergoyahkan,” katanya.
 
Allah, Jangan Tarik Kembali Hidayah Ini
 
Tidak banyak yang tahu, ternyata Ingrid adalah seorang mualaf. Agama yang dianut sebelumnya adalah Kristen Protestan seperti sang ayah. Kendati demikian, ibunya adalah seorang muslim. Hal itu membuat Ingrid bingung. Saat Hari Raya Kristen, ia ikut natalan. Saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, ia ikut merayakan lebaran.
 
“Saya dan keluarga adalah orang Cianjur. Saya anak pertama dari empat bersaudara. Semua anak-anak papah ikut agama papah, yaitu Kristen Protestan. Paman saya juga seorang pendeta. Sekolah pun saya di sekolah Kristen,” katanya, seraya mengingat-ngingat kembali masa-masa ketika di Cianjur.
 
Setelah masuk Islam, ia tidak berani memberitahukan langsung kepada papahnya di Cianjur. Namun, keislamannya itu akhirnya diketahui juga oleh adik-adik dan papahnya. Kekecewaan dan pertengkaran dalam keluarga pun tidak dapat dihindarkan. Namun, satu hal yang Ingrid lakukan, Ia tetap hormat dan santun kepada orangtua dan keluarganya.
 
Melihat kesungguhan Ingrid dalam memeluk Islam, papahnya tergugah untuk mempelajari Islam secara diam-diam. Sampai pada suatu hari, Ingrid yang sedang di Jakarta, ditelpon oleh mamahnya untuk memberitahu bahwa papahnya telah masuk Islam dan dikhitan. Adik-adiknya pun tergugah untuk masuk Islam pada 1998, dan pada 1999 orangtua menunaikan ibadah haji. Hampir setiap tahun, mereka melaksanakan umrah sekeluarga. Masya Allah!
 
Ingrid semakin meyakini ajaran Islam itu luar biasa. Segala hal diatur dalam Islam dari mulai bangun hingga tidur kembali. Semakin mempelajari agama Islam dan mempraktikkannya, batinnya menjadi tenang.
 
Hidup baginya adalah perjuangan menghadapi berbagai macam ujian. Maka, ia pun meminta kepada Allah dalam doanya agar senantiasa dikuatkan dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, seberat apapun ujiannya. “Saya minta hidayah ini jangan ditarik lagi. Tolong istiqamahkan saya di jalan Allah hingga akhir hayat,” katanya lirih.
 
Manajemen Waktu dan Izin Suami
 
Apapun yang ia lakukan, ia mengedepankan kompromi dengan sang suami. Ia tidak ingin aktivitasnya menjadi beban bagi suami dan membuat hidupnya menjadi tidak berkah. Di dalam mengurus rumah tangga, seperti beres-beres rumah, dan menitipkan anak kepada suster saat ia harus shooting, ia memiliki perencanaan yang matang. Jam berapa anak harus makan, tidur, nonton, main, belajar, dan lain-lain.
 
Ia juga mendidik anaknya agar menaati perintah Allah SWT dan meminta segala sesuatu hanya kepada-Nya. “Saya bilang ke anak saya. Kamu mau ada lomba debat bahasa Inggris. Kamu kalau mau menang, kamu minta sama Allah. kalau kamu nggak patuh sama Allah, bagaimana kamu bisa sukses,” ucapnya.
 
Terus Berkontribusi untuk Negara
 
Pensiun dari DPR RI, ia membentuk Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) bersama rekan-rekannya. Menurutnya, IPEMI adalahwadah untuk muslimah yang ingin menjadi seorang wirausahawati.
 
Anggota IPEMI tidak hanya pengusaha, tapi juga kaum muslimah yang ingin menjadi pengusaha. IPEMI baru berdiri dua tahun. Walau demikian, perkembangannya telah sampai ke tiga provinsi di Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah membangkitkan kesejahteraan dan skill para muslimah di pedesaan.
 
Ingrid menyatakan, harta atau rezeki yang Ia miliki jelas ada hak bagi teman-teman yang tidak mampu. Menurutnya, sedekah adalah hal yang mutlak dilakukan sesuai ajaran agama Islam.
 
“Sedekah harus lillahitaala. Bukan karena untuk kembali lagi dengan rezeki yang jumlahnya lebih banyak. Jangan niat seperti itu, niatkan sedekah lillahita’ala. Sedekah itu mutlak dilakukan,” pungkasnya.
 
 
 
 
 
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Inspirasi Lainnya
Metamorfosa Keimanan Terry Putri
Metamorfosa Keimanan Terry Putri
03
Tekad Terry untuk berhijrah menjadi hamba yang dicintai Allah sudah bulat. Ia terus maju, walaupun tahu harus kehilangan pekerjaan. Karir yang dibangun selama 15 tahun.