Inspirasi
Peran Lembaga Zakat untuk Memberdayakan Umat

Peran Lembaga Zakat untuk Memberdayakan Umat
DPU Daarut Tauhiid dalam hal ini berupaya memberikan program-program kepada mustahik dalam bentuk program jangka panjang. Jadi, dana zakat, infak, dan sedekah tetap menjadi

Salah satu permasalahan di masyarakat saat ini berkaitan dengan ekonomi. Maka, lembaga yang harus bertanggung jawab selain lembaga pemerintahan adalah lembaga amil zakat nasional (Laznas). Di antaranya adalah Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid. Laznas diharapkan mampu berperan penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dari sisi ekonomi.
 
Karenanya, laznas yang menerima amanah dana zakat, infak, sedekah dari para muzakki (pemberi zakat), hendaknya menyalurkan kepada mustahik (penerima zakat) dalam bentuk program atau pemberdayaaan. Artinya, dana yang ada tidak disalurkan dalam bentuk bagi-bagi uang semata/charity.
 
DPU Daarut Tauhiid dalam hal ini berupaya memberikan program-program kepada mustahik dalam bentuk program jangka panjang. Jadi, dana zakat, infak, dan sedekah tetap menjadi hak para mustahik, tetapi bersifat jangka panjang.
 
Contohnya, kita menggulirkan program pemberdayaan Desa Ternak Mandiri. Masyarakat yang ada di suatu tempat atau kampung, yang notabene mustahik, kita berikan bantuan. Tapi bantuan itu tidak dalam bentuk uang, melainkan pemberian modal usaha berupa ternak.
 
Setelah diberi modal hewan ternak, para mustahik tidak dibiarkan begitu saja. Mereka diberikan pembinaan rutin, diadakan pertemuan dan pendampingan. Selain itu, diberikan juga materi pengelolaaan hewan ternak yang baik oleh dokter hewan.
 
Di sisi lain, program ini bisa berkesinambungan. Karena di DPU Daarut Tauhiid ada program kurban tiap tahunnya. Sehingga domba yang disalurkan kepada mustahik tersebut, ketika musim kurban dibeli oleh DPU Daarut Tauhiid. Jadi, program ini adalah program yang berkelanjutan. Sepanjang mereka memang masih layak menerimanya.
 
Kita juga memberikan batasan. Ketika dicermati dari sisi ekonomi mereka sudah menjadi lebih baik, maka kita mandirikan. Harapannya pola pemberdayaan menuju masyarakat yang taraf ekonominya lebih baik, bisa kita wujudkan.
 
Kami melihat, tidak semua orang miskin itu miskin skill/keterampilan. Maka, kami arahkan skill mereka agar kehidupan ekonominya menjadi lebih baik. Sehingga orang miskin tidak terus-menerus ketergantungan kepada dana zakat. Jadi, kita tidak memberi ikan melainkan memberi kail.
 
Memang program pemberdayaan ini tidak mudah. Tidak seperti program charity, kita berikan, sudah selesai. Tetapi kalau program pemberdayaan, waktunya panjang. Bisa menghabiskan beberapa bulan hingga tahunan. Butuh proses yang tidak sebentar. Yakni membuat mereka yang asalnya tidak berdaya menjadi berdaya dan mampu mandiri dari sisi ekonomi. [ↄ]
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Inspirasi Lainnya
Memilih dan Menentukan Mitra
Memilih dan Menentukan Mitra
16
Bagi pihak yang menerima atau mencari mitra untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasanya, maka memilih dan menentukan mitra pun akan dapat meniingkatkan efisiensi dan efektifitas.
Galeri
Lempar Jumroh

Ust. Abdul Wahab sedang memperagakan Lempar Jumroh kepa

DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar