Inspirasi
Enam Pelajaran Kehidupan dari Syaqiq al-Balkhi

Enam Pelajaran Kehidupan dari Syaqiq al-Balkhi
Akan tetapi, musuh saya ialah sesuatu yang pada saat saya melakukan ketaatan kepada Allah, dia membujuk saya berbuat maksiat kepada-Nya. Hal tersebut adalah iblis, nafsu, dunia, dan keinginan. Oleh karena itu, saya menjadikan hal tersebut sebagai musuh, saya menjaga darinya, dan saya mempersiapkan diri untuk

Pada suatu hari, Syaqiq al-Balkhi—seorang dokter hati—berkata kepada muridnya, Hatim al-Asham, “Apa yang telah engkau pelajari sejak menyertaiku selama 30 tahun ini?”
 
Hatim al-Asham menjawab, “Ada enam hal, yaitu: Pertama saya melihat orang-orang masih ragu mengenai rezeki. Tidak ada di antara mereka melainkan kikir terhadap harta yang ada di sisinya dan tamak terhadap hartanya. Lantas saya bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala berdasarkan firman-Nya, “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya.” (QS. Hud [11]: 6).
 
Karena saya termasuk makhluk bergerak, maka saya tidak perlu menyibukkan hati ini dengan sesuatu yang telah dijamin oleh Dzat yang Mahakuat dan Kokoh.”
 
Beliau berkata, “Engkau benar.”
 
Kedua, saya memandang setiap orang mempunyai teman yang menjadi tempat baginya untuk membuka rahasia dan mencurahkan isi hatinya. Akan tetapi, mereka tidak akan menyembunyikan rahasia dan tidak mampu melawan takdir. Oleh karena itu, yang saya jadikan sebagai teman ialah amal saleh agar dapat menjadi pertolongan bagi saya pada saat dihisab, mengokohkan saya di hadapan Allah, serta menemani melewati shirath.”
 
Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”
 
Ketiga, saya memandang setiap orang mempunyai musuh. Lalu saya merenung. Ternyata orang yang menggunjing saya bukanlah musuhku, bukan pula orang yang berbuat zalim kepada saya, dan bukan pula orang yang berbuat buruk kepada saya. Sebab, dia justru memberi hadiah kepada saya dengan amal-amal kebaikannya dan memikul perbuatan-perbuatan buruk saya. Akan tetapi, musuh saya ialah sesuatu yang pada saat saya melakukan ketaatan kepada Allah, dia membujuk saya berbuat maksiat kepada-Nya. Hal tersebut adalah iblis, nafsu, dunia, dan keinginan. Oleh karena itu, saya menjadikan hal tersebut sebagai musuh, saya menjaga darinya, dan saya mempersiapkan diri untuk memeranginya. Maka, saya tidak akan membiarkan salah satu dari semua itu mendekati saya.”
 
Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”
 
Keempat, saya memandang setiap orang hidup adalah orang yang dicari sedangkan malaikat maut adalah pihak yang mencari. Oleh karena itu, saya mencurahkan diri saya untuk bertemu dengannya. Sehingga, ketika dia datang, saya dapat bersegera berangkat dengannya tanpa rintangan.”
 
Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”
 
Kelima, saya melihat orang-orang saling mencintai dan saling membenci. Saya melihat orang yang mencintai tidak memiliki sedikit pun terhadap orang yang dicintainya, lalu saya merenungkan sebab cinta dan benci. Saya tahu sebabnya ialah keinginan dan dengki. Saya menyingkirkannya dari diri saya dengan menyingkirkan hal-hal yang menghubungkan antara diri saya dengannya, yaitu syahwat. Oleh karena itu, saya mencintai seluruh kaum muslimin. Saya hanya rida kepada mereka sebagaimana saya rida terhadap diri sendiri.”
 
Lalu beliau berkata, “Engkau benar.”
 
Keenam, saya memandang setiap orang yang bertempat tinggal pasti meninggalkan tempat tinggalnya dan sesungguhnya tempat kembali setiap orang yang bertempat tinggal ialah alam kubur. Oleh karena itu, saya mempersiapkan semua amal perbuatan yang mampu saya lakukan yang dapat membuat saya gembira di tempat tinggal yang baru, yang di belakangnya tidak lain adalah surga atau neraka.”
 
Kemudian Syaqiq al-Balkhi berkata, “Itu sudah cukup. Lakukanlah semua itu sampai mati.” (sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1, dengan beberapa perubahan)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Inspirasi Lainnya
Memilih dan Menentukan Mitra
Memilih dan Menentukan Mitra
16
Bagi pihak yang menerima atau mencari mitra untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasanya, maka memilih dan menentukan mitra pun akan dapat meniingkatkan efisiensi dan efektifitas.
Galeri
Lempar Jumroh

Ust. Abdul Wahab sedang memperagakan Lempar Jumroh kepa

DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar