Inspirasi
Pindah Jalur, dari Orang Gajian Jadi Wirausahawan

Pindah Jalur, dari Orang Gajian Jadi Wirausahawan
Bila usaha tersebut belum berhasil, maka kita bisa kembali lagi bekerja tanpa harus kehilangan pekerjaan di tempat lama. Kemudian kita mempersiapkan kembali keahlian, modal, mental dan sebagainya untuk bisnis berikutnya.

Mungkin di antara sahabat pembaca setia rubrik Pundi ada yang pernah mengikuti pelatihan motivasi tentang wirausaha. Setelah mengikuti training tersebut, bagi pegawai negeri atau pun pegawai swasta, umumnya termotivasi untuk segera keluar dari tempat bekerjanya, lalu berwirausaha.
 
Tentu ini merupakan hal yang baik karena tidak lagi menggantungkan pekerjaan pada pihak lain, namun malah menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Tapi perlu diingat, seorang entrepreneur (wirausaha) bukanlah seorang gambler (penjudi) atau pun risk avoider (mampu mencegah resiko). Seorang entrepreneur adalah risk taker dan risk calculator, sebagaimana disampaikan Valentino Dinsi, guru Entrepreneur Indonesia dalam bukunya “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian”.
 
Dalam bukunya tersebut, Valentino menyarankan bila ingin keluar dari pekerjaan haruslah memiliki rencana dan persiapan. Apalagi ketika kita bukan lagi seorang bujangan, yang perlu dipertimbangkan bukan hanya diri sendiri, namun juga istri dan anak (bila sudah punya anak). 
 
Ada pun masa persiapan yang disarankan oleh Valentino Dinsi adalah mengambil cuti untuk mempersiapkan usaha yang dirintis. Bila usaha tersebut belum berhasil, maka kita bisa kembali lagi bekerja tanpa harus kehilangan pekerjaan di tempat lama. Kemudian kita mempersiapkan kembali keahlian, modal, mental dan sebagainya untuk bisnis berikutnya.
 
Sambil tetap bekerja di tempat lama, bersamaan dengan itu kita merintis usaha sendiri. Kita mempekerjakan orang yang dipercaya. Setelah usahanya dianggap memadai, barulah keluar dari pekerjaan.
 
Nah, bagaimana dari sisi perencanaan keuangan?
 
Tentu saja bila kita merencanakan total berwirausaha maka perlu persiapan matang. Tidak hanya dana modal yang dipersiapkan, tapi juga dana untuk belajar bisnis, misalnya biaya mengikuti seminar atau pelatihan wirausaha, membeli buku, studi banding, dan lain-lain. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah cadangan dana biaya hidup sehari-hari. Karena usaha yang dirintis tidak sim salabim langsung berhasil.
 
Bagi para orang gajian yang ingin beralih menjadi entrepreneur, dianjurkan juga berwirausaha menggunakan usaha-usaha yang sudah teruji keberhasilannya. Misal, mengikuti franchise yang dikenal berhasil atau bermitra dengan mitra terpercaya dan berpengalaman dengan usahanya. Dengan demikian, masa uji coba dapat dipersingkat dan kita dapat fokus pada pengembangan usaha atas dasar uji coba (pengalaman) orang lain.

sumber foto : https://bagiilmubagirizeki.wordpress.com






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Inspirasi Lainnya
Mempertahankan Kebiasaan Mulia Pascaramadan
Mempertahankan Kebiasaan Mulia Pascaramadan
12
Mudah-mudahan tulisan ini membantu membangun kebiasaan yang sebaiknya dipertahankan dan disempurnakan pascaramadan