Inspirasi
Metamorfosa Keimanan Terry Putri

Metamorfosa Keimanan Terry Putri
Tekad Terry untuk berhijrah menjadi hamba yang dicintai Allah sudah bulat. Ia terus maju, walaupun tahu harus kehilangan pekerjaan. Karir yang dibangun selama 15 tahun.

Mei 2015 lalu, presenter sepak bola berparas rupawan ini mantab berhijab. Bukanlah perkara mudah bagi Terry Putri. Apalagi sebelum berhijab, Terry terbiasa hidup glamour dan berbusana yang jauh dari nilai-nilai keislaman. 
 
“Aku 15 tahun menjadi pembawa acara sepak bola. Memang sampai saat ini, tidak ada pembawa acara sepak bola yang berhijab. Makanya ketika aku memutuskan berhijab, pihak stasiun tv-nya tidak mengizinkan,” ujar Terry Putri saat ditemui di Masjid Daarut Tauhiid Jakarta, beberapa waktu lalu.
 
Tekad Terry untuk berhijrah menjadi hamba yang dicintai Allah sudah bulat. Ia terus maju, walaupun tahu harus kehilangan pekerjaan. Karir yang dibangun selama 15 tahun. “Aku tidak mau lagi terjebak dengan nafsu berjubah ibadah. Berkata, aku kan kerja untuk menafkahi orangtua, keluarga, membantu saudara. Padahal itu sebenarnya ego manusia saja. Rezeki itu Allah yang atur semuanya,” kata Terry.
 
Berhijrah Lillahi Ta’ala
Menurutnya, apa yang dilakukan sesungguhnya tidak hanya berhijab, tapi juga berhijrah. “Orang-orang suka bilang, eh Terry sekarang berjilbab ya. Nah, aku selalu bilang ke mereka kalau aku itu berhijrah. Hijab itu adalah konsekuensi atau efek dari berhijrah. Hijab itu adalah salah satu dari aturan-Nya, salah satu doang,” ujarnya.
 
Berhijrah baginya adalah mengikuti segala perintah-Nya, dan berusaha sekuat tenaga menjauhi larangan-Nya. “Berhijrah, otomatis segala sesuatu dalam hidup aku, baik perkataan, perbuatan, pemikiran, perasaan, harus sesuai dengan aturan-Nya. Ya, aku juga masih berproses, dan terus berusaha,” kata Terry. 
 
Ujian Ketaatan
“Saat aku memutuskan berhijrah, bukan berarti semuanya terjadi mulus-mulus saja tidak ada ujian. Hanya saja aku menyebutnya ujian ketaatan. Dimulai dari kehilangan pekerjaan, sampai cibiran dari orang-orang yang menyangsikan aku berhijab. Aku kan masih sendiri, terus kata orang-orang, pas belum berhijab saja nggak ada pasangan, apalagi kalau berhijab. Yah, aku menganggapnya itu salah satu bentuk kasih sayang Allah kepadaku agar semakin sabar. Agar aku menahan amarah,” katanya.
 
Selain itu, ujian ketaatan selanjutnya dalam bentuk tawaran-tawaran kerja yang menggiurkan dengan honor fantastis. “Tapi karena tidak diperbolehkan berhijab, ya aku menolak pekerjaan itu. Di sosial media juga banyak yang menghujat. Katanya, ah kita tunggu saja nanti berapa bulan sih Terry bertahan berhijabnya? Ada juga yang bilang, ini pasti ada maksudnya nih. Mau ngeluarin film apa, segala macam,” ujar Terry.
 
Tegar karena Allah
“Aku berhijrah lillahi ta’ala. Jadi, saat banyak orang berburuk sangka karena hijrah yang aku lakukan, ya itu bukan urusanku. Urusan aku adalah terus berhijrah dan menjadi hamba-Nya yang bertakwa,” katanya.
 
Semakin mendekat pada-Nya, semakin Terry merasa kuat. “Kekuatan ini karena Allah. Berhijab ini tanggung jawab aku ke Allah. Terserah mereka mau bicara apa, fokus aku hanya ke Allah,” ujar Terry.
 
Selalu ada rahasia dibalik ketidaknyamanan, berbaik sangka selalu pada Allah adalah kunci Terry dalam menjalani hidup. Terkait rezeki, Terry juga mengajak untuk tidak takut mengeluarkan rezeki yang dimiliki di jalan Allah SWT.
 
“Hidup di dunia ini harus dipenuhi dengan argo ibadah yang terus berjalan. Investasi tidak hanya untuk kehidupan dunia saja, tapi yang lebih penting adalah investasi akhirat. Alhamdulillah, sekarang sudah banyak tempat-tempat yang dapat membantu kita menambah argo ibadah. Supaya bertambah lagi pahalanya di akhirat. Supaya menjadi ahli surga, itu kan tujuan kita. Mari salurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Dompet Peduli Ummat (DPU) Daarut Tauhiid,” pungkas Terry. (Cristi Az-Zahra)






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Inspirasi Lainnya
Sedekah is Good
Sedekah is Good
15
Upayakan tetap ada sedekah dalam bentuk nyata lainnya karena sedekah adalah salah satu pintu rezeki. Jangan sampai kesempitan kita sekarang menjadikan kita kehilangan rasa syukur kepada Sang Pencipta hingga tidak mau lagi bersedekah.