Inspirasi
Reza Eks. Noah Bangga Menjadi Muslim

Reza Eks. Noah Bangga Menjadi Muslim
Kebiasaannya bersedekah, itulah yang mengundang pertolongan Allah, dan Dia Yang Maha Pengasih memberikan hidayah-Nya kepada Reza. Hidayah itu pun benar-benar Reza rasakan saat salah seorang personel band nya tersandung kasus hukum,

Banyak orang menganggap kebahagiaan dapat diraih dengan memiliki popularitas tinggi, harta berlimpah, serta segala kemewahan dunia lainnya. Sesungguhnya tidaklah demikian karena kebahagiaan hanya dapat diraih dengan menjadi hamba Allah yang bertakwa. Tidak ada kebahagiaan dari bermaksiat kepada-Nya serta melalaikan segala perintah-Nya.
 
Begitulah yang dirasakan oleh Ilsyah Ryan Reza (Reza), mantan drummer Band Peterpan yang kini bernama Noah saat ditemui oleh Tim Swadaya di kediamannya, di daerah Cimuncang, Bandung. Pria kelahiran Poso, Sulawesi Tengah, pada 11 Maret 1977 ini menuturkan Islam membuatnya semakin sadar akan tujuan hidup, meningkatkan kualitas diri, dan berusaha tidak mengulang kesalahan yang sama lagi.
 
“Jadi, kata Rasulullah saw, kalau orang sewaktu mudanya nakal dan segala macam, di umur 40 harus berubah. Saya berpikir, ini sudah saatnya. Sebelum umur 40 itu saya harus berubah. Semua jiwa dan dunia ini harus bergantung kepada Allah,” katanya.
 
Istilahnya, selama usia 30 tahun banyak ulah, di usia 40 tahun harus bisa berubah. Sebab setelah usia 50, beruban, tinggal menunggu giliran kembali pulang kepada Sang Pencipta, itu juga bila usianya mencapai 60-an.
 
Ia menjelaskan, segala kemewahan dan gemerlap duniawi, bila tidak dibarengi dengan ketakwaan kepada Allah, akan mudah menjerumuskan seseorang kepada keburukan. “Ibarat terbang, terbangnya hanya mentok ke plafon rumah. Sudah tidak bisa kemana-mana lagi. Akhirnya, mudah berfoya-foya, mudah melakukan hal-hal yang tidak baik karena merasa memiliki segalanya, mau apa lagi,” paparnya.
 
Sedekah, Jalan Penuntun Hidayah
 
Reza merasakan kebaikan Allah SWT jauh sebelum hijrah. Walau ia mengaku jarang salat, namun ia memiliki amalan yang sering ia laksanakan. Dan, amal itu adalah sedekah, kemudian membaca doa perjalanan.
 
“Kalau saya mau balapan, atau saya mau berangkat dari Bandung ke Jakarta, dan kemana saja, saya usahakan saya sedekah dulu. Karena saya pernah baca kalau sedekah itu menolak marabahaya. Nah, saya takut celaka, saya masih ingin hidup, jadi saya usahakan selalu sedekah dulu,” ungkapnya.
 
Kebiasaannya bersedekah, itulah yang mengundang pertolongan Allah, dan Dia Yang Maha Pengasih memberikan hidayah-Nya kepada Reza. Hidayah itu pun benar-benar Reza rasakan saat salah seorang personel band nya tersandung kasus hukum, dan band nya vacum untuk sementara waktu.
 
Sampai beberapa waktu kemudian, ia diajak kawannya untuk itikaf selama tiga hari di masjid. Baginya, itu adalah pengalaman yang sangat menarik. Ia belajar mengamalkan sunnah Rasulullah saw dari mulai bangun sampai tidur lagi. Selama tikaf itu juga, ia banyak menyimak ilmu agama yang disampaikan oleh ustaz dan kawan-kawan semasa itikaf.
 
Saat kembali ke rumah, ia merasa ada yang berbeda. “Begitu sampai di rumah, saya langsung sadar. Hikmah dari itikaf itu bagus buat kesejukan hati. Ibaratnya hati yang low kembali fresh setelah di charge. Sampai sekarang, setiap bulan saya selalu menyisihkan waktu untuk itikaf, minimal tiga hari. Saya selalu itikaf di masjid berbeda, entah itu di Bandung, Jakarta, atau kota lainnya,” jelasnya.
 
Mantap Berhijrah
 
Saat Band Noah mulai kembali aktif manggung, kegelisahan hati Reza pun semakin menjadi. Keputusan untuk meninggalkan Band Noah pun ia pikirkan matang-matang. Pasalnya, ia dan para personel band sudah belasan tahun bersama-sama, tentu tidak mudah untuk membicarakan perpisahan dengan mereka.
 
Akhirnya,Reza berterus terang untuk mundur dari Band Noah. Ia jelaskan pada sahabat-sahabat dan manajemennya kalau ia tidak bisa membagi waktu antara manajemen dengan ibadahnya.
 
“Karenanya saya harus memilih untuk mundur dari Noah. Bukan karena menganggap musik itu haram, tapi karena tidak mau meninggalkan salat. Saya merasa berat dan tidak bisa meninggalkan salat, terutama salat berjamaah. Saya pun baru belajar mengaji, sampai sekarang bacaan ngaji saya belum baik dan benar. Makanya saya berusaha memperbaikinya,” ungkapnya.
 
Walau sangat berat menerima keputusan Reza, akhirnya Ariel dan kawan-kawan pun rela melepaskan Reza memilih jalan hidupnya sendiri. Berpisah tidak dalam satu band lagi, tidak membuat hubungan mereka menjadi bermusuhan. Mereka masih saling support dalam kebaikan.
 
Lepas dari dunia musik yang ia geluti sejak SMA, tidaklah mudah. “Saya masih masih nge-drum. Tadi juga sambil menunggu teman-teman Swadaya saya main drum di studio (Studio berada di dalam rumah). Yah, untuk pribadi saja, untuk olahraga juga, karena kalau menabuh drum kan anggota tubuh gerak semua, tangan kaki,” katanya sambil tersenyum.
 
Terkait pendapatan, memang tidak sebanyak ketika ia bergabung di Noah, namun ia merasakan keberkahan di dalamnya. “Saat saya memutuskan akan keluar dari Noah, banyak yang bilang nanti rumah terjual, mobil terjual, dan lain-lain. Alhamdulillah nggak tuh. Saya percaya Allah Maha Kaya, rezeki dari Allah bisa dari mana saja, asal kita cara menjemput rezekinya baik dan halal,” katanya.
 
Saat ini ia membuka usaha clothing bernama Fourty Days Out (FDO). Penjualannya secara offline dan online. Terkadang membuka gerai juga di event-event tertentu. “Alhamdulillah usaha yang ini tidak menyita waktu. Saya masih bisa salat berjamaah, jalan bersama keluarga dan waktunya lebih leluasa,” ujarnya.
 
Dakwah Tugas Setiap Muslim
Setiap sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah saw pasti ada hikmahnya seperti tidur miring ke kanan, itu baik untuk kesehatan jantung. Kemudian makan, minum sambil duduk. Buang air kecil atau besar dengan jongkok, itu ada penjelasan ilmiahnya. Semua yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah, adalah kebaikan bagi kita. Sunnah Rasulullah saw juga baik bagi kehidupan kita.
 
“Orang-orang yang tidak suka Islam, paham dengan hal itu. Maka, mereka dengan gencar memapas sunnah. Perhatikan saja, toilet-toilet di bandara, mall, perkantoran dan lain-lain, tempat buang air kecil bagi laki-laki di design berdiri. Padahal sunnahnya buang air kecil itu duduk,” katanya.
 
Contoh selanjutnya adalah makanan yang haram. Banyak produk yang dikonsumsi umat muslim ternyata terbuat dari bahan yang haram, dari babi misalnya. Kemudian pakaian. “Sunnah mengenakan celana di atas mata kaki bagi laki-laki muslim, seringkali menuai komentar pedas. Tapi lain halnya kalau dipakai oleh orang-orang terkenal di eropa, Ronaldo misalnya, tidak ada kritikan sama sekali, malah diangap trend fashion,” jelasnya.
 
Tayangan televisi yang ramai di jam-jam prime time. Pendidikan agama yang sangat minim di sekolahan. Ketidaktahuan umat tentang indahnya sunnah dan mengamalkan sunnah, menurut Reza, sesungguhnya ini adalah ladang dakwah bagi kita umat muslim.
 
Ia juga mengungkapkan para da’i, termasuk KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), harus gencar juga dakwah di media televisi, media cetak, juga media sosial yang sekarang menjadi primadona kaum muda.
 
“Jauh sebelum saya hijrah. Saya suka menyimak tausiah-tausiahnya Aa Gym. Beliau kalau tausiah, materinya menyentuh ke hati. Masuk ke kalangan mana saja, termasuk kepada saya yang saat itu masih menjadi musisi,” ungkapnya.
 
Reza berpesan untuk bangga menjadi seorang muslim, bangga menyebarkan indahnya Islam, dan bangga mengamalkan sunnah Rasulullah saw.
 
"Semua makhluk Allah muaranya akan kembali kepada Allah. Ada yang lebih cepat, ada yang telat, dan ada yang tidak sempat. Kita harus memenangkan pertarungan dan pertaruhan sebelum wafat. Lebih cepat lebih baik, karena Nabi menganjurkan umatnya bergegas dalam kebaikan, dan mengajak saudara sebanyak-banyaknya untuk bergegas pula dalam kebaikan,” tuturnya.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Inspirasi Lainnya
Metamorfosa Keimanan Terry Putri
Metamorfosa Keimanan Terry Putri
03
Tekad Terry untuk berhijrah menjadi hamba yang dicintai Allah sudah bulat. Ia terus maju, walaupun tahu harus kehilangan pekerjaan. Karir yang dibangun selama 15 tahun.