Kajian Aa Gym
Bertobat, Cara Bijak Sikapi Musibah

Bertobat, Cara Bijak Sikapi Musibah
Buang jauh-jauh kesombongan meski sekecil apa pun itu, yang terdapat di dalam hati kita, yang membuat kita sulit memohon ampunan kepada Allah.


Saudaraku, salah satu sikap penting yang harus kita miliki ketika terjadi musibah, adalah segera bertobat. Mungkin ada yang berkata, “Ah kejadian itu kan bukan karena saya, bukan mengenai saya juga!” Mungkin betul demikian, tetapi setiap kejadian apalagi suatu musibah penting untuk kita tafakuri, meski itu tidak terjadi pada diri kita. Karena boleh jadi, meski kejadiannya menimpa orang lain, sesungguhnya Allah juga sedang mengingatkan kita atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
 
Allah SWT berfirman, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS. an-Nisaa [4]: 79)
 
Saudaraku, hal ini perlu sering kita ingat kembali. Bahwa tidak ada yang membuat kita sengsara, tidak ada yang membuat kita celaka, tidak ada yang membuat kita resah dan gelisah selain dari keburukan kita sendiri.
 
Bahkan, bukan syaitan yang membuat kita celaka. Syaitan hanya membisiki saja, mengajak kita untuk berbuat maksiat. Sedangkan yang menentukan pilihan apakah kita akan mengikuti ajakan syaitan ataukah kita menolaknya, maka itu di tangan kita sendiri. Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk memilih yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah.
 
Namun, yang membuat repot adalah kita lebih melihat keburukan orang lain sebagai ancaman bagi kita, daripada keburukan kita sendiri. Padahal keburukan yang kita lakukan sekecil apa pun adalah bagaikan menebar paku di jalan yang pasti akan kita lewati, dan kita sendiri yang akan terluka karena menginjaknya.
 
Maka, langkah terbaik adalah muhasabah diri dan bertobat. Sekecil apa pun keburukan, tobatilah. Supaya Allah melapangkan jalan dalam hidup kita dan menjauhkan kita dari berbagai keburukan.
 
Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mendawamkan istighfar, maka akan diberi kelapangan dalam setiap kesusahan dan jalan keluar dari kesempitan. Dan, dianugerahi rezeki dari jalan yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud dan Nasai)
 
Buang jauh-jauh kesombongan meski sekecil apa pun itu, yang terdapat di dalam hati kita, yang membuat kita sulit memohon ampunan kepada Allah. Pandanglah kita sebagai makhluk lemah yang penuh dengan dosa, dan mohon ampunlah kepada Allah diiringi kemantapan hati yang yakin Allah Maha Pengampun lagi Maha Pemberi Keselamatan. 
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Membangun Kejujuran
Membangun Kejujuran
22
jangan berbohong sekali pun untuk mendapat pujian. Usahakan tampil apa adanya. Apa yang kita miliki, itulah adanya.