Kajian Aa Gym
Hakikat Musibah

Hakikat Musibah
Tidak ada orang yang mengharapkan musibah terjadi pada dirinya. Namun, tidak ada pula manusia yang bisa lepas dari takdir Allah.

Allah SWT berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.’” (QS. al-Ankabut [29]: 2-3)
 
Ujian dalam hidup ini adalah hal yang tidak terlepas dari orang yangg beriman kepada Allah SWT. Mengapa Allah menguji orang yang mengaku beriman kepada-Nya? Tiada lain adalah untuk meningkatkan derajatnya di hadapan Allah. Dan, salah satu bentuk ujian tersebut adalah musibah.
 
Tidak ada orang yang mengharapkan musibah terjadi pada dirinya. Namun, tidak ada pula manusia yang bisa lepas dari takdir Allah. Suatu musibah bisa terjadi syariatnya adalah karena perbuatan makhluk, tetapi hakikatnya adalah karena kekuasaan Allah SWT.
 
Bagi orang yang beriman, musibah yang menimpanya akan memberikan dua hikmah yang luar biasa. Pertama, musibah menjadi jalan penghapus dosa. Rasulullah saw berfirman, “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Kedua, musibah menjadi jalan penyempurna keimanan. Rasulullah berfirman“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur. Jika sedangkan memperoleh keburukan, ia bersabar, kedua-duanya baik baginya, itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin.” (HR. Ibnu Hibban). Demikianlah karakter orang yang beriman.
 
Sungguh tidak ada perbuatan Allah yang sia-sia. Ketika Allah menakdirkan suatu musibah terjadi, maka di dalamnya terdapat bahan tafakur bagi kita. Jika pun terdapat orang-orang saleh yang menjadi korban di dalam musibah itu, maka dalam hadis Rasulullah menyebutkan mereka mendapat predikat sebagai syahid di hadapan Allah SWT.
 
Saudaraku, sesungguhnya kita adalah milik Allah. Allah yang menciptakan kita dan Allah pula yang kuasa mematikan kita. Beruntunglah orang-orang yang berupaya selalu istiqamah di jalan Allah dalam kondisi seperti apapun.
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Membangun Kejujuran
Membangun Kejujuran
22
jangan berbohong sekali pun untuk mendapat pujian. Usahakan tampil apa adanya. Apa yang kita miliki, itulah adanya.