Kajian Aa Gym
Perbanyak Kebaikan agar Kita Diampuni

Perbanyak Kebaikan agar Kita Diampuni
Tanpa disadari, dan tahu-tahu sudah jauh, jauh, dan jauh dari Allah. Kering bergelimang maksiat. Tiba-tiba datang saja malaikat maut, dan su’ul khatimah. Na’udzubillah.

Sekecil apa pun dosa kita, Allah tahu dan Allah masih menutupinya. Siang dan malam Allah terus-menerus membentangkan tangan-Nya untuk menerima tobat hamba-Nya. Kita pun harus segera bertobat, sebab besok siang atau lusa malam belum tentu masih hidup. Jangan sampai saudara berniat tobat sesaat sebelum matahari terbit dari arah ia terbenam.
 
Nah, pernah ada yang bertanya, “Mengapa Allah tidak langsung membalas orang yang berbuat dosa? Masih ditutupi dan ditunggu tobatnya sebelum datang ajal, atau baru dibalas setelah matahari terbit dari arah terbenamnya?” Lalu dikatakan, “Siapa bilang sekarang sama sekali tidak dibalas?”
 
Saudaraku. Kita menjadi tidak nikmat dalam beribadah itu merupakan salah satu kerugian tidak sungguh-sungguh bertobat. Kita yang biasanya salat berjamaah, lalu jadi terlambat salatnya, juga salah satu peringatan. Zikir sehabis salat seharusnya nikmat, tapi kita jadi malas berzikir, itu juga salah satu teguran. Doa setelah salat mustajab tapi kita tidak berdoa, itu salah satu contoh diambilnya karunia.
 
Ketika diberi peringatan, teguran, karunia demi karunia dicabut, tetapi kita suka tidak merasakan kerugian-kerugian itu. Tanpa disadari, dan tahu-tahu sudah jauh, jauh, dan jauh dari Allah. Kering bergelimang maksiat. Tiba-tiba datang saja malaikat maut, dan su’ul khatimah. Na’udzubillah.
 
Saudaraku. Mari periksa diri masing-masing, dan sungguh-sungguhlah memohon ampunan-Nya. Allah membentangkan tangan-Nya untuk menerima tobat kita. Entah berapa banyak dosa kita siang ini, padahal tidak ada jaminan besok pagi kita masih hidup.
 
Kalau sungguh-sungguh mau bertobat, salah satu upaya adalah memperbanyak kebaikan. “Sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu dapat menghapus perbuatan-perbuatan buruk.” (QS. Hûd [11]: 114)
 
Kalau sudah mau tobat, kita harus benar-benar mulai perjuangan penuh. Misalnya, jika kita pernah memakan makanan atau meminum minuman haram, maka selain memperbanyak puasa juga memperbanyak memberi makan orang lain. Setiap yang menjadi keburukan, kita mohon ampunan Allah, lalu tutup dengan kebaikan.
 
Kalau tobat kita kurang menghapuskan, maka kita berharap dengan kebaikan demi kebaikan yang terus dilakukan dapat menghapusnya. “Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.” (QS. Thâhâ [20]: 82)
 
Saudaraku. Sering-seringlah memeriksa diri, siapa tahu ternyata saat ini kita sudah sangat jauh dari Allah. Bahwa tanpa sadar sudah menumpuk sekian teguran dan peringatan, karunia-karunia yang telah diambil tanpa kita merasa rugi.
 
Mari sungguh-sungguh tobat! Perbanyaklah berbuat kebaikan sebagaimana tidak terhitungnya dosa-dosa yang kita perbuat, di waktu siang maupun malam, yang masih ditutupi Allah SWT. Mudah-mudahan setiap diri kita diampuni, dan istiqamah di jalan yang benar. Amiin. ***






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Orang yang Perkataannya Ditolong Allah
Orang yang Perkataannya Ditolong Allah
24
Ada orang yang berbicara tentang tahajjud seakan-akan dirinya sudah tahajud dengan baik. Padahal Allah mengetahui dia tidak tahajud atau dia tahajjud seadanya saja. Ada orang yang menyebutkan hadis-hadis,
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por