Kajian Aa Gym
Gelar, Ilmu, dan Rahmat Allah

Gelar, Ilmu, dan Rahmat Allah
Saudaraku. Gelar itu tidak salah. S-1, S-2, S-3, atau apa pun. Dikarenakan ilmu sama dengan harta, yakni netral. Yang tidak netral adalah merasa diri atau

Saudaraku. Biasanya ketika ada mahasiswa bertemu dengan yang tidak kuliah, misalnya anak SMA atau SMP, dia mudah merasa dirinya lebih hebat. Padahal, bisa jadi anak SMA atau SMP yang ditemuinya itu orangnya jujur dan tidak pernah mencontek seperti yang sering dilakukannya di kampus.
 
Bahkan yang sama-sama kuliah pun begitu. Misalkan ada yang kuliah di Jakarta sedang pulang kampung, lalu berkata, “Eh, loe sini! Gue dari Tasik Meleye juge.” Bicaranya sudah beda. Padahal dia baru mendaftar dan masih belum tentu diterima. Atau, yang kuliah di luar negeri merasa jauh lebih hebat dibanding yang kampusnya di pelosok Indonesia.
 
Jadi, misalkan saudara memiliki gelar, bersyukurlah atas takdir Allah yang baik itu. Tapi tidak usah merasa mulia dengan gelar, sehingga jika tidak disebut saudara menjadi tersinggung atau terhina. Karena kemuliaan tidak diukur oleh gelar, tapi dengan ketakwaan.
 
Saudaraku. Gelar itu tidak salah. S-1, S-2, S-3, atau apa pun. Dikarenakan ilmu sama dengan harta, yakni netral. Yang tidak netral adalah merasa diri atau kotornya hati dengan gelar yang dipegang. Sehingga bukan berarti tidak boleh kuliah, saudara jangan salah paham.
 
Masing-masing kita punya garis takdir. Misalnya ada yang bagiannya menjadi kaya, ada yang sedang, demikian juga ada yang kuliah dan ada yang tidak. Yang penting ketika mendapatkan takdirnya kita tetap merunduk. Jangan ujub, sombong, dan pamer! Kuliah bukanlah segala-galanya. Surga tidak ditentukan oleh kampus atau gelar. Kita semuanya hamba Allah. Teruslah merunduk.
 
“Ada tiga hal yang merusak akhlak, jiwa, dan agama. Yaitu, pertama, kikir yang diikuti, kedua, nafsu yang diperturutkan, dan yang ketiga adalah ujub, heran kepada diri sendiri.” (HR. Thabrani)
 
Pastinya orang berilmu yang merunduk itu lebih disukai Allah daripada yang ujub. “Makin banyak saya tahu, makin saya tahu bahwa saya tidak tahu apa-apa.” Orang lain juga akan nyaman bergaul dengan yang berilmu dan tetap merunduk. Tinggi, luas, maupun sedang ilmu yang dimiliki, yang penting kita terus memohon supaya dirahmati Allah.
 
Tentunya, dalam berdakwah juga harus berhati-hati. Seperti jangan merasa mulia dan hebat, karena sering diundang misalnya di kantor-kantor pemerintah. Lalu, menganggap rendah pendakwah di kampung yang pendengarnya cuma pakai sarung dan bawaannya ubi. Karena tempat berdakwah itu sama sekali bukan penentu naiknya derajat kita di sisi Allah.
 
Nah, saudaraku. Gelar hanyalah topeng dunia, dan ilmu itu netral seperti harta. Dengan ilmu yang telah dikaruniai Allah, mari kita terus merunduk. Kita harapkan dan mohonkan rahmat Allah supaya selama mampir di dunia ini, hidup kita benar. Semoga dengan rahmat-Nya itu, kita bisa selamat saat tiba waktunya untuk pulang.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Jangan Lebay dalam Hidup ini!
Jangan Lebay dalam Hidup ini!
12
Sungguh percuma berharap pada makhluk. Jika Dia tidak mengizinkan, maka apa yang diharapkan tak akan pernah datang dalam bentuk apapun.