Kajian Aa Gym
Indahnya Saling Menasihati

Indahnya Saling Menasihati
Manusia diibaratkan seperti satu tubuh. Apabila yang satu sakit, maka yang lain merasakan hal serupa. Dengan demikian, ada beberapa kiat dalam pergaulan yang bisa kita praktikan.

Maha suci Allah yang telah melimpahkan kepada hamba-Nya, suasana hati yang senantiasa terjaga. Terjaga dari berbuat maksiat dan terlindungi dari berbuat lalai.
 
Allah SWT menciptakan hamba-Nya dengan berbagai keunikan. Telah diciptakannya sikap orang berbeda-beda. Ada yang lalai, ada pula yang taat. Ada yang hina, tapi ada yang mulia. Ada yang berbuat kebajikan, dan ada yang berbuat kebijakan. Ada yang zzalim, dan ada pula yang alim. Semua Allah ciptakan tidak lain untuk bisa saling menasehati, saling melengkapi. Yang taat, bisa mengingatkan yang lalai, yang mulia bisa mengangkat yang hina, yang berbuat kebijakan bisa berbuat kebajikan. Begitu pun dengan orang yang alim, diciptakan untuk bisa mengingatkan orang yang zalim.
 
Manusia diibaratkan seperti satu tubuh. Apabila yang satu sakit, maka yang lain merasakan hal serupa. Dengan demikian, ada beberapa kiat dalam pergaulan yang bisa kita praktikan.
 
Pertama, memberitahu orang yang berbuat salah dari tidak tahu kesalahannya, menjadi tahu di mana letak kesalahannya. Kita bantu mengingatkannya. Kedua, membantu orang lain untuk mengetahui jalan keluarnya. Karena ada orang yang tahu itu suatu masalah, tapi ia tidak tahu harus bagaimana menyelesaikannya. Posisi kita bukan menyelesaikan masalah, melainkan membantunya supaya bisa menyelesaikan masalah. Bantuan yang terbaik adalah memberikan masukan bagaimana cara memperbaiki kesalahan.
 
Ketiga, membantu orang yang berbuat salah agar tetap bersemangat dalam memperbaiki kesalahan dirinya. Ini lebih menyelesaikan masalah daripada mencela, memaki, menghina, atau mempermalukan.
 
Sebagai contoh, melihat orang yang belum salat justru harus dibantu dengan mengingatkan dia tentang pentingnya salat. Membantu mengajarnya tata cara salat yang benar. Membantu mengajaknya supaya tetap bersemangat melaksanakan hal tersebut secara istiqamah. Jadi, posisikan diri kita dalam posisi siap membantu.
 
Nah, saudaraku, orang yang pola pikirnya selalu rindu membantu memperbaiki kesalahan orang lain, rindu membantu memunculkan daya ingat terhadap kekhilafan orang lain, maka ia tidak pernah membenci siapa pun, walau balasannya berupa cacian. Wallahu a’lam bishshawwab.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Saya Aman Bagimu
Saya Aman Bagimu
17
“Saya aman bagimu” adalah bagian dari akhlak Islam yang agung. Yang mana keislaman seseorang tidak hanya dilihat dari ikrar syahadat dan salatnya, melainkan juga dari bagaimana ia memelihara lisan dan perbuatannya