Kajian Aa Gym
Semakin Rindu Ingin Pulang

Semakin Rindu Ingin Pulang
Apabila saudara yakin tulisan ini benar-benar ada dan saudara sedang membacanya, maka begitulah ibaratnya bagi seseorang yang imannya kuat. Ia yakin Allah pasti sedang memerhatikannya. Seyakin ia pada adanya huruf-huruf di depannya saat ia sedang membaca.

Saudaraku, ketika sedang membaca tulisan ini, yakinkah saudara bahwa benar-benar ada kata dan kalimat yang sedang dibaca? Yakinkah saudara kalau benar-benar sedang ada di depan komputer, laptop atau gadget? Apabila saudara yakin tulisan ini benar-benar ada dan saudara sedang membacanya, maka begitulah ibaratnya bagi seseorang yang imannya kuat. Ia yakin Allah pasti sedang memerhatikannya. Seyakin ia pada adanya huruf-huruf di depannya saat ia sedang membaca.
 
Sampai di sini, saudara jangan coba-coba mengaku-aku, misalnya, “Ya benar, Allah sedang hadir bersama saya sekarang, Dia sedang menatap saya yang mencari ilmu.” Dikarenakan ketika membaca ini, di samping saudara mungkin sedang ada teman-teman yang salah seorangnya sudah belasan tahun ditarget sebagai calon istri. Atau saudara memang bicara sendiri, tapi sedang direkam untuk diupload di Youtube.
 
Tidak akan ada artinya pengakuan lisan, karena Allah Maha Tahu. Yang benar adalah mari kita bicara pada hati kita sendiri. Kita melihat ke lubuk hati kita yang terdalam dengan kejujuran. Benarkah kita yakin bahwa Allah sedang menatap kita saat membaca tulisan ini? Termasuk Aa’ Gym, ketika menulis ini saya juga bertanya pada diri sendiri dengan kejujuran hati, yakinkah saya kalau Allah sedang memerhatikan?
 
Nah, seseorang yang imannya kuat, yang haqqul yaqin, tanpa ditanyakan pun ia selalu ingat kepada Allah SWT. Sulit baginya melupakan Allah. Ia hanya tertarik kepada Allah. Semua gemerlap dan gemerincing duniawi sudah tidak ada apa-apanya lagi. Harta, jabatan, pangkat dan gelar tidak menarik baginya.
 
Jika seseorang yang imannya kuat adalah salah seorang di antara kita yang sedang membaca, ia akan tenang dan lancar saja melihat ke lubuk hatinya. Tidak ada persoalan dunia yang akan menjadi kendala, atau membikin keruh kejujuran hatinya. Dan ingatnya kepada Allah SWT tidak hanya, misalnya, saat membaca tulisan ini saja.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang imannya kuat sudah tidak menginginkan dunia, apalagi membangga-banggakan apa-apa yang dimiliki. Ia tidak bangga punya harta milyaran, tiga rangkap jabatan pimpinan, atau pun tiga titel profesor di depan namanya. Ia juga tidak takut tidak punya uang. Tidak meminta-minta pada manusia. Ia tidak takut dan berharap-harap dari makhluk.
 
Terhadap harta, jabatan, pangkat dan gelar yang dilihatnya hanya tanggung jawab. Dari banyaknya harta yang dipunyai, jabatan yang dipegang, gelar yang disandang, yang terbayang adalah lamanya hisab. Hisab uang, lusinan sepatu, cincin, arloji, gadget, rumah, dan belum perhitungan tanggung jawab atas ilmu yang dimiliki, serta jabatan yang diduduki. Termasuk jabatan di pesantren, seperti pimpinan Pesantren Daruut Tauhiid juga akan dihisab.
 
Jadi, kuatnya iman seseorang akan menjauhkannya dari ketakutan dan kesedihan duniawi. Pasti jauh dari risau, bingung dan galau dalam menempuh kehidupan yang sementara ini, termasuk terhadap ancaman yang dapat menyebabkan kematian. Karena ia yakin kalau waktu, tempat dan cara meninggalnya merupakan rahasia dan ditentukan oleh Allah SWT, dan semakin kuat imannya justru membuat ia semakin rindu ingin pulang.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Jangan Pernah Lupakan Kebaikan Orang Lain
Jangan Pernah Lupakan Kebaikan Orang Lain
15
Jangan betah menjadi orang yang berutang budi pada orang lain. Karena setiap orang tentu ingin terjaga kehormatan dirinya. Jika pun terpaksa kita membebani orang lain, maka sebisa mungkin balaslah kebaikannya