Kajian Aa Gym
Istiqamah pun Karomah

Istiqamah pun Karomah
Boleh jadi orang yang ibadahnya tidak pernah lepas, tetapi kemuliaan akhlaknya belum secemerlang orang yang sudah sudah benar-benar yakin kepada Allah. Mengapa?

Mungkin saudara pernah bertemu dengan seseorang yang rajin dalam beribadah, baik amalan-amalan sunnah apalagi yang wajib. Salat berjamaah dan tahajudnya tak pernah lewat. Puasa dan sedekahnya rajin. Dia adalah ahli ibadah. Namun suatu waktu, misalnya orang tersebut kehilangan motor. Ketika itu, ia tampak panik dan sedih luar biasa, sehingga terlihat seperti seseorang yang belum merasa “ditatap” Allah SWT.
 
Berbeda dengan seorang yang lainnya, yang ibadah dan amalnya tidak sebagus ahli ibadah tadi. Hanya standar. Tapi ketika misalnya kehilangan motor, dia tenang-tenang saja. Mungkin tanpa sengaja kita akan membanding-bandingkan kedua orang tersebut, sehingga kita dapat meremehkan orang yang ahli ibadah.
 
Sebenarnya kita tidak boleh berbuat begitu. Kalau kita melihat ahli ibadah yang seperti itu, jangan diremehkan. Sebagaimana Imam Ibnu Atha’illah berkata, “Jika engkau melihat seorang yang ditetapkan oleh Allah menjaga wiridnya, dan sampai lama tidak juga menerima karunia keistimewaan dari Allah, maka jangan engkau remehkan pemberian Allah kepadanya, karena belum terlihat padanya tanda orang arif atau keindahan orang cinta kepada Allah. Sebab sekiranya tidak ada karunia dari Allah, maka tidak mungkin adanya wirid.” (al-Hikam).
 
Istiqamah dalam beribadah itu juga karunia Allah SWT yang amat mahal. Dan tidak semua ahli ibadah (‘abidin) memiliki tingkat keyakinan haqul yaqin kepada Allah. Boleh jadi orang yang ibadahnya tidak pernah lepas, tetapi kemuliaan akhlaknya belum secemerlang orang yang sudah sudah benar-benar yakin kepada Allah. Mengapa? Karena makrifat itu adalah hak Allah SWT.
 
Nah, bagaimana dengan yang seorang lagi, yang tetap tenang ketika kehilangan motor? Mungkin motor yang diambil pencuri tadi sebetulnya juga motor hasil curian, dan dia sengaja diam supaya tidak ketahuan. Bukan begitu maksudnya. Tapi ketenangan orang itu adalah gambaran seorang ‘arifin. Orang yang sudah makrifat kepada Allah SWT.
 
Ahli ibadah ada yang masih mudah goyah, tetapi seorang ‘arifin memiliki keyakinan yang sangat kuat kepada Allah, walaupun amalan ibadahnya belum banyak. Keyakinannya bisa kuat bukan melalui ibadahnya yang baru sedikit. Tapi biasanya lewat cobaan yang bertubi-tubi, besar, dalam, pahit dan getir. Karena ujian demi ujian itu yang akan mengikis mata hatinya menjadi lebih cemerlang. Mata hatinya telah “melihat” Allah.
 
Jadi, jangan meremehkan orang yang istiqamah dalam beribadah, walaupun belum menampakkan karomah. Karena menjadi ahli ibadah itu sendiri merupakan karunia yang amat besar, dan sebetulnya istiqamah pun karomah.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Aa Gym Lainnya
Empat Ciri Diterimanya Tobat
Empat Ciri Diterimanya Tobat
13
Hati bersihnya dapat merasa jika ada yang sombong, kasar, banyak bicara, atau yang suka keluyuran, nongkrong tak jelas, dan sebagainya yang membuat hidup lelah dan tak bermanfaat.
Galeri
HAJJ

Ya Allah, Undang kami ke Baitullah-MU

Motret dari yang motret

motret orang yang lagi motret , karena banyak yang paka

Ditengah Kerumunan

Seorang anak dan bapaknya berdiri ditengah ribuan jamaa