Kajian Assatidzah DT Jakarta
Belajar dari Kisah Sumur Utsman

Belajar dari Kisah Sumur Utsman
Oleh karena itu, Rasulullah saw mengharapkan ada seorang sahabat yang membeli sumur tersebut.

Ketika kaum Muslimin hijrah dari Mekah ke Madinah, mereka kesulitan air. Namun, sebenarnya saat itu di Madinah ada sebuah sumur. Tetapi, sumur itu milik seorang Yahudi dan sengaja airnya diperdagangkan. Hijrahnya kaum Muslimin ke Madinah amat menggembirakan bagi orang Yahudi tersebut. Mengapa? Karena ia dapat menjual airnya kepada kaum Muslimin.


 

Oleh karena itu, Rasulullah saw mengharapkan ada seorang sahabat yang membeli sumur tersebut. Tujuannya, untuk meringankan beban kaum Muslimin yang telah menderita karena harta benda mereka ditinggalkan di Mekah.

 

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda, "Wahai sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga=Nya Allah Taala." (HR. Muslim).

 

Mendengar hal tersebut, Utsman bin Affan bergegas menemui orang Yahudi itu untuk membeli separuh sumurnya. Disepakatilah harga separuh sumur senilai 12.000 dirham. Perjanjiannya, satu hari menjadi hak orang Yahudi itu, dan keesokan harinya, sumur tersebut menjadi hak Utsman bin Affan.

 

Pada giliran hak pakai Utsman bin Affan, kaum Muslimin bergegas mengambil air yang cukup untuk kebutuhan dua hari secara gratis. Dengan demikian, si Yahudi merasa rugi karena pada giliran hak pakai dirinya terhadap sumur itu, tidak ada lagi kaum Muslimin yang membeli air kepadanya. Orang Yahudi itu kemudian mengeluh kepada Utsman, dan akhirnya menjual separuhnya kepada Utsman dengan harga 8.000 dirham.

 

Setelah beberapa waktu kemudian, tumbuhlah di sekitar sumur beberapa pohon kurma dan terus bertambah. Daulah Utsmaniyah lalu memeliharanya hingga semakin berkembang, kemudian berikutnya dipelihara oleh Pemerintah Saudi hingga berjumlah 1.550 pohon.

 

Pemerintah, dalam hal ini Departemen Pertanian Saudi menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar. Setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedang setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan, di bawah pengawasan Departeman Pertanian.

 

Wakaf Saat Ini
Sebagai seorang Muslim, alangkah baiknya sosok Ustman Bin Affan dijadikan sebagai teladan kita. Ketika melihat begitu besarnya kebutuhan umat dan adanya perintah langsung dari Rasuullah saw, Ustman langsung bergerak dan memberikan harta yang dimiliki.

 

Dalam konteks saat ini, pada tahun 2015 Daarut Tauhiid (DT) akan kembali membangun Masjid Daarut Tauhiid (DT) Bandung. Pembangunan dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya jamaah yang memanfaatkan tanah wakaf berupa masjid. Kebutuhan untuk pembangunan Masjid DT mencapai 6 miliar.

 

Melihat besarnya antusiame kepada DT, Wakaf Daarut Tauhiid (DT) bertekad agar tak ada sejengkal tanah pun yang tidak termanfaatkan. Wakaf DT juga mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama berjihad (harta) di jalan Allah dengan berwakaf.

 

Wakaf DT pun membuka kesempatan bagi siapa saja yang hendak berwakaf melalui DT. Sahabat dapat bersilaturahim langsung ke kantor Wakaf DT di Gedung Yayasan lantai 2, Gegerkalong Girang no. 67. Dana wakaf juga dapat ditransfer melalui BNI Syariah 83003 83006 dan Mandiri 13200 9595 9590 an. Yayasan Daarut Tauhiid. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi 085 200 123 123 atau 022 200 6655.






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kajian Assatidzah DT Jakarta Lainnya
Ayah-Bunda, Ini Manfaatnya Memeluk Anak
Ayah-Bunda, Ini Manfaatnya Memeluk Anak
27
PADA dasarnya orang tua mengetahui akan pentingnya hubungan dan kedekatan antara anak-anak dengan mereka. Banyak penelitian menunjukkan bahwa,
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por