Kesehatan
Demamkah Anak Anda?

Demamkah Anak Anda?
Apabila anak demam tanpa sadar kita akan menempelkan tangan kita ke dahinya. Telapak tangan sebagai alat pengukur panas sebenarnya bersifat subyektif karenanya tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan apakah suhu anak kita panas normal atau dingin.

Maraknya penyakit demam berdarah akhir-akhir ini ditandai dengan demam yang membuat para ibu cemas. Rasa takut dan khawatir akan muncul seiring dengan demam yang tak kunjung reda. Apalagi kalau demam si anak belum menunjukan penyakit yag jelas. Apakah akibat  penyakit infeksi atau hanya sekadar tumbuh gigi? Dengan banyaknya iklan obat demam di televisi membuat para ibu segera memberikan obat kepada para putra-putrinya tanpa memeriksakannya terlebih dahulu.
 
Apabila anak demam tanpa sadar kita akan menempelkan tangan kita ke dahinya. Telapak tangan sebagai alat pengukur panas sebenarnya bersifat subyektif karenanya tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan apakah suhu anak kita panas normal atau dingin. Sebetulnya, tingkat metabolisme dan mekanisme sirkulasi darah setiap orang bervariasi yang mengakibatkan kepekaan yang berbeda untuk mengukur suhu tubuh orang lain. Seseorang dengan metabolisme tubuh yang rendah, suhu telapak tangannya akan lebih dingin ketika meraba tubuh orang lain yang metabolisme tubuhnya normal.
 
Bagaimana agar kita tahu secara tepat apakah suhu tubuh seseorang meningkat atau tidak. Gunakanklah thermometer. Bermacam-macam jenis yang dapat kita beli dengan harga murah. Mulai  dari thermometer air raksa sampai thermometer digital yang mudah terbaca.
 
Suhu tubuh normal adalah 37 derajat celcius. Pengukuran biasanya dilakukan dalam rongga mulut, ketiak , dan dubur. Suhu tubuh yang paling rendah biasanya pada pagi hari antara jam 5-6 pagi dan paling tinggi malam hari yang diduga karena faktor pola tidur.  Pada anak-anak suhu tubuh yang tidak melebihi 38 derajat celcius tidak perlu dirisaukan karena belum merupakan indikasi untuk diberi obat penurun  panas. Karena suhu  yang agak panas diperlukan untuk pertumbuhan dan sebagai mekanisme mempertahankan tubuh dari serangan infeksi. Kecuali bagi anak yang mempunyai bakat kejang. Hal ini dikemukakan oleh Dr Tauhid Nur Azhar M.Kes, pakar kesehatan. Dengan langsung memberikan obat penurun panas maka tidak memberikan kesempatan pada tubuh untuk melaksanakan fungsi mekanisme pertahanan tubuh, karena tumbuh kembang anak lebih pesat daripada orang dewasa sehingga biasanya menghasilkan panas yang lebih banyak.
 
Cara Mengatasi Demam Anak:
Jika telah diketahui bahwa anak kita demam, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, diantaranya:

  1. Mengusap seluruh permukaan tubuh dengan handuk yang dibasahi air hangat, Hal ini dilakukan  untuk  melancarkan sirkulasi darah dan membuka pori sehingga memberikan kesempatan panas keluar dari tubuh,
  2. Pakaian  yang sudah basah karena keringat hendaknya diganti dengan yang kering,
  3. Obat tradisional berupa bawang merah yang dibalurkan ke seluruh tubuh dapat pula digunakan untuk melancarkan sirkulasi aliran darah, dapat dilakukan selama 8 jam,
  4. Bila usaha tidak berhasil dan pemberian obat panas sudah  diberikan dua kali, sedangkan  panas tidak berangsur  turun maka konsultasikan ke dokter. Mungkin ada infeksi yang masuk ke tubuh dan tidak dapat diatasi dengan kekebalan tubuh.
Dengan memeriksakan diri ke dokter langkah aman bagi penyembuhan demam anak ibu. Untuk itu, jangan takut untuk berkunjung ke dokter.  
 
drg. Murni Astuti merupakan dokter gigi yang beraktivitas di Klinik Daarut Tauhiid Bandung.

Sumber: Swadaya

 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kesehatan Lainnya
Pakaian dan Kesehatan
Pakaian dan Kesehatan
20
penyakit yang ditimbulkan oleh pakaian yang tidak adaptif terhadap kebutuhan fisiologi tubuh. Misalnya, bahan pakaian yang tidak bisa menyerap keringat atau tidak bisa melepas panas tubuh secara optimal. Akibatnya,
Galeri
DR. Zakir Naik dan Aa Gym sedang berdialog

Dialog antara Aa Gym dengan Dr. Zakir Naik selepas Shol

Dari Kecil Mencintai NKRI

Belajar mengajak anak bergabung dalam event besar, agar

Antri Toilet

Jamaah rapi berbaris antri untuk menggunakan toilet por