Kesehatan
Dahsyatnya Kerokan

Dahsyatnya Kerokan
Sejarah mencatat, gua sha sebagaimana teh yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Kaisar Tshen Nung dan kemudian mendunia. Negara pertama yang tercatat menjadi pengguna gua sha adalah Vietnam.

Kerokan! Ada apa dengan kerokan (AADK)? Ya, kerokan termasuk salah satu terapi tradisional yang dikenal luas di masyarakat kita. Cara kerjanya mirip dengan hijamah atau bekam, yang mana efek atau hasilnya pun langsung terasa.
 
Kajian soal ”kerok mengerok” ini levelnya termasuk kelas berat lho! Salah satu rujukan ilmiah yang kredibel didapatkan dari hasil penelitian di Harvard Medical School, yang kemudian disitasi oleh Arya Nielsen, Ph.D. dari New York Mount Sinai Medical Center. Alhamdulillah, medical center yang satu ini pernah saya kunjungi ketika bertugas di New York. Letaknya tepat di seberang Central Park dan Guggenheim Museuom of Modern Art (MOMA).
 
Dalam artikel Pak Arya Nielsen dijelaskan, kerokan atau yang aslinya juga berasal dari Cina daratan, dan telah tercatat dalam kitab kedokteran Tiongkok kuno. Yakni kitab Shang Han Lun bertarikh 220 tahun sebelum Masehi sebagai terapi gua sha yang memiliki efek imunomodulasi.
 
Sejarah mencatat, gua sha sebagaimana teh yang ditemukan secara tidak sengaja oleh Kaisar Tshen Nung dan kemudian mendunia. Negara pertama yang tercatat menjadi pengguna gua sha adalah Vietnam. Di sana dinamakan cao gio atau dalam bahasa Prancisnya, negara yang kelak menjajah Vietnam ratusan tahun, dikenal sebagai effleurage.
 
Apapun namanya, gua sha, cao gio, kerokan, bekam, atau scratching therapy, intinya adalah menggores dan sedikit "melukai" kulit dan jaringan sub kutisnya. Merah-merahnya itu dalam terminologi medis dinamakan transitory therapeutic petechiae yang diakibatkan terjadinya ekstra vasasi di daerah sub kutis. Penelitian yang dilakukan kepada sebelas orang sehat menunjukkan kerokan dapat meningkatkan mikroperfusi di pembuluh darah sub kutis sebesar 400% dalam waktu 7,5 menit.
 
Riset yang dilakukan di Harvard dengan menggunakan teknik pencitraan bioluminensi memperlihatkan terjadinya peningkatan ekspresi gen penyandi enzim heme oxygenase-1 (HO-1) yang berfungsi sebagai antioksidan dan sitoprotektor (pelindung sel). Lewat mekanisme dan aktivitas HO-1, kerokan terbukti dapat mengendalikan dan mengurangi reaksi dan efek dari alergi melalui hambatan pada kemokin spesifik sel Th2. HO-1 dan katalisatnya seperti biliverdin, bilirubin, dan karbon monoksida (CO) memiliki efek antiradang dengan memodulasi sitokin pro inflamasi.
 
Pada kasus hepatitis kronik yang disebabkan virus hepatitis B, diketahui kerokan dapat menurunkan kadar enzim ALT dan AST. Kerokan juga memodulasi switching Th1/Th2 yang dapat mengurangi risiko terjadinya fibrogenesis yang dapat menyebabkan sirosis hepatis. [ↄ]
 
 Kerokan adalah sebentuk upaya untuk merangsang sistem pertahanan tubuh melalui induksi radang lokal. Dengan adanya faktor peradangan, pembuluh darah akan melebar sesaat sehingga faktor-faktor pertahanan tubuh seperti interferon dan tumor nekrosis aktif kembali. Kondisi ini diharapkan akan membangkitkan ”ghirah” sistem pertahanan tubuh untuk mengontrol keberadaan virus. Bahkan, apabila virus tersebut dianggap membahayakan, sistem pertahanan tubuh yang telah terstimulasi tersebut dapat mengeliminasi dan mendaur ulang virus tersebut menjadi material biologis yang lebih bermanfaat.
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kesehatan Lainnya
Cara Alami Atasi Penyakit di Musim Pancaroba
Cara Alami Atasi Penyakit di Musim Pancaroba
12
Saat musim berganti, saat itu pula berbagai penyakit mengintai. Suhu udara sering berubah-ubah, tiba-tiba panas, dingin, lembab, dan sebagainya.