Kesehatan
Mencegah dan Mengobati Penyakit dengan Sayuran dan Buah

Mencegah dan Mengobati Penyakit dengan Sayuran dan Buah
Zat ini dapat merangsang proses pembuatan hormon serotonin di sistem saraf manusia. Serotonin bertugas menghadirkan ketenangan dan kesabaran dalam pikiran manusia.

Sayuran adalah karunia Ilahi yang tidak ternilai harganya. Ditinjau dari berbagai aspek, sayuran dan buah selalu menghadirkan beragam hikmah yang penting untuk kita ketahui. Sebagai bahan makanan kaya gizi, sayuran dan buah-buahan adalah sumber utama serat mikro yang sangat diperlukan dalam pencernaan manusia.
 
Selain memperlancar gerakan usus (peristaltik), keberadaan serat mikro pun sangat membantu proses metabolisme kolesterol dan lemak tubuh lainnya. Kolesterol, trigliserida, dan asam lemak jenuh yang beredar dalam jaringan pembuluh darah—apabila konsentrasi atau kadarnya terlalu tinggi—dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, seperti: aterosklerosis (pengerasan dinding pembuluh darah), sumbatan pembuluh darah jantung (koroner), dan stroke (penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di otak).
 
Ada sejumlah pertanyaan tentang sayuran dan buah-buahan yang jawabannya perlu kita ketahui, antara lain:
 
Apa fungsi serat bagi tubuh?
Serat akan mengikat garam empedu yang dikeluarkan usus dua belas jari untuk kemudian diserap kembali dalam suatu siklus penyerapan. Garam empedu yang diikat serat dari sayuran dan buah-buahan akan terbuang bersama kotoran (feses). Karena garam empedu—yang berperan penting dalam proses pengolahan dan pengangkutan lemak—berkurang, tubuh pun akan segera melakukan proses pembuatan (sintesis) kembali. Bahan baku pembuatan garam empedu ini diambil dari kolesterol. Dengan demikian, orang yang rajin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur akan memiliki kadar lemak darah yang stabil.
 
Benarkah sayuran dan buah bisa menenangkan pikiran?
Sayuran dan buah-buahan berfungsi sebagai sumber protein nabati. Berbagai jenis asam amino yang diperlukan tubuh untuk proses perbaikan dan pembangunan jaringan tubuh didapatkan dari sayuran dan buah-buahan. Sayuran tertentu seperti wortel, tomat, atau lobak dapat memberikan efek menenangkan pikiran karena mengandung asam amino. Zat ini dapat merangsang proses pembuatan hormon serotonin di sistem saraf manusia. Serotonin bertugas menghadirkan ketenangan dan kesabaran dalam pikiran manusia.
 
Zat apa saja yang terkandung dalam sayuran dan buah?
Beberapa jenis sayuran dan buah, khususnya yang mengandung zat pati cukup tinggi, dapat pula menjadi sumber karbohidrat (sumber tenaga). Labu, jagung, dan kentang adalah contoh sayuran yang sering digunakan sebagai sumber karbohidrat selain beras dan gandum. Selain sebagai sumber protein nabati dan karbohidrat, sayuran dan buah pun merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat potensial. Vitamin A, B, C, dan E banyak dijumpai dalam sayuran yang sehari-hari kita masak, seperti wortel, tomat, brokoli, kecambah, kol dan kubis. Mineral atau trace element juga banyak dijumpai dalam sayuran dan buah-buahan. Kalium terdapat dalam air kelapa dan alpukat. Sedangkan magnesium, kalsium, selenium, mangan, dan zinc banyak dijumpai dalam beberapa jenis sayuran hijau.
 
Mengapa sayuran dan buah memiliki warna berbeda?
Warna sayuran dan buah-buahan menunjukkan keutamaan manfaatnya. Sebagai contoh, buah semangka yang daging buahnya berwarna merah menyala mengandung senyawa aktif antosianin, suatu zat yang memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat dan amat bermanfaat bagi kesehatan. Sayur mayur yang memiliki warna hijau daun mencolok merupakan sumber klorofil yang diduga menyumbang ko-enzim Q-10 untuk membantu proses respirasi aerob dalam mitokondria manusia. Semakin banyak klorofil yang kita makan, proses rantai elektron di mitokondria pun akan semakin efektif.
 
Dapatkah sayuran dan buah mencegah terjadinya kanker atau setidaknya menghambat pertumbuhan sel-sel kanker?
Sayuran dan buah-buahan sangat baik dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk meminimalisasi risiko terpapar kanker atau menghambat pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Penelitian yang dilakukan EPIC (European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition) membuktikan sayuran dan buah-buahan dapat menghambat laju penyebaran sel-sel kanker di dalam tubuh.
 
Penelitian ini dilaksanakan selama hampir 9 tahun (1992-2000) pada lebih dari 500 ribu orang berusia 45 s.d. 65 tahun dari 10 negara Eropa. Para sukarelawan ini diteliti setelah makan sejumlah buah-buahan dan sayuran, dan dilihat apakah ada dampaknya pada perkembangan kanker. Penambahan konsumsi sekitar 200 gram buah dan sayuran sehari hanya akan menurunkan risiko kanker 3 persen. Hasil studi ini dipublikasikan dalam Journal of National Cancer Institute (6 April 2010).
 
Ada sejumlah sayuran yang baik dikonsumsi untuk pencegahan kanker, antara lain: brokoli, bawang putih, bawang sayuran sebangsa kol (brasicca), kol (kubis), bunga kol, bombay, lentinan yang berasal dari jamur shiitake.
 
Namun demikian, kita pun perlu memahami konsumsi sayuran dan buah-buahan secara rutin bukan variabel utama untuk mencegah dan menghambat perkembangan sel-sel kanker. Ada variabel-variabel lain yang harus kita perhatikan, khususnya yang terkait dengan gaya hidup.
 
LESAN adalah rumus yang dapat kita gunakan untuk membentengi diri dari serangan kanker.
L - Lemak dan minyak penggunaannya diturunkan sehari-hari tidak lebih dari 30% dari jumlah kalori yang kita makan.
E - Energi yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan agar berat badan tetap ideal, hal ini dibantu dengan olahraga teratur.
S - Sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dan kacang-kacangan sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari karena mengandung sejumlah oksidan selain sebagai sumber serat.
A - Asap dan Alkohol harus dihindari karena dapat mempertinggi risiko kanker. Konsumsi bahan yang diolah dengan pengasapan harus dikurangi.
N – Natrium klorida (garam dapur), nitrit, dan karsinogen lain penggunaannya harus diturunkan seminimal mungkin.
 
Apa saja manfaat zat gizi dari buah dan sayuran apabila kita konsumsi dalam bentuk jus?

  • Apel: Pektin yang terkandung dalam apel dapat melawan lemak, menurunkan kolesterol, dan membantu proses pencernaan. Dagingnya membantu melarutkan kristal asam di dalam sendi. Baik untuk artritis, konstipasi, kolesterol, gangguan hati ringan, dan kegemukan.
 
  • Wortel: Jus wortel mengandung sejumlah komposisi mineral yang diperlukan tubuh. Di dalamnya terkandung pula betakaroten dan vitamin A, baik untuk penyakit hati, rabun senja, gangguan kulit, menurunkan kolesterol dan lemak.
 
  • Seledri: Kandungan natrium berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang menyangkut di ginjal dan sendi. Mengandung magnesium untuk menghilangkan stres. Baik untuk alergi, sulit konsentrasi, eksema, hiperaktivitas.
 
  • Mentimun: Rendah kalori dan kaya silikon dan florin. Kalium membantu membuang sisa metabolisme dan deposit lemak. Buah ini baik untuk kulit kering, kulit yang terbakar sinar matahari, eksema, kesehatan rambut dan kuku.
 
  • Alpukat: Asam lemak yang sehat, vitamin, dan mineral seperti kalsium. Buah ini dapat menurunkan lemak, baik untuk malnutrisi dan kulit kering.
 
  • Pisang: Pisang mengandung kalium dalam dosis besar yang diperlukan untuk pembentukan enzim; sangat baik untuk ulkus, divertikulitis, heartburn, dan kelelahan.
 
  • Melon: Kaya vitamin A dan C, dan kaya akan betakaroten. Melon sangat baik untuk mencegah dan mengobati kanker paru, obesitas, gangguan lambung.
 
  • Bayam, kangkung, watercress: Trio ini mengandung vitamin, mineral, termasuk kalsium, zat besi, kalium, vitamin A dan C. Buah ini baik untuk asma, bronkitis, pnemonia, kolik, anemia, kelelahan, konstipasi, osteoporosis.
 
  • Tomat: Kaya vitamin C dan betakaroten. Buah ini baik untuk nafsu makan yang rendah, gangguan hati, PMS, hipoglikemi, gangguan prostat, kegemukan, dan lainnya. [ↄ]
 






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kesehatan Lainnya
Cara Alami Atasi Penyakit di Musim Pancaroba
Cara Alami Atasi Penyakit di Musim Pancaroba
12
Saat musim berganti, saat itu pula berbagai penyakit mengintai. Suhu udara sering berubah-ubah, tiba-tiba panas, dingin, lembab, dan sebagainya.