Kesehatan
Cara Alami Atasi Penyakit di Musim Pancaroba

Cara Alami Atasi Penyakit di Musim Pancaroba
Saat musim berganti, saat itu pula berbagai penyakit mengintai. Suhu udara sering berubah-ubah, tiba-tiba panas, dingin, lembab, dan sebagainya.

Penyakit rupanya begitu akrab di musim pancaroba. Saat musim berganti, saat itu pula berbagai penyakit mengintai. Suhu udara sering berubah-ubah, tiba-tiba panas, dingin, lembab, dan sebagainya. Perubahan udara dan temperatur sedikit banyak berpengaruh pada tubuh, karena tubuh otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) jadi berkurang.
 
Bakteri dan virus berkembangbiak saat tempatur berubah-ubah. Dengan demikian, tak sedikit pula penyakit yang menyerang tubuh tanpa disadari.Penyakit yang sering menyerang tubuh di musim pancaroba atau musim peralihan adalah flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas atau infeksi saluran pernapasan, radang tenggorokan, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis.
 
Jika penyakit sudah terlanjur menyerang Sahabat, ada beberapa cara alami untuk mengatasi berbagai penyakit saat musim pancaroba.
 
1. Batuk
Bahan: 30 gram bawang putih, 25 gram gula batu, 1 gelas air matang.
Pemakaian: Kupas kulit bawang putih, lalu lumat. Tambahkan gula batu dan 1 gelas air matang, diamkan selama 5 jam, lalu saring. Minum sehari sekali, 1 sendok makan.
 
2. Asma
Bahan: 1 batang rimpang alang-alang, 1/2 jari rimpang kencur, 5 lembar daun sirih, 1 gelas air, 1 sendok makan madu, 1 sendok teh air jeruk nipis.
Pemakaian: Cuci semua bahan. Alang-alang dan kencur dipotong-potong, daun sirih diremas-remas. Masak hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Setelah dingin, saring. Tambahkan madu dan air jeruk nipis, aduk hingga homogen. Minum sekali sehari sebelum tidur, sebanyak 1/2 gelas.
 
3. Demam
Bahan: 3 buah umbi bawang merah, 2 sendok makan minyak kelapa, 1/2 sendok makan minyak kayu putih, 1 iris buah jeruk nipis.
Pemakaian: Kupas bawang merah, potong tipis-tipis, lalu hancurkan. Tambahkan minyak kelapa, minyak kayu putih, serta air perasan jeruk nipis. Campuran diaduk hingga homogen. Gosokkan pada ketiak, punggung, perut, dan kepala. Lakukan dua kali sehari, tiap pagi dan sore. Untuk membersihkan, gunakan air hangat.
 
4. Pilek
Bahan: 5 buah umbi bawang merah, 5 buah umbi bawang putih, 5 jari rimpang jahe, 2 gelas air.
Pemakaian: Jahe dicuci bersih, bawang merah dan bawang putih dikupas, lalu potong kecil-kecil. Tambahkan 2 gelas air dan dimasak hingga mendidih dalam keadaan tertutup. Setelah dingin, saring. Minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
 
5. Sariawan
Bahan: 1 jari rimpang temulawak, 1 jari buah asam, gula aren, 1 gelas air.
Pemakaian: Cuci bersih temulawak, lalu iris tipis-tipis. Masak bersama-sama asam dan air hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Tambahkan gula aren sambil diaduk. Minum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
 
Bahan: 10 helai daun sirih, 1 gelas air.
Pemakaian: Cuci daun sirih. Masak dengan segelas air dalam kuali tertutup hingga mendidih. Setelah dingin, saring. Airnya digunakan untuk kumur-kumur sebelum makan. Lakukan setiap hari hingga sembuh.
 
6. Diare dan Muntah
Bahan: 3 sendok teh adas, 5 lembar daun jambu biji, 10 cm kulit batang pulasari.
Pemakaian: Cuci bersih adas dan daun jambu biji. Adas dimemarkan, sedangkan daun jambu biji dipotong kecil-kecil. Tambahkan 1 1/2 gelas air dan batang pulasari, masak hingga mendidih selama 30 menit. Setelah dingin, saring. Airnya diminum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.
 
Bahan: 20 helai daun salam, 1 gelas air.
Pemakaian: Cuci bersih daun salam, lalu haluskan. Masak hingga mendidih selama 30 menit. Setelah dingin, saring. Airnya diminum tiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas. Lakukan hingga sembuh. 

sumber foto : http://kintakun-collection.co.id






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kesehatan Lainnya
Kenali Macam-Macam Bakteri Berbahaya
Kenali Macam-Macam Bakteri Berbahaya
22
Dengan ratusan ribu spesies yang hidup di darat, laut hingga tempat-tempat ekstrim, macam-macam bakteri mampu hidup di tempat yang kiranya tak mungkin ditempati oleh organisme lain, termasuk manusia.