Kesehatan
Ada Kanker Dibalik Gurihnya Daging Merah

Ada Kanker Dibalik Gurihnya Daging Merah
Orang yang makan daging setiap hari akan mempunyai risiko terkena kanker usus besar hingga tiga kali dibandingkan dengan mereka yang jarang makan daging.

Tahukah Sahabat jika setiap makanan yang diolah dalam suhu tinggi (di atas 100 derajat Celcius), selain merusak kandungan gizinya, juga berbahaya bagi kesehatan? Terutama untuk olahan daging merah, baik itu dibakar, dipanggang, atau digoreng, disinyalir merupakan pencetus kanker?  
 
Pencetus kanker
Daging merah (antara lain daging sapi, domba, kerbau, kambing) memiliki hubungan yang erat dengan meningkatnya resiko kanker. Sebutlah kanker payudara, usus, prostat, ginjal dan pankreas, jadi ancaman bagi yang gemar makan daging
 
Sebuah studi di Inggris dan Jerman menunjukkan bahwa mereka yang menghindari daging lebih sedikit persentasenya terkena penyakit (khususnya kanker). Penelitian serupa juga diadakan di Harvard, menemukan orang yang makan daging setiap hari akan mempunyai risiko terkena kanker usus besar hingga tiga kali dibandingkan dengan mereka yang jarang makan daging.
 
Melengkapi hasil dari penelitian-penelitian tersebut, studi di Amerika Serikat pada sebuah kelompok keagamaan yang vegetarian, menyimpulkan bahwa para vegetaris (kelompok vegetarian) memiliki resiko terjadinya kanker jauh lebih kecil dibanding mereka yang biasa mengkonsumsi daging.         
 
Dengan ditemukannya hubungan antara pola makan dan kanker, membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menentukan bahwa faktor pola makan mencakup sedikitnya 30 persen dari penyebab seluruh kanker di negara-negara Barat dan sampai 20 persen di negara-negara berkembang.
 
Senyawa Karsinogen PAHs dan HCA
Ketika daging merah digoreng atau dibakar di atas kobaran api, mengakibatkan hilangnya lemak. Api yang panas juga memproduksi kobaran yang mengandung Polycyclic Aromatic Hydrocarbon (PAHs). PAHs melekat pada permukaan makanan, dan semakin besar panas (suhu semakin tinggi) maka semakin banyak muncul PAHs.
 
Keberadaan PAHs diyakini memainkan peranan penting timbulnya kanker pada manusia. Kesimpulan ini diperkuat oleh penelitian yang menemukan hubungan konsisten antara konsumsi daging yang dibakar atau dipanggang tetapi tidak digoreng dengan kanker perut. Menyiratkan bahwa makanan yang terkena PAHs, memainkan peranan lebih besar terjadinya kanker perut pada manusia.
 
Selain PAHs, daging yang dibakar, digoreng atau dipanggang juga memproduksi senyawa karsinogen (pemicu kanker) lainnya, yaitu Heterocyclic Amines (HCA). Semakin lama dan semakin panas daging itu dimasak, semakin banyak senyawa ini terbentuk.
 
Bijak Mengkonsumsi Daging Merah
Manusia terlahir sebagai makhluk omnivora (pemakan segala). Dengan kata lain, ia bukanlah makhluk karnivora (pemakan daging murni). Struktur dan mekanisme pencernaan yang dimiliki manusia, tidak mendukung mengkonsumsi daging secara berlebihan. Jika berlebihan, akan memicu produksi hormon yang kemudian memicu pertumbuhan sel kanker dalam organ sensitif hormon seperti payudara dan prostat.
 
Dan yang perlu Sahabat perhatikan bahwa daging tidak mengandung serat yang bersifat melindungi, antioksidan, phythochemicals, dan bernutrisi. Tetapi sebaliknya mengandung lemak jenuh berkonsentrasi tinggi serta senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, seperti PAHs dan HCA.     
 
Tentu saja, dengan bahaya yang ada di balik makanan dari daging merah, tidak membuat kita menjadi anti terhadap makanan-makanan tersebut. Apalagi sampai mengharamkannya (menjadi vegetarian). Ini termasuk israf (sikap berlebihan). Seimbang dalam mengkonsumsi daging merah, diikuti konsumsi makanan tinggi serat, akan menjadi solusi yang tepat. [swady]      
 
Tips Aman Mengkonsumsi Daging Merah:

  1. Hindari mengkonsumsi daging yang dibakar atau digoreng dalam suhu tinggi. Jika memungkinkan, konsumsi daging merah dengan cara direbus.
  2. Bagi yang menyukai sate, hindari memakan bagian daging yang gosong.
  3. Biasakan setelah mengkosumsi daging merah, diikuti dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan yang mengandung vitamin C, karena memiliki zat antioksidan (penangkal kanker).
  4. Jangan mengkonsumsi daging merah setiap hari. Ganti kebutuhan protein atau lemak dengan susu kedelai atau produk olahan kedelai lainnya seperti tahu dan tempe yang mengandung protein dan lemak nabati.
  5. Miliki pola makan nabati berserat tinggi seperti padi-padian, polong-polongan, sayur-mayur, dan buah-buahan. 
sumber foto : https://tirto.id






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Kesehatan Lainnya
Kenali Macam-Macam Bakteri Berbahaya
Kenali Macam-Macam Bakteri Berbahaya
22
Dengan ratusan ribu spesies yang hidup di darat, laut hingga tempat-tempat ekstrim, macam-macam bakteri mampu hidup di tempat yang kiranya tak mungkin ditempati oleh organisme lain, termasuk manusia.